MUKMIN YANG UTAMA DAN BIJAK
Imam Ibnu Majah meriwayatkan,
حَدَّثَنَا الزُّبَيْرُ بْنُ بَكَّارٍ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ فَرْوَةَ بْنِ قَيْسٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ. (رواه إلن ماجه: ٤٢٤٩)
Telah mengabarkan kepada kami Az Zubair bin Bakkar, telah mengabarkan kepada kami Anas bin 'Iyadl, telah mengabarkan kepada kami Nafi' bin Abdullah dari Farwah bin Qais dari 'Atha` bin Abu Rabah dari Ibnu Umar bahwa dia berkata, Saya bersama dengan Rasulullah ﷺ, tiba-tiba datang seorang laki-laki Anshar kepada beliau, lalu dia mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ dan bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimanakah orang mukmin yang utama?" beliau menjawab, "Orang yang paling baik akhlaknya." Dia bertanya lagi, "Orang mukmin yang bagaimanakah yang paling bijak?" beliau menjawab, "Orang yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah orang-orang yang bijak." (HR. Ibnu Majah: 4249 - hasan dari Abdullah bin Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Dipertegas juga oleh imam Abu Daud,
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. (رواه أبوداود: ٤٠٦٢)
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Kaum mukminin yang paling baik imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Abu Daud: 4062 - hasan shahih menurut Muhammad Nashiruddin Al Albani dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Lafazh yang sama juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 10397 - sahih, isnad-nya qawiy menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Imam Abu Daud meriwayatkan dari Ahmad bin Hambal ini.
Demikian diriwayatkan oleh imam ad-Darimi: 2672 - isnad-nya hasan menurut Husain Salim Asad ad-Darani dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُهُمْ خِيَارُهُمْ لِنِسَائِهِمْ. (رواه أحمد: ٧٠٩٥)
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris berkata, aku mendengar dari Muhammad bin 'Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang terbaik di antara mereka adalah yang terbaik terhadap istri-istrinya."(HR. Ahmad: 7095 - sahih, isnad-nya hasan menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Lafazh semakna diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi: 1082 - hasan shahih menurut Muhammad Nashiruddin Al Albani dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Tetapi, redaksi khusus diriwayatkan oleh imam Ahmad,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِكُمْ. (رواه أحمد: ٩٧٢٥)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Muhammad bin 'Amru, dia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istri-istrinya." (HR. Ahmad: 9725 - sahih, isnad-nya hasan menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Redaksi semakna diriwayatkan oleh imam Ahmad melalui jalur sanad 'Aisyah. Beliau meriwayatkan,
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الْخَفَّافُ قَالَ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَكْمَلَ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ. (رواه أحمد: ٢٣٥٣٦)
Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Al-Khaffaf, dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Khalid, dari Abi Qilabah, dari Aisyah, bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Orang beriman yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap keluarganya (istrinya)." (HR. Ahmad: 23536 - shahih lighairihi menurut Syu'aib al-Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar Ash-Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyah-nya Ummu Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian juga hadis riwayat imam Ahmad: 23073 dan at-Tirmidzi: 2537 - shahih lighairihi dari 'Aisyah. Tetapi, imam at-Tirmidzi menjelaskan dalam riwayatnya,
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ الْبَغْدَادِيُّ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَكْمَلِ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَلْطَفُهُمْ بِأَهْلِهِ.
وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ وَلَا نَعْرِفُ لِأَبِي قِلَابَةَ سَمَاعًا مِنْ عَائِشَةَ وَقَدْ رَوَى أَبُو قِلَابَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ رَضِيعٍ لِعَائِشَةَ عَنْ عَائِشَةَ غَيْرَ هَذَا الْحَدِيثِ وَأَبُو قِلَابَةَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ الْجَرْمِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ ذَكَرَ أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ أَبَا قِلَابَةَ فَقَالَ كَانَ وَاللَّهِ مِنْ الْفُقَهَاءِ ذَوِي الْأَلْبَابِ. (رواه الترمذي: ٢٥٣٧)
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' al Baghdadi, telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ulayyah, telah menceritakan kepada kami Khalid al Hadzdza' dari Abu Qilabah dari Aisyah dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya termasuk orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan paling lembut terhadap keluarganya."
Dan dalam bab tersebut (juga diriwayatkan) dari Abu Hurairah dan Anas bin Malik. Abu Isa berkata, 'Ini hadits shahih, dan kami tidak mengetahui Abu Qilabah memiliki riwayat mendengar dari Aisyah. Abu Qilabah telah meriwayatkan dari Abdullah bin Yazid, susuan Aisyah, dari Aisyah selain hadits ini. Abu Qilabah Abdullah bin Zaid al Jarmi, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dia berkata, Ayyub as Sakhtiyani menyebutkan Abu Qilabah berkata, "Demi Allah, dia termasuk para fuqaha' yang memiliki ilmu." (HR. At-Tirmidzi: 2537 - dha'if dari 'Aisyah)
Dalam sanad hadis ini terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh sebagian para ulama kritikus hadis. Ia adalah Ismail bin Ibrahim bin Muqsim, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyah-nya Abu Bisyir negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 193 H. Penilaian para ulama kritikus hadis: Ibnu Hajar dan adz-Dzahabi menilainya dha'if. Syu'bah menilainya sayyidul muhadditsin, Yahya bin Ma'in menilainya tsiqah ma'mun, an-Nasa'i menilainya tsiqah tsabat, sementara Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah bin tsabat hujjah. Kemudian, Abdurrahman bin Mahdi berkata, "Dia lebih kuat daripada Husyaim", dan Yahya bin Sa'id berkata, "lebih kuat daripada Wuhaib". As-Saji berpendapat "perlu dikoreksi". Imam Abu Daud menjelaskan, "tidak ada seorang muhaddits kecuali melakukan kesalahan, kecuali Ibnu Ulayyah, dan Bisyir al-Mufadhdhal".
Wallaahu muwaafiq, wallaahu a'lam bish-shawaab.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏