“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


PENGHUNI SURGA
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillahirrahmanirrahim

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Pada kesempatan ini, penulis memaparkan nikmat yang tidak membosankan dan kulitnya mulus tanpa bulu (mulus), tidak berjenggot, bercalak matanya, tetap muda, dan bajunya tetap baru".

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ. (رواه الواقعة/٥٦: ١٧)

Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda. (QS. Al-Wāqi‘ah/56: 17)

Ayat ini mengungkapkan bahwa mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda serta menyenangkan bila dipandang. Mereka ini bertindak selaku pelayan yang melayani penghuni-penghuni surga di waktu makan, minum, dan lain-lainnya.

Imam Muslim meriwayatkan,

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ لَا تَبْلَى ثِيَابُهُ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُ. (رواه مسلم: ٥٠٦٨)

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit bin Abu Rafi' dari Abu Rafi' dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ bersabda, "Barang siapa masuk surga, ia bersenang-senang dan tidak bersedih, pakaiannya tidak usang dan kemudaannya tidak lenyap." (HR. Muslim: 5068 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Sementara itu, terdapat tambahan ditemukan dalam hadits riwayat imam Ahmad, beliau berkata:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يَنْعَمُ لَا يَيْئَسُ وَلَا تَبْلَى ثِيَابُهُ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُ فِي الْجَنَّةِ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ. (رواه أحمد: ٨٤٧١)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ishaq, telah memberitakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Abu Rafi' dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa masuk ke dalam surga maka ia akan mendapatkan nikmat yang tidak membosankan, pakaiannya tidak usang dan tidak hilang masa mudanya. Dan di dalam surga terdapat sesuatu yang mata tidak pernah melihatnya, telinga tidak mendengarnya dan tidak terdetik dalam hati manusia." (HR. Ahmad: 8471 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Matan yang sama juga terdapat dalam riwayat imam Ahmad: 8911 dan diulang pada hadits ke-9022 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

Sedangkan Imam at Tirmidzi meriwayatkan,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَأَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَامِرٍ الْأَحْوَلِ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْلُ الْجَنَّةِ جُرْدٌ مُرْدٌ كُحْلٌ لَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ وَلَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. (رواه الترمذي: ٢٤٦٢)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar dan Abu Hisyam Ar Rifa'i keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam dari ayahnya dari 'Amir Al Ahwal dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Penghuni surga itu tidak berbulu, tidak berjanggut, mengenakan calak mata, kemudaan mereka tidak hilang dan baju mereka tidak pernah usang." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib. (HR. At Tirmidzi: 2462 - hasan menurut Muhammad Nashiruddin Al Albani dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikian juga diriwayatkan oleh imam ad Darimi. Namun dengan matan terbalik pada akhir matannya, "... laa yafnaa syabaabuhum" (selalu muda). Beliau meriwayatkan,

  أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الرِّفَاعِيُّ حَدَّثَنَا مُعَاذٌ يْعَنِي ابْنَ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَامِرٍ الْأَحْوَلِ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَهْلُ الْجَنَّةِ شَبَابٌ جُرْدٌ مُرْدٌ كُحْلٌ لَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ. (رواه الدارمي: ٢٧٠٥)

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Yazid Ar Rifa'i, telah menceritakan kepada kami Mu'adz yakni Ibnu Hisyam dari ayahnya dari Amir Al Ahwal dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Penghuni surga adalah pemuda yang tidak memiliki bulu pada kulitnya, tidak memiliki rambut pada janggutnya, tampan lagi memakai celak, pakaiannya tidak pernah usang dan kemudaannya tidak pernah pudar." (HR. Ad Darimi: 2705 - isnadnya hasan menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Hadits di atas merupakan hadits riwayat bimakna, atau diriwayatkan secara makna. Namun menurut penulis riwayat imam Muslim lebih terjaga, karena matan-nya didukung oleh riwayat imam Ahmad. Hanya saja terdapat tambahan matan dalam riwayat imam Ahmad. Hadits tersebut menggambarkan kenikmatan yang tidak membosankan dan salah satunya mereka tetap muda. Sementara riwayat imam at Tirmidzi dan ad Darimi menginformasikan keadaan pisik penghuni surga, yaitu tubuh yang mulus, bercelak mata, selalu muda, dan pakaian selalu baru. Wallaahu a'lam.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]