MUNCULNYA BID'AH DAN MEMAHAMINYA
Oleh: Samsurizal, MA, C.I.P
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Bid'ah, sesuatu yang dipertentangkan di kalangan umat setelah masa hidupnya Rasulullah ﷺ terkait dengan hal-hal yang baru yang bertentangan dengan al-Qur'an, as-Sunnah, dan penjelasan para shahabat yang mendapat petunjuk atau berpikiran sehat. Sebaliknya, jika hal-hal yang baru itu tidak bertentangan dengan kandungan dari sumber-sumber terdahulu maka hal tersebut bukan termasuk dalam lingkup dimaksud. Oleh karenanya, diantara bid'ah tersebut dimaksudkan kepada perubahan dan penambahan syari`at yang diajarkan dalam ajaran Islam. Seperti memasukkan ajaran baru, dengan menyatakan itu ajaran Islam tanpa ada penjelasan secara jelas dari nash. Begitu juga, jika terjadi perbedaan yang tidak bisa dicarikan solusinya oleh para ulama mesti dikembalikan kepada nash Al-Qur'an dan as-Sunnah. Selanjutnya, terkait dengan masalah muamalah tentu sudah menjadi pengetahuan umum bahwa setiap muamalah itu boleh sampai ditemukan atau ada Nash yang melarang. Nah, bid'ah dikatakan sesat sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Majusi di masa lalu. Dimana peribadatan dilakukan kepada selain Allah. Hal ini terbukti, setelah Nabi Muhammad wafat bermunculan nabi-nabi palsu yang membawa ajaran baru ke dalam Islam yang murni bertauhid meng-esa-kan Allah.
Cermati dengan seksama riwayat-riwayat di bawah ini:
Imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرٍو السُّلَمِيِّ عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَجْرَ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ لَهَا الْأَعْيُنُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ قُلْنَا أَوْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا قَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى بَعْدِي اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ. (رواه أحمد: ١٦٥٢١)
Telah menceritakan kepada kami Adh-Dhahak bin Mukhlad dari Tsaur dari Khalid bin Ma'dan dari Abdurrahman bin 'Amr As-Sulami dari Al 'Irbadh bin Sariyah berkata, Rasulullah ﷺ salat fajar (subuh) bersama kami, lalu beliau menghadap kepada kami dan memberi nasihat kepada kami dengan nasihat mendalam, yang menyebabkan air mata bercucuran dan hati tergetar. Kami bertanya atau mereka berkata, "Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasihat perpisahan, maka wasiatkanlah kepada kami." Beliau bersabda, "Saya wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengarkan dan taat walau kepada budak dari Habasyah (yang hitam). Sungguh siapa yang hidup di antara kalian akan melihat perselisihan yang banyak. Berpeganglah dengan sunahku dan sunah Khulafa' Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah oleh kalian dengan gigi geraham. Hindarilah oleh kalian hal-hal yang baru, sesungguhnya setiap hal yang baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat. (HR. Ahmad: 16521 - shahih dari Irbadh bin Syariyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Najih negeri hidup Syam dan wafat tahun 75 H)
Demikian juga diriwayatkan oleh imam Abu Daud: 3991(hadits `aziz dipertengahan sanad yaitu diriwayatkan dari Irbadh bin Sariyah oleh dua orang tabi'in yaitu `Abdur Rahman bin `Amru bin `Abasah dan Hujr bin Hujr keduanya dari Syam), Ad-Darimi: 95 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Irbadh bin Sariyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Najih negeri hidup Syam dan wafat tahun 75 H.
Kemudian terkait juga dengan riwayat imam Abu Daud terdapat beberapa penjelasan dari imam At-Tirmidzi dalam riwayat beliau. Sebagaimana mana terdapat dalam kitab sunannya. Ia berkata:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرٍو السُّلَمِيِّ عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَعْدَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ رَجُلٌ إِنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّهَا ضَلَالَةٌ فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ .
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رَوَى ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرٍو السُّلَمِيِّ عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا.
حَدَّثَنَا بِذَلِكَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرٍو السُّلَمِيِّ عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ.
وَالْعِرْبَاضُ بْنُ سَارِيَةَ يُكْنَى أَبَا نَجِيحٍ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ حُجْرِ بْنِ حُجْرٍ عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ. (رواه الترمذي: ٢٦٠٠)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah bin al Walid dari Bahir bin Sa'd dari Khalid bin Ma'dan dari Abdurrahman bin Amru as Sulami dari al 'Irbadh bin Sariyah dia berkata, suatu hari Rasulullah ﷺ memberi wejangan kepada kami setelah salat Subuh wejangan yang sangat menyentuh sehingga membuat air mata mengalir dan hati menjadi gemetar. Maka seorang sahabat berkata, 'seakan-akan ini merupakan wejangan perpisahan, lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami ya Rasulullah?' Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku wasiatkan kepada kalian untuk (selalu) bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun terhadap seorang budak habasyi, sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang hidup akan melihat perselisihan yang sangat banyak, maka jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya hal itu merupakan kesesatan. Barang siapa diantara kalian yang menjumpai hal itu hendaknya dia berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham."
Abu Isa berkata, hadits ini adalah hadits hasan shahih, Tsaur bin Yazid, telah meriwayatkannya dari Khalid bin Ma'dan dari Abdurrahman bin 'Amru as sulami dari Al 'Irbadh bin Sariyah dari Nabi ﷺ, seperti hadits di atas.
Dan telah menceritakan kepada kami seperti itu Al Hasan bin Ali al Khallal dan tidak tidak hanya satu orang saja, mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari Tsaur bin Yazid dari Khalid bin Ma'dan dari Abdurrahman bin 'Amru as sulami dari Al 'Irbadh bin Sariyah dari Nabi ﷺ, seperti hadits di atas.
Dan Al 'Irbadh bin Sariyah mempunyai kunyah Abu Najih. Dan telah diriwayatkan hadits ini dari Hujr bin Hujr dari 'Irbadh bin Sariyah dari Nabi ﷺ seperti hadits di atas. (HR. At-Tirmidzi: 2600 - shahih dari Irbadh bin Sariyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Najih negeri hidup Syam dan wafat tahun 75 H)
Selanjutnya diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah tanpa menyebutkan "setelah shalat subuh". Beliau meriwayatkan,
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بَشِيرِ بْنِ ذَكْوَانَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي الْمُطَاعِ قَالَ سَمِعْتُ الْعِرْبَاضَ بْنَ سَارِيَةَ يَقُولُ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَعَظْتَنَا مَوْعِظَةَ مُوَدِّعٍ فَاعْهَدْ إِلَيْنَا بِعَهْدٍ فَقَالَ عَلَيْكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا وَسَتَرَوْنَ مِنْ بَعْدِي اخْتِلَافًا شَدِيدًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَالْأُمُورَ الْمُحْدَثَاتِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ. (رواه إبن ماجه: ٤٢)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ahmad bin Basyir bin Dzakwan Ad Dimasyqi berkata, telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al 'Ala` berkata, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abi Al Mutha' ia berkata, aku mendengar 'Irbadl bin Sariyah berkata, "Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri di tengah-tengah kami. Beliau memberi nasihat yang sangat menyentuh, membuat hati menjadi gemetar, dan airmata berlinangan. Lalu dikatakan, "Wahai Rasulullah, engkau telah memberikan nasihat kepada kami satu nasihat perpisahan, maka berilah kami satu wasiyat." Beliau bersabda, "Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meski kepada seorang budak Habasyi. Dan sepeninggalku nanti, kalian akan melihat perselisihan yang sangat dahsyat, maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham, dan jangan sampai kalian mengikuti perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya semua bid'ah itu adalah sesat." (HR. Ibnu Majah: 42 - shahih dari Irbadh bin Sariyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Najih negeri hidup Syam dan wafat tahun 75 H. Hadits ahlul Syam)
Diceritakan oleh imam Ahmad
حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو السُّلَمِيُّ وَحُجْرُ بْنُ حُجْرٍ قَالَا أَتَيْنَا الْعِرْبَاضَ بْنَ سَارِيَةَ وَهُوَ مِمَّنْ نَزَلَ فِيهِ { وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ } فَسَلَّمْنَا وَقُلْنَا أَتَيْنَاكَ زَائِرِينَ وَعَائِدِينَ وَمُقْتَبِسِينَ فَقَالَ عِرْبَاضٌ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا فَقَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ فَتَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.
حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنِي بَحِيرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنِ ابْنِ أَبِي بِلَالٍ عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَظَهُمْ يَوْمًا بَعْدَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ فَذَكَرَهُ.
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ أَبِي بِلَالٍ عَنِ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَظَهُمْ يَوْمًا بَعْدَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ فَذَكَرَهُ. (رواه أحمد: ١٦٥٢٢)
Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim, telah menceritakan kepada kami Tsaur bin Yazid, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Ma'dan berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin 'Amr As-Sulami dan Hujr bin Hujr berkata, kami mendatangi Al 'Irbadl bin Sariyah dia adalah termasuk orang yang menyebabkan turunnya ayat, 'Dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu " Lalu kami mengucapkan salam dan kami katakan, "Kami mendatangi Anda, dalam rangka mengunjungi, kembali dan mencari ilmu. lalu 'Irbadl berkata, "Rasulullah ﷺ salat Subuh bersama kami pada suatu hari, lalu beliau menemui kami dan memberi nasihat yang sangat mengena, yang menyebabkan mata bercucuran dan hati menjadi tergetar. Lalu ada seseorang yang bertanya, "Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasihat perpisahan, maka apa yang Anda wasiatkan kepada kami." Beliau bersabda, "Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat walau kepada budak dari Habasyah. Sungguh siapa yang hidup di antara kalian setelahku akan melihat perselisihan yang banyak. Berpeganglah dengan sunahku dan sunnah Khulafa' Rasyidin yang mendapat petunjuk. Berpegang teguhlah dan gigitlah dengan gigi geraham. Hindarilah kalian hAl hal yang baru, sesungguhnya setiap hal yang baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah ada sesat.
Telah menceritakan kepada kami Haiwah bin Syuraih, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, telah menceritakan kepadaku Bahir bin Sa'ad dari Khalid bin Ma'dan dari Ibnu Abu Bilal dari Al 'Irbadh bin Sariyah, ia menceritakan kepada mereka sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah memberi nasihat kepada mereka pada suatu hari setelah salat Subuh, lalu dia sebutkan.
Telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Hisyam Ad-Dustuwa'i dari Yahya bin Abu Katsir dari Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits dari Khalid bin Ma'dan dari Abu Bilal dari Al 'Irbadh bin Sariyah, dia menceritakan kepada mereka sesungguhnya Rasulullah ﷺ memberi nasihat kepada mereka pada suatu hari setelah salat Subuh, lalu dia menyebutkanya secara lengkap. (HR. Ahmad: 16522 - shahih dari Irbadh bin Sariyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Najih negeri hidup Syam dan wafat tahun 75 H. Hadits ini masyhur dikalangan tabi'in karena diriwayatkan dari seorang shahabat yaitu Irbadh bin Sariyah oleh lebih dari tiga orang tabi'in yaitu `Abdurrahman bin `Amru, Hujr bin Hujr, Ibn Abu Bilal, dan Abu Bilal)
Sebagai contoh pernyataan
أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ مَا ابْتَدَعَ رَجُلٌ بِدْعَةً إِلَّا اسْتَحَلَّ السَّيْف. (رواه الدارمي: ٩٩)
Telah mengabarkan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Kilabah ia berkata, "Tidaklah seorang berbuat bid'ah kecuali ia menghalalkan pedang ditebaskan". (HR. Ad-Darimi: 99 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari 'Abdullah bin Zaid bin `Amru bin Nabil, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Qilabah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 104 H. Hadits mauquf dari Ahlul Bashrah)
Adapun contoh yang bertentangan dengan hadits yang shahih, diriwayatkan oleh imam Ahmad:
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ بِشْرِ بْنِ حَرْبٍ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ إِنَّ رَفْعَكُمْ أَيْدِيَكُمْ بِدْعَةٌ مَا زَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى هَذَا يَعْنِي إِلَى الصَّدْرِ. (رواه أحمد: ٥٠١٣)
Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Hammad dari Bisyr bin Harb, Aku mendengar Ibnu Umar berkata, "Sesungguhnya mengangkat tangannya kalian adalah termasuk bid'ah, karena Rasulullah ﷺ tidak melebihi dari ini, yakni sebatas dada." (HR. Ahmad: 5013 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al-Arna'uth dari `Abdullah bin `Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Catatan: dapam riwayat imam Ahmad: 5013 terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama kritikus hadits. Ia adalah Bisyir bin Harbi, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu `Amru dan negeri hidup Bashrah. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, Abu Zur'ah, An-Nasa'i, adz-Dzahabi menilainya dha'if. Ahmad bin Hambal dan Al Hakim menilainya laisa bi qawi, dan Abu Daud menilainya laisa bi syai'. Sedangkan al-'Ajli menilainya dha'iful hadits. Terkait dengan matan hadits dalam hadits yang shahih dijelaskan bahwa Rasulullah ﷺ mengangkat tangan ketika takbir tidak hanya sebatas dada saja sebagaimana dinyatakan dalam hadits di atas. Seperti diriwayatkan imam Muslim: 608 dari Wail bin Hajar bin Sa'ad bahwa beliau melihat Nabi ﷺ,
" ... أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ كَبَّرَ وَصَفَ هَمَّامٌ حِيَالَ أُذُنَيْهِ ...".
"Bahwasanya dia melihat Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya ketika masuk salat, bertakbir." Hammam menggambarkannya, "Di hadapan kedua telinganya ... ". (HR. Muslim: 608 - shahih dari Wail bin Hajar bin Sa'ad)
Dengan demikian hadits riwayat imam Ahmad: 5013 adalah dha'if sanad dan matan-nya.
Terakhir, imam Ad-Darimi meriwayatkan,
أَخْبَرَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ حَسَّانَ قَالَ مَا ابْتَدَعَ قَوْمٌ بِدْعَةً فِي دِينِهِمْ إِلَّا نَزَعَ اللَّهُ مِنْ سُنَّتِهِمْ مِثْلَهَا ثُمَّ لَا يُعِيدُهَا إِلَيْهِمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. (رواه الدارمي: ٩٨)
Telah mengabarkan kepada kami Abu Al Mughirah, telah menceritakan kepada kami Al `Auza'i dari Hassan ia berkata, "Tidaklah suatu kaum membuat satu bid'ah dalam agama mereka melainkan Allah Subhaanallahu wa Ta'ala akan mencabut dari sunnah mereka seperti bagian bid'ah (yang mereka perbuat) kemudian Dia tidak mengembalikan lagi sunnah tersebut sampai hari kiamat". (HR. Ad-Darimi: 98 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Hasan bin `Athiyah, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Bakar dan negeri hidup Syam. Hadits ahlul Syam dan bukan hadits tsulatsiyat yang dimaksud dalam ilmu hadits karena tidak dari seorang shahabat)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏