BALASAN BAGI KERIDHAAN ORANG TUA ATAS WAFATNYA ANAK KESAYANGAN MEREKA
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Jika Allah mengambil "mewafatkan" seorang anak kesayangan (belum baligh) dari orang tua yang ridha dan ikhlas dengan ucapan Alhamdulillah dan istirja' yaitu kalimat 'innaalillaahi wa innaa ilahi raji'un'. Maka Allah akan bangunkan sebuah rumah di Surga dengan diberi nama Baitul Hamdi dan ampunan diakhirat serta keberkahan di dunia.
Sebagaimana diinformasikan oleh imam At-Tirmidzi, Ahmad, Al-Bukhari, dan Muslim dalam riwayat mereka.
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan,
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي سِنَانٍ قَالَ دَفَنْتُ ابْنِي سِنَانًا وَأَبُو طَلْحَةَ الْخَوْلَانِيُّ جَالِسٌ عَلَى شَفِيرِ الْقَبْرِ فَلَمَّا أَرَدْتُ الْخُرُوجَ أَخَذَ بِيَدِي فَقَالَ أَلَا أُبَشِّرُكَ يَا أَبَا سِنَانٍ قُلْتُ بَلَى فَقَالَ حَدَّثَنِي الضَّحَّاكُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَرْزَبٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ.
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. (رواه الترمذي: ٩٤٢)
Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Nashr, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin al-Mubarak, dari Hammad bin Salamah, dari Abu Sinan, ia berkata, "Aku pernah mengubur anakku, Sinan, sementara Abu Thalhah al-Khaulani duduk di tepi kuburan. Tatkala aku hendak keluar, ia memegang tanganku. Ia berkata: 'Maukah aku beri kabar gembira wahai Abu Sinan? Jawabku: "Tentu." Ia berkata: Telah menceritakan kepadaku adl-Dlahak bin Abdurrahman bin 'Arzab, dari Abu Musa al-Asy'ari, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika anak seorang hamba meninggal, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: "Kalian telah mencabut anak hamba-Ku." Mereka menjawab, "Ya." (Allah Tabaraka wa Ta'ala) berfirman: "Kalian telah mencabut buah hatinya." Mereka menjawab: "Ya." (Allah Tabaraka wa Ta'ala) bertanya: 'Apa yang dikatakan hamba-Ku?" Mereka menjawab: "Ia memuji-Mu dan mengucapkan kalimat Istirja.'" Allah berfirman: "Bangunkanlah untuk hamba-Ku satu rumah di surga, dan berilah nama dengan Bait al-Hamd."
Abu Isa berkata: Ini merupakan hadis hasan shahih. (HR. At-Tirmidzi: 942 - hasan dari Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia sahabat kuniyah-nya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H)
Dalam sanadnya terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) mayoritas ulama kritikus hadis, ia adalah Isa bin Sinan, ia tabi'in (tidak jumpa sahabat) kuniyah-nya Abu Sinan dan negeri hidup Bashrah. Para ulama kritikus hadis menilainya: Yahya bin Ma'in, an-Nasa'i, dan adz-Dzahabi menilainya dha'if. Ibnu Hajar menilainya layyinul hadits. Al-Uqaili menyebutkan dalam adh-Dhu'afa', sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats-tsiqaat". Kemudian Abu Hatim menilainya laisa biqawiy, Al-'Ajli menilainya la ba'sabih.
Demikian juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 18893 - isnad-nya dha'if menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Abdullah bin Qais. Dalam sanad-nya juga terdapat Isa bin Sinan, hanya saja beliau menerima dari dua orang guru beliau, yaitu: Yahya bin Ishaq w. 210 H dan Ali bin Ishaq w. 213 H.
Demikian juga imam ad-Darimi meriwayatkan dengan redaksi semakna,
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ يُونُسَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ صَعْصَعَةَ بْنِ مُعَاوِيَةَ قَالَ أَتَيْتُ أَبَا ذَرٍّ قُلْتُ مَا بَالُكَ قَالَ لِي عَمَلِي قُلْتُ حَدِّثْنِي قَالَ نَعَمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ لَهُمَا ثَلَاثَةٌ مِنْ أَوْلَادِهِمَا لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُمَا قُلْتُ حَدِّثْنِي قَالَ نَعَمْ. (رواه أحمد: ٢٠٣٧٨)
Telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Yunus dari Hasan dari Sha'sha'ah bin Mu'awiyah dia berkata, "Aku datang kepada Abu Dzar kemudian aku bertanya kepadanya, "Ada apa denganmu?" Dia menjawab, "Perbuatanku." Aku berkata, "Ceritakan kepadaku." Dia menjawab, "Ya, Rasulullah ﷺ telah bersabda, "Tidaklah dua orang muslim yang tiga orang anaknya meninggal sebelum masa baligh kecuali Allah akan mengampuni keduanya." Aku berkata, "Ceritakan kepadaku!" Dia menjawab, "Ya." (HR. Ahmad: 20378 - isnad-nya sahih menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Jundub bin Junadah, ia sahabat kuniyah-nya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Dalam sanad hadis tersebut terdapat periwayat yang diperselisihkan, ia adalah Ismail bin Ibrahim bin Muqsim w. 193 H. Tetapi penilaian ta'dil-nya lebih banyak.
Kemudian diriwayatkan juga,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ مَاتَ لَهُ ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ فَاحْتَسَبَهُمْ دَخَلَ الْجَنَّةَ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاثْنَانِ قَالَ وَاثْنَانِ قَالَ مَحْمُودٌ فَقُلْتُ لِجَابِرٍ أَرَاكُمْ لَوْ قُلْتُمْ وَوَاحِدٌ لَقَالَ وَوَاحِدٌ قَالَ وَأَنَا وَاللَّهِ أَظُنُّ ذَاكَ. (رواه أحمد: ١٣٧٦٧)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu 'Adi dari Muhammad bin Ishaq, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ibrohim dari Mahmud bin Labid dari Jabir berkata, saya telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa yang tiga anaknya meninggal, lalu dia mengharapkan pahala dari Allah 'Azza wa Jalla dengan meninggalnya mereka, dia masuk surga." (Jabir bin Abdullah radhiallahu'anhuma) berkata, kami bertanya, "Bagaimana kalau dua?" beliau menjawab, "Walaupun dua." Mahmud berkata, saya berkata kepada Jabir 'Kalau tadi kalian bertanya bagaimana kalau satu, niscaya nabi menjawab walaupun hanya satu.' (Mahmud radhiallahu'anhu) berkata, saya demi Allah yakin begitu. (HR. Ahmad: 13767 - shahih lighairihi, isnad-nya hasan menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia sahabat kuniyah-nya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)
Jalur lain, imam Ahmad meriwayatkan:
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي الطَّحَّانَ أَنَا يَحْيَى التَّيْمِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ مُعَاذٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يُتَوَفَّى لَهُمَا ثَلَاثَةٌ إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْ اثْنَانِ قَالَ أَوْ اثْنَانِ قَالُوا أَوْ وَاحِدٌ قَالَ أَوْ وَاحِدٌ ثُمَّ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ السِّقْطَ لَيَجُرُّ أُمَّهُ بِسَرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ إِذَا احْتَسَبَتْهُ: (رواه أحمد: ٢١٠٧٦)
Telah bercerita kepada kami 'Abdullah telah bercerita kepadaku ayahku. telah bercerita kepada kami 'Affan, telah bercerita kepada kami Kholid Ath Thohhan, telah memberitakan kepada kami Yahya At Taimi dari 'Ubaidillah bin Muslim dari Mu'adz bin Jabal berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah dua orang muslim yang tiga anaknya meninggal dunia melainkan Allah akan memasukkan keduanya ke dalam surga berkat rahmat Allah pada keduanya." Mereka berkata, Wahai Rasulullah! Atau dua. Mereka berkata, Atau satu. Rasulullah ﷺ bersabda, "Atau satu." Selanjutnya beliau bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya anak keguguran itu menyeret ibunya dengan ari-arinya ke surga bila ia mengharap-harapankan pahalanya." (HR. Ahmad: 21076 - shahih lighairihi, isnad-nya dha'if menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Mu'adz bin Jabal bin 'Amru bin 'Aus, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Syam dan wafat tahun 18 H)
Dalam sanadnya terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh mayoritas ulama kritikus hadis. Ia adalah Yayah bin Abdullah bin Al-Harits, ia tabi'in (tidak jumpa sahabat) kuniyah-nya Abu al-Harits dan negeri hidup Kufah. Abu Hatim dan An-Nasa'i menilainya dha'if. Yahya bin Ma'in menilainya dha'iful hadits. Sementara Al-'Ajli menilainya laisa biqawiy, Ibnul Madini menilainya ma'ruf. Kemudian Ahmad bin Hambal menilainya laisa bihiba's, dan Ibnu Hajar menilainya layyinul hadits, serta adz-Dzahabi berkomentar, "shaduuq, padanya terdapat kelemahan".
Demikianlah riwayat menyebutkan bahwa keridhaan dan keikhlasan orang tua yang diambilnya oleh Allah tiga, dua, atau pun satu buah hatinya yang masih kecil atau belum baligh. Allah akan mengganti dengan surga dan ampunan di akhirat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ. (قرآن سورة البقرة/٢: ١٥٥)
Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar.(QS. Al-Baqarah/2: 155)
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ. (قرآن سورة البقرة/٢: ١٥٦)
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). (QS. Al-Baqarah/2: 156)
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ. (قرآن سورة البقرة/٢: ١٥٧)
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah/2: 157)
Sedangkan balasan Allah diakhirat Allah anugerahi keberkahan hidup kepada orang tua yang ridha dan ikhlas atas musibah yang mereka alami.
Imam al-Bukhari meriwayatkan,
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْحَكَمِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ اشْتَكَى ابْنٌ لِأَبِي طَلْحَةَ قَالَ فَمَاتَ وَأَبُو طَلْحَةَ خَارِجٌ فَلَمَّا رَأَتْ امْرَأَتُهُ أَنَّهُ قَدْ مَاتَ هَيَّأَتْ شَيْئًا وَنَحَّتْهُ فِي جَانِبِ الْبَيْتِ فَلَمَّا جَاءَ أَبُو طَلْحَةَ قَالَ كَيْفَ الْغُلَامُ قَالَتْ قَدْ هَدَأَتْ نَفْسُهُ وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ قَدْ اسْتَرَاحَ وَظَنَّ أَبُو طَلْحَةَ أَنَّهَا صَادِقَةٌ قَالَ فَبَاتَ فَلَمَّا أَصْبَحَ اغْتَسَلَ فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ أَعْلَمَتْهُ أَنَّهُ قَدْ مَاتَ فَصَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ أَخْبَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا كَانَ مِنْهُمَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يُبَارِكَ لَكُمَا فِي لَيْلَتِكُمَا قَالَ سُفْيَانُ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَرَأَيْتُ لَهُمَا تِسْعَةَ أَوْلَادٍ كُلُّهُمْ قَدْ قَرَأَ الْقُرْآنَ. (رواه البخاري: ١٢١٨)
Telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Al Hakam, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah, telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin 'Abdullah bin Abu Thalhah bahwasanya dia mendengar Anas bin Malik radhiallahu'anhu berkata, Anak dari Abu Thalhah dalam kondisi sakit yang parah. Katanya, "Dan akhirnya dia meninggal dunia." Saat itu Abu Thalhah sedang bepergian. Ketika istrinya melihat bahwa dia (anaknya) sudah meninggal, maka dia mengerjakan sesuatu dan meletakkannya di samping rumah. Ketika Abu Thalhah sudah datang, dia bertanya, "Bagaimana keadaan anak (kita)? Istrinya menjawab, "Dia sudah tenang dan aku berharap dia sudah beristirahat".. Abu Thalhah menganggap bahwa istrinya berkata, benar adanya. Anas bin Malik radhiallahu'anhu; Maka dia tidur pada malam itu. Pada keesokan harinya, dia mandi. Ketika dia hendak pergi keluar, istrinya memberitahu bahwa anaknya sudah meninggal dunia. Kemudian dia salat bersama Nabi ﷺ lalu dia menceritakan apa yang sudah terjadi antara dia berdua (dengan istrinya). Maka Rasulullah ﷺ berkata,: "Semoga Allah memberkahi kalian berdua pada malam kalian itu." Sufyan berkata, Ada seorang dari kalangan Anshar berkata,: "Kemudian setelah itu aku melihat keduanya memiliki sembilan anak yang semuanya telah hafal Al-Qur'an". (HR. Al-Bukhari: 1218 - sahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia sahabat kuniyah-nya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Terkait riwayat lengkapnya imam Muslim menceritakan bagaimana peran seorang istri yang sabar dan benar tauhidnya kepada Allah yaitu Ummu Sulaim. Beliau meriwayatkan,
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ مَاتَ ابْنٌ لِأَبِي طَلْحَةَ مِنْ أُمِّ سُلَيْمٍ فَقَالَتْ لِأَهْلِهَا لَا تُحَدِّثُوا أَبَا طَلْحَةَ بِابْنِهِ حَتَّى أَكُونَ أَنَا أُحَدِّثُهُ قَالَ فَجَاءَ فَقَرَّبَتْ إِلَيْهِ عَشَاءً فَأَكَلَ وَشَرِبَ فَقَالَ ثُمَّ تَصَنَّعَتْ لَهُ أَحْسَنَ مَا كَانَ تَصَنَّعُ قَبْلَ ذَلِكَ فَوَقَعَ بِهَا فَلَمَّا رَأَتْ أَنَّهُ قَدْ شَبِعَ وَأَصَابَ مِنْهَا قَالَتْ يَا أَبَا طَلْحَةَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ قَوْمًا أَعَارُوا عَارِيَتَهُمْ أَهْلَ بَيْتٍ فَطَلَبُوا عَارِيَتَهُمْ أَلَهُمْ أَنْ يَمْنَعُوهُمْ قَالَ لَا قَالَتْ فَاحْتَسِبْ ابْنَكَ قَالَ فَغَضِبَ وَقَالَ تَرَكْتِنِي حَتَّى تَلَطَّخْتُ ثُمَّ أَخْبَرْتِنِي بِابْنِي فَانْطَلَقَ حَتَّى أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ بِمَا كَانَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارَكَ اللَّهُ لَكُمَا فِي غَابِرِ لَيْلَتِكُمَا قَالَ فَحَمَلَتْ قَالَ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ وَهِيَ مَعَهُ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى الْمَدِينَةَ مِنْ سَفَرٍ لَا يَطْرُقُهَا طُرُوقًا فَدَنَوْا مِنْ الْمَدِينَةِ فَضَرَبَهَا الْمَخَاضُ فَاحْتُبِسَ عَلَيْهَا أَبُو طَلْحَةَ وَانْطَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ أَبُو طَلْحَةَ إِنَّكَ لَتَعْلَمُ يَا رَبِّ إِنَّهُ يُعْجِبُنِي أَنْ أَخْرُجَ مَعَ رَسُولِكَ إِذَا خَرَجَ وَأَدْخُلَ مَعَهُ إِذَا دَخَلَ وَقَدْ احْتَبَسْتُ بِمَا تَرَى قَالَ تَقُولُ أُمُّ سُلَيْمٍ يَا أَبَا طَلْحَةَ مَا أَجِدُ الَّذِي كُنْتُ أَجِدُ انْطَلِقْ فَانْطَلَقْنَا قَالَ وَضَرَبَهَا الْمَخَاضُ حِينَ قَدِمَا فَوَلَدَتْ غُلَامًا فَقَالَتْ لِي أُمِّي يَا أَنَسُ لَا يُرْضِعُهُ أَحَدٌ حَتَّى تَغْدُوَ بِهِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ احْتَمَلْتُهُ فَانْطَلَقْتُ بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصَادَفْتُهُ وَمَعَهُ مِيسَمٌ فَلَمَّا رَآنِي قَالَ لَعَلَّ أُمَّ سُلَيْمٍ وَلَدَتْ قُلْتُ نَعَمْ فَوَضَعَ الْمِيسَمَ قَالَ وَجِئْتُ بِهِ فَوَضَعْتُهُ فِي حَجْرِهِ وَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَجْوَةٍ مِنْ عَجْوَةِ الْمَدِينَةِ فَلَاكَهَا فِي فِيهِ حَتَّى ذَابَتْ ثُمَّ قَذَفَهَا فِي فِي الصَّبِيِّ فَجَعَلَ الصَّبِيُّ يَتَلَمَّظُهَا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْظُرُوا إِلَى حُبِّ الْأَنْصَارِ التَّمْرَ قَالَ فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ خِرَاشٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ مَاتَ ابْنٌ لِأَبِي طَلْحَةَ وَاقْتَصَّ الْحَدِيثَ بِمِثْلِهِ. (رواه مسلم: ٤٤٩٦)
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim bin Maimun, telah menceritakan kepada kami Bahz, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah dari Tsabit dari Anas dia berkata, "Pada suatu ketika seorang putra Abu Thalhah dan istrinya yang bernama Ummu Sulaim, meninggal dunia Kemudian Ummu Sulaim berkata kepada keluarganya, 'Janganlah kalian memberitahukan musibah ini kepada Abu Thalhah sehingga saya sendiri yang akan memberitahukannya." Anas berkata, "Tak lama kemudian Abu Thalhah tiba di rumah. Seperti biasa, Ummu Sulaim menghidangkan makan malam untuk suaminya. Lalu Abu Thalhah makan dan minum dengan senangnya. Kemudian Ummu Sulaim mulai berhias Iebih cantik daripada hari biasanya hingga Abu Thalhah menggaulinya. Setelah mengetahui bahwasanya Abu Thalhah telah merasa puas dan lega, maka Ummu Sulaim berkata, 'Wahai Abu Thalhah, bagaimana menurut pendapat engkau apabila ada sekelompok orang memberikan pinjaman kepada suatu keluarga. Kemudian, ternyata pinjaman tersebut mereka minta kembali. Apakah boleh keluarga itu menolak permintaannya? Dengan mantap Abu Thalhah menjawab, "Tentu saja keluarga itu tidak boleh menolak permintaan kelompok itu." Lalu Ummu Sulaim berkata, "Maka demikian dengan anak kita, ketahuilah bahwasanya anak kita yang tercinta telah diminta oleh Dzat yang telah mencipta dan memilikinya. Oleb karena itu. relakanlah kematian putra kita tersebut." Betapa terkejut dan marahnya Abu Thalhah mendengar informasi yang disampaikan istrinya itu. Lalu ia pun berkata kepada istrinya, "Mengapa kamu tidak memberitahukanku terlebih dahulu berita ini? Tetapi kamu malah memberitahukannya kepadaku setelah aku menggaulimu.' Keesokan harinya Abu Thalhah pergi menemui Rasulullah ﷺ untuk menceritakan kepada beliau tentang apa yang telah terjadi pada keluarganya. Mendengar cerita sedih tersebut, Rasulullah ﷺ berkata, "Semoga Allah memberkahi kalian berdua dalam menjalani malam kalian." Anas berkata, 'Beberapa bulan kemudian, Ummu Sulaim mulai memperlihatkan tanda-tanda kehamiIan. Suatu ketika. Rasulullah sedang bepergian dan Ummu Sulaim turut serta dalam perjalanan tersebut. Biasanya, apabila Rasulullah datang dari bepergian - setibanya di Madinah- maka beliau tidak langsung masuk ke kampung. Sesampainya di dekat kota Madinah, Ummu Sulaim mulai merasakan saat-saat kelahiran hingga Abu Thalhah berhenti untuk mendampinginya. sementara Rasulullah telah pergi. Abu Thalhah berkata, 'Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau Mahatahu bahwasanya saya merasa senang keluar untuk menyertai rasul-Mu ketika beliau keluar. Begitu pula saya merasa senang masuk untuk menyertainya, ketika beliau akan masuk (kota madinah). Tapi sekarang saya terhenti seperti yang Engkau lihat." Anas berkata, 'Ummu Sulaim berkata, Hai Abu Thalhah, saya sudah tidak tahan lagi. Ayolah terus percepat perjalanan!' Anas berkata, 'Akhirnya kami terus melanjutkan perjalanan." Anas berkata, "Ketika tiba di kota Madinah, maka Ummu Sulaim pun melahirkan seorang anak laki-laki dengan selamat. Ibu saya (Ummu Sulaim) berkata kepada saya; Hai Anas, janganlah ada seorang pun yang menyusui bayi ini hingga kamu membawanya ke hadapan Rasulullah.' Esok harinya, saya membawa bayi tersebut kepada Rasulullah ﷺ. Saya temui beliau yang pada saat itu sedang memegang alat untuk memberi tanda pada hewan. Ketika Rasulullah ﷺ melihat saya, beliau berkata, "Hai Unais, apakah Ummu Sulaim telah melahirkan?" Maka saya dengan senang hati menjawab pertanyaan beliau, "Ya, " ia telah melahirkan, ya Rasulullah." Kemudian beliau letakkan alat untuk memberi tanda pada hewan itu. Lalu saya pun membawa bayi itu ke hadapan Rasulullah dan meletakkannya di atas pangkuan beliau. Kemudian Rasulullah ﷺ minta dibawakan kurma ajwa Madinah. Lalu beliau lumatkan kurma tersebut dengan mulut beliau dan disuapkannya ke dalam mulut bayi itu. Maka bayi itu segera mengunyahnya. Rasulullah ﷺ berkata, "Lihatlah, memang kaum Anshar itu sangat menyukai kurma!" Anas berkata, "Kemudian Rasulullah ﷺ mengusap wajah bayi itu dengan penuh kasih sayang serta memberinya nama Abdullah." Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Al Hasan bin Khirasy, telah menceritakan kepada kami 'Amru bin 'Ashim, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah, telah menceritakan kepada kami Tsabit, telah menceritakan kepadaku Anas bin Malik dia berkata, 'Putra Abu Thalhah meninggal……-dan seterusnya dengan Hadits yang serupa.- (HR. Al-Bukhari: 4496 - sahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia sahabat kuniyah-nya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadis 'aziz diakhir sanad)
Demikian juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 11590 (empat jalur periwayatan, jalur pertama tsulatsiyat) dan 12400 - isnad-nya sahih menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia sahabat kuniyah-nya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hanya saja pada riwayat imam Ahmad: 12400 terdapat tambahan: Anas bin Malik berkata, "lalu lahir darinya banyak anak laki-laki, dan Abdullah bin Abu Thalhah sendiri menjumpai kesyahidan di negeri Persi".
( ... قَالَ فَخَرَجَ مِنْهُ رَجُلٌ كَثِيرٌ قَالَ وَاسْتُشْهِدَ عَبْدُ اللَّهِ بِفَارِسَ)
Demikian Fadilah dan karunia Allah yang agung bagi hamba-Nya yang ikhlas dan sabar lagi bertakwa.
Wallaahu muwaafiq, wallaahu a'lam bish-shawaab.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏