“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

MAKRUHNYA MINUM SAMBIL BERDIRI
Oleh: Samsurizal, MA, C.I.P


MAKRUHNYA MINUM SAMBIL BERDIRI

Imam Muslim meriwayatkan,

حَدَّثَنِي عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي الْفَزَارِيَّ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَمْزَةَ أَخْبَرَنِي أَبُو غَطَفَانَ الْمُرِّيُّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِيَ فَلْيَسْتَقِئْ. (رواه مسلم: ٣٧٧٥)

Telah menceritakan kepadaku 'Abdul Jabbar bin Al 'Alaa`, telah menceritakan kepada kami Marwan yaitu Al Fazari; telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hamzah, telah mengabarkan kepadaku Abu Ghathafan Al Murri bahwa dia mendengar Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian minum sambil berdiri, apabila dia lupa maka muntahkanlah." (HR. Muslim: 3775 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Hadits semakna diriwayatkan oleh imam Ahmad: 7985 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. 

Imam Muslim juga meriwayatkan,

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَجَرَ عَنْ الشُّرْبِ قَائِمًا. (رواه مسلم: ٣٧٧١)

Telah menceritakan kepada kami Haddab bin Khalid, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas bahwa Nabi ﷺ melarang minum sambil berdiri. (HR. Muslim: 3771 - shahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah)

Imam Abu Daud meriwayatkan dengan redaksi "an yasyraba ar-rajulu qaa'imaa" juga hadits ahlul Bashrah, beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا. (رواه أبوداود: ٣٢٢٩)

Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Qatadah dari Anas bahwa Rasulullah ﷺ telah melarang seorang laki-laki minum dalam keadaan berdiri." (HR. Abu Daud: 3229 - shahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah)

Demikian juga diriwayatkan imam Ahmad: 10848 - Isnadnya shahih menurut Syu'aib al-Arna'uth shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H.

Hal ini pernah juga ditanyakan langsung kepada Anas bin Malik oleh Qatadah dikaitkan dengan makan sambil berdiri. Sebagaimana diceritakan oleh imam Muslim,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا قَالَ قَتَادَةُ فَقُلْنَا فَالْأَكْلُ فَقَالَ ذَاكَ أَشَرُّ أَوْ أَخْبَثُ و حَدَّثَنَاه قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ وَلَمْ يَذْكُرْ قَوْلَ قَتَادَةَ. (رواه مسلم: ٣٧٧٢)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Sa'id dari Qatadah dari Anas dari Nabi ﷺ, bahwa beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata, 'Maka kami tanyakan, bagaimana dengan makan?' Anas menjawab, 'Apalagi makan, itu lebih buruk, atau lebih jelek.' Dan telah mengabarkannya pula Qutaibah bin Sa'id dan Abu Bakr bin Abu Syaibah keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' dari Hisyam dari Qatadah dari Anas dari Nabi ﷺ, dengan Hadits yang serupa, namun dia tidak menyebutkan ucapan Qatadah. (HR. Muslim: 3772 - shahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H) 

Demikian juga diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi: 1800, Ahmad: 11888 - shahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah.

Demikian juga hadits masyhur riwayat imam Muslim: 3774,

و حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ وَابْنِ الْمُثَنَّى قَالُوا حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي عِيسَى الْأُسْوَارِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الشُّرْبِ قَائِمًا. (رواه مسلم: ٣٧٧٤)


Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar, dan lafazh ini milik Zuhair dan Ibnu Al Mutsanna, mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu 'Isa Al Uswari dari Abu Sa'id Al Khudri, Bahwa Rasulullah ﷺ melarang minum sambil berdiri. (HR. Muslim: 3774 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Demikian diriwayatkan oleh imam Muslim: 3773 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H.

Selanjutnya diceritakan juga oleh imam Muslim hadits dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ minum sambil berdiri. Sebagaimana hadits riwayat imam Muslim,

و حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ. (رواه مسلم: ٣٧٧٦)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Al Jahdari, telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Ashim dari Asy Sya'bi dari Ibnu 'Abbas ia berkata, "Aku memberi minum dari Air Zam-zam kepada Rasulullah, lalu beliau minum sambil berdiri." (HR. Muslim: 3776 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu Al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Hadits semakna diriwayatkan oleh imam al-Bukhari: 1529 dan 5186, Muslim: 3777,  3778 (masyhur), dan 3779, Ahmad: 2132, 3317, dan 3349 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu Al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H.

Imam Muslim meriwayatkan dengan asbab wurudnya,

و حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ سَمِعَ الشَّعْبِيَّ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ قَائِمًا وَاسْتَسْقَى وَهُوَ عِنْدَ الْبَيْتِ. 

و حَدَّثَنَاه مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ كِلَاهُمَا عَنْ شُعْبَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَفِي حَدِيثِهِمَا فَأَتَيْتُهُ بِدَلْوٍ. (رواه مسلم: ٣٧٧٩)

Telah menceritakan kepadaku 'Ubaidullah bin Mu'adz, telah menceritakan kepada kami Bapakku, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Ashim, dia mendengar dari Asy Sya'bi, dia mendengar Ibnu 'Abbas berkata, Aku memberi minum Rasulullah ﷺ dari air zam-zam, lalu beliau minum sambil berdiri. Waktu itu beliau meminta air ketika beliau berada di samping baitullah (Ka'bah). 

Telah menceritakannya kepada kami Muhammad bin Basyar, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lain; Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Wahb bin Jarir keduanya dari Syu'bah dengan sanad ini. Namun dalam Hadits keduanya disebutkan kalimat, 'lalu aku membawakan gayung untuk beliau.' (HR. Muslim: 3779 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu Al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Ditegaskan juga dengan riwayat imam Ibnu Majah,

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ سَقَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ قَائِمًا فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِعِكْرِمَةَ فَحَلَفَ بِاللَّهِ مَا فَعَلَ. (رواه إبن ماجه: ٣٤١٣)

Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari 'Ashim dari Asy Sya'bi dari Ibnu Abbas dia berkata, "Saya menuangkan air zamzam kepada Nabi ﷺ, beliau lalu meminumnya sambil berdiri, lalu hal itu aku ceritakan kepada Ikrimah, maka dia bersumpah dengan nama Allah atas apa yang dilakukan oleh Rasulullah." (HR. Ibnu Majah: 3413 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu Al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Selanjutnya pada waktu yang lain juga ditemukan riwayat terkait dengan hal di atas. Sebagaimana imam At-Tirmidzi meriwayatkan,

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ جَدَّتِهِ كَبْشَةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَرِبَ مِنْ فِي قِرْبَةٍ مُعَلَّقَةٍ قَائِمًا فَقُمْتُ إِلَى فِيهَا فَقَطَعْتُهُ. 

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَيَزِيدُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ هُوَ أَخُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ وَهُوَ أَقْدَمُ مِنْهُ مَوْتًا. (رواه الترمذي: ١٨١٤)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Yazid bin Jabir dari Abdurrahman bin Abu Amrah dari neneknya Kabsyah, berkata, "Rasulullah ﷺ pernah masuk ke rumahku dan minum dari mulut bejana yang tergantung sambil berdiri lalu aku mengambilnya dan memotong mulut bejana tersebut." 

Abu Isa berkata, Ini merupakan hadits hasan shahih gharib dan Yazid bin Yazid bin Jabir ialah saudaranya Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dan dia lebih dahulu meninggal dari saudaranya. (HR. At-Tirmidzi: 1814 - shahih dari Jabsyah binti Tsabit bin Al-Mundzir, ia shahabat dan negeri hidup Madinah)

Imam ad-Darimi meriwayatkan,

حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ سَلَمَةَ الْخُزَاعِيُّ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ الْبَرَاءِ ابْنِ ابْنَةِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ أُمِّ سُلَيْمٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَرِبَ مِنْ فَمِ قِرْبَةٍ قَائِمًا. (رواه الدارمي: ٢٠٣٢)

Telah menceritakan kepada kami Manshur bin Salamah Al Khuza'i, telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abdul Karim dari Al Bara` cucu Anas, dari Anas dari Ummu Sulaim bahwa Nabi ﷺ minum dari mulut geriba sambil berdiri." (HR. Ad-Darimi: 2032 - isnadnya hasan menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Sahlah bin Milhan bin Khalid, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu Sulaim dan negeri hidup Madinah)

Demikian juga yang dipahami oleh para shahabat, seperti Ali bin Abi Thalib, hal ini terekam dalam riwayat imam Ahmad, beliau berkata:

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ زَاذَانَ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ شَرِبَ قَائِمًا فَنَظَرَ إِلَيْهِ النَّاسُ كَأَنَّهُمْ أَنْكَرُوهُ فَقَالَ مَا تَنْظُرُونَ إِنْ أَشْرَبْ قَائِمًا فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا وَإِنْ أَشْرَبْ قَاعِدًا فَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَاعِدًا. (رواه أحمد: ٧٥٦)

Telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah dari 'Atha' bin As Sa`ib dari Zadzan bahwa Ali bin Abi Thalib minum sambil berdiri kemudian orang-orang melihatnya seakan akan mereka mengingkarinya, maka Ali bertanya, "Ada apa kalian melihat? Jika aku minum sambil berdiri maka sungguh aku telah melihat Nabi ﷺ minum sambil berdiri, dan jika aku minum dengan duduk maka sungguh aku telah melihat Nabi ﷺ minum dengan duduk." (HR. Ahmad: 756 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al-Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)

Ibnu Umar menceritakan dalam riwayat imam At-Tirmidzi,

حَدَّثَنَا أَبُو السَّائِبِ سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَمْشِي وَنَشْرَبُ وَنَحْنُ قِيَامٌ. 

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَرَوَى عِمْرَانُ بْنُ حُدَيْرٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِي الْبَزَرِيِّ عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَأَبُو الْبَزَرِيِّ اسْمُهُ يَزِيدُ بْنُ عُطَارِدٍ. (رواه الترمذي: ١٨٠٢)

Telah menceritakan kepada kami Abu Sa`ib Salm bin Junadah Al Kufi, telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyats dari Ubaidullah bin Umar dari Nafi' dari Ibnu Umar ia berkata, Kami dahulu makan pada zaman Nabi ﷺ sambil berjalan dan kami minum sambil berdiri. 

Berkata Abu 'Isa: Ini merupakan hadits shahih gharib dari haditsnya Ubaidullah bin Umar dari Nafi' dari Ibnu Umar. Dan Imran bin Hudair meriwayatkan hadits ini dari Abil Bazari dari Ibnu Umar dan Abul Bazari bernama Yazid bin 'Utharid. (HR. At-Tirmidzi: 1802 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H. Hadits 'aziz murni, jalur sanad keduanya termasuk tsulatsiyat)

Demikian juga diceritakan oleh imam Ibnu Majah: 3292, Ahmad: 5607 (Rijal tsiqah), ad-Darimi : 2033 (isnadnya shahih dan jayyid) - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H.

Masih jalur sanad Ibnu Umar diriwayat oleh imam Ahmad: 4373, 4535, dan 4601 - isnadnya dha'if. Dalam ketiga sanad hadits ini terdapat periwayat bernama Yazid bin 'Utharid, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Abdullah Bazariy. Ia dinilai ulama kritikus hadits seperti Ibnu Hibban menilainya tsiqah, sedangkan adz-Dzahabi menilainya majhul.

Hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa apa yang dilakukan Rasulullah ﷺ tersebut (minum sambil berdiri) karena kondisi darurat. Riwayat tersebut bersumber dari para sahabat utama, yaitu Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Abu Sa'id Al Khudri, Abu Hurairah, dan Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab bin Nufail. Dilihat dari jalur periwayatan maka jalur periwayatan yang "melarang" lebih banyak daripada riwayat lainnya. Oleh karena itu, melarang minum sambil berdiri lebih utama daripada selainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]