“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


CIPTAAN DAN SIAPA YANG MENCIPTAKAN ALLAH?
(Tantangan dan Perdebatan Sia-sia)
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Imam Muslim meriwayatkan,

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ وَاللَّفْظُ لِهَارُونَ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ النَّاسُ يَتَسَاءَلُونَ حَتَّى يُقَالَ هَذَا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ فَمَنْ وَجَدَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ
و حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْمُؤَدِّبُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ مَنْ خَلَقَ السَّمَاءَ مَنْ خَلَقَ الْأَرْضَ فَيَقُولُ اللَّهُ ثُمَّ ذَكَرَ بِمِثْلِهِ وَزَادَ وَرُسُلِهِ. (رواه مسلم: ١٩٠)

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Muhammad bin Abbad dan lafazh tersebut milik Harun, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam dari bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Manusia senantiasa bertanya-tanya hingga ditanyakan, 'Ini, Allah menciptakan makhluk, lalu siapakah yang menciptakan Allah', maka barang siapa mendapatkan sesuatu dari hal tersebut, maka hendaklah dia berkata, 'Aku beriman kepada Allah.'" Dan telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan, telah menceritakan kepada kami Abu an-Nadlar, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id al-Mu'addib dari Hisyam bin Urwah dengan sanad ini, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Setan datang kepada salah seorang dari kalian lalu berkata, 'Siapakah yang menciptakan langit, siapakah yang menciptakan bumi?' lalu dia menjawab, 'Allah', kemudian menyebutkan dengan semisalnya, dan dia menambahkan kalimat, 'Dan rasul-Nya'. (HR. Muslim: 190 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Masyhur diakhir sanad dengan tiga jalur sanad)

Hadits semakna diriwayatkan oleh imam Muslim,

حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ يَسْأَلُونَكُمْ عَنْ الْعِلْمِ حَتَّى يَقُولُوا هَذَا اللَّهُ خَلَقَنَا فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ قَالَ وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِ رَجُلٍ فَقَالَ صَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ قَدْ سَأَلَنِي اثْنَانِ وَهَذَا الثَّالِثُ أَوْ قَالَ سَأَلَنِي وَاحِدٌ وَهَذَا الثَّانِي
و حَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَيَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ وَهُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِمِثْلِ حَدِيثِ عَبْدِ الْوَارِثِ غَيْرَ أَنَّهُ لَمْ يَذْكُرْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْإِسْنَادِ وَلَكِنْ قَدْ قَالَ فِي آخِرِ الْحَدِيثِ صَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ. (رواه مسلم: ١٩٢)

Telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Abd ash-Shamad dia berkata, telah menceritakan kepada kami bapakku dari kakekku dari Ayyub dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Manusia akan senantiasa bertanya kepadamu tentang ilmu hingga mereka bertanya, 'Ini Allah yang menciptakan kami, lalu siapa yang menciptakan Allah?" Abu Hurairah berkata sambil memegang tangan seorang laki-laki, "Allah dan rasul-Nya benar, dua orang laki-laki telah menanyakannya kepadaku, dan ini orang yang ketiga, atau dia berkata, 'Salah seorang telah bertanya kepadaku, dan ini orang yang kedua." Dan telah menceritakan kepadaku tentangnya Zuhair bin Harb dan Ya'qub ad-Dauraqi keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail -yaitu Ibnu Ulayyah- dan Ayyub dari Muhammad dia berkata, "Abu Hurairah berkata, "Senantiasa manusia bertanya, " sebagaimana hadits Abdul Warits, hanya saja dia tidak menyebutkan Nabi ﷺ dalam sanad tersebut, tetapi dalam hadits tersebut ia menyebutkan, "Allah dan rasul-Nya benar." (HR. Muslim: 192 - dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Masyhur diakhir sanad dengan tiga jalur sanad)

Dan,

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بُرْقَانَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ الْأَصَمِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَسْأَلَنَّكُمْ النَّاسُ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى يَقُولُوا اللَّهُ خَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَمَنْ خَلَقَهُ. (رواه مسلم: ١٩٤)

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim, telah menceritakan kepada kami Katsir bin Hisyam, telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Burqan, telah menceritakan kepada kami Yazid bin al-Asham dia berkata, "Aku mendengar Abu Hurairah berkata, 'Rasulullah ﷺ bersabda, "Manusia akan bertanya kepada kalian tentang segala sesuatu hingga mereka berkata, 'Allah telah menciptakan segala sesuatu, lalu siapa yang menciptakan-Nya?.'" (HR. Muslim: 194 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Kemudian,

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ صَبَّاحٍ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنَا وَرْقَاءُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنْ يَبْرَحَ النَّاسُ يَتَسَاءَلُونَ حَتَّى يَقُولُوا هَذَا اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ. (رواه مسلم: ٦٧٥٢)

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Shabbah, telah menceritakan kepada kami Syababah, telah menceritakan kepada kami Warqa' dari Abdullah bin Abdurrahman aku mendengar Anas bin Malik berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Manusia tidak henti-hentinya bertanya hingga saling bertanya 'Allah adalah pencipta segala sesuatu, lantas siapa yang menciptakan Allah?'. (HR. Muslim: 6752 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)

Sedangkan imama Ahmad meriwayatkan dengan sebab pertanyaan tersebut muncul sebagaimana beliau meriwayatkan,

حَدَّثَنَا كَثِيرٌ حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ الْأَصَمِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَسْأَلَنَّكُمْ النَّاسُ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى يَقُولُوا اللَّهُ خَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَمَنْ خَلَقَهُ.

قَالَ يَزِيدُ فَحَدَّثَنِي نَجَبَةُ بْنُ صَبِيغٍ السُّلَمِيُّ أَنَّهُ رَأَى رَكْبًا أَتَوْا أَبَا هُرَيْرَةَ فَسَأَلُوهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ مَا حَدَّثَنِي خَلِيلِي بِشَيْءٍ إِلَّا وَقَدْ رَأَيْتُهُ وَأَنَا أَنْتَظِرُهُ قَالَ جَعْفَرٌ بَلَغَنِي أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَأَلَكُمْ النَّاسُ عَنْ هَذَا فَقُولُوا اللَّهُ كَانَ قَبْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَاللَّهُ كَائِنٌ بَعْدَ كُلِّ شَيْءٍ. (رواه أحمد: ١٠٥٣٤)

Telah menceritakan kepada kami Katsir berkata, telah menceritakan kepada kami Ja'far berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Al Asham dari Abu Hurairah berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, manusia benar-benar akan bertanya kepada kalian tentang segala sesuatu hingga mereka berkata, 'Allah telah menciptakan segala sesuatu, lalu siapa yang menciptakan-Nya?'"

Yazid berkata, "Najabah bin Shabigh As Sulami menceritakan kepadaku, bahwa ia melihat sekelompok orang mendatangi Abu Hurairah menanyakan tentang hal itu, maka ia pun menjawab, "Allahu Akbar, kekasihku tidak pernah menceritakan kepadaku tentang sesuatu, kecuali aku telah menyaksikannya, dan sekarang aku sedang menanti pertanyaan ini." Ja'far berkata, telah sampai kepadaku bahwasanya Nabi ﷺ bersabda, "Jika orang-orang bertanya tentang hal ini maka katakanlah bahwa Allah ada sebelum segala sesuatu, dan Allah lah yang menciptakan segala sesuatu, dan Allah tetap ada setelah segala sesuatu (tiada)." (HR. Ahmad: 10534 - isnadnya shahih (jalur pertama) isnadnya dha'if (jalur sanad kedua) menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Catatan: pada jalur sanad kedua, terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) yaitu Najabah bin Shabigh, ia tabi'in kalangan biasa. Ia dinilai periwayat majhul.

Berbeda dengan riwayat di atas, Muharrar bin Abi Hurairah meriwayatkan dari bapaknya (Abu Hurairah). Sebagaimana hadits riwayat imam Ahmad. Beliau berkata,

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ مُجَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَامِرٌ عَنِ الْمُحَرِّرِ بْنِ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ النَّاسُ يَسْأَلُونَ حَتَّى يَقُولُوا كَانَ اللَّهُ قَبْلَ كُلِّ شَيْءٍ فَمَا كَانَ قَبْلَهُ. (رواه أحمد: ٩١٩٩)

Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Mujalid berkata, telah menceritakan kepada kami 'Amir dari Al Muharrir bin Abu Hurairah dari bapaknya berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang-orang akan terus bertanya hingga mereka akan berkata, 'Allah ada sebelum segala sesuatu, maka siapakah sebelum Dia.'" (HR. Ahmad: 9199 - shahih, isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Isnad hadits riwayat imam Ahmad: 9199 dha'if, karena terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama kritikus hadits: Mujallid bin Sa'id bin 'Umair, ia tabi'in [tidak jumpa shahabat] kuniyahnya Abu 'Amru negeri hidup Kufah dan wafat tahun 144 H. Ibnu Hajar dan an Nasa'i menilainya laisa bi qawi. Yahya bin Ma'in menilainya dha'if. Ibnu Sa'ad menilainya dha'iful hadits. Sedangkan imam Al Bukhari menilainya shaduq, disebutkan dalam adh Dhu'afa'. Ibnu Hajar berkomentar, "berubah diakhir usianya".

Tantangan Allah terhadap ciptaan-Nya,

وَبِالْإِسْنَادِ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ خَلَقَ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا بَعُوضَةً أَوْ لِيَخْلُقُوا ذَرَّةً. (رواه أحمد: ٩٤٤٨)

Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari Abu Hurairah, dan dengan sanadnya, Rasulullah ﷺ bersabda, yang dimaksud firman Allah 'Azza wa Jalla, "Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menciptakan seperti ciptaan-Ku, hendaklah mereka menciptakan seekor nyamuk atau sebiji sawi." (HR. Ahmad: 9448 - shahih, isnadnya hasan menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Jalur sanad dimaksud adalah sama dengan sanad hadits riwayat imam Ahmad: 9431, beliau berkata:

حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ. (رواه أحمد: ٩٤٣١)

Telah menceritakan kepada kami Yazid berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin 'Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, aku beristighfar dan bertobat kepada Allah 'Azza wa Jalla seratus kali dalam sehari." (HR. Ahmad: 9431 - shahih, isnadnya hasan menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Hadits senada dengan riwayat imam Ahmad: 9448, juga diriwayatkan dalam jalur sanad berbeda. Beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ وَأَبُو عُبَيْدَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ خَلَقَ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا بَعُوضَةً وَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً قَالَ أَبُو عُبَيْدَةَ يَخْلُقُ. (رواه أحمد: ١٠٣٩٩)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid dan Abu Ubaidah dari Muhammad bin 'Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Dan siapakah yang lebih zalim dari orang yang mencipta sebagaimana ciptaan-Ku, maka hendaklah ia menciptakan seekor nyamuk dan hendaklah ia menciptakan sebutir atom." Abu Ubaidah menyebutkan, "Menciptakan." (HR. Ahmad: 10399 - shahih, isnadnya hasan menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits 'aziz diakhir sanadnya)

Hadits semakna diriwayat juga oleh imam Ahmad, beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
رَفَعَ الْحَدِيثَ قَالَ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ خَلَقَ خَلْقًا كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا مِثْلَ خَلْقِي ذَرَّةً أَوْ ذُبَابَةً أَوْ حَبَّةً. (رواه أحمد: ٨٧٩١)

Telah menceritakan kepada kami Aswad bin 'Amir, telah menceritakan kepada kami Syarik dari Umarah bin Al Qa'qa' dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah -dan ia memarfu'kan hadits ini, - "Dan siapakah yang lebih zalim dari orang yang mencipta seperti ciptaan-Ku, maka hendaklah mereka mencipta seperti ciptaan-Ku, jagung, lalat atau biji." (HR. Ahmad: 8721 - shahih, isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Padahal semua sanadnya maqbul)

Semakna dengan hadits riwayat imam Ahmad: 8721, juga diriwayatkan oleh imam Al Bukhari. Beliau berkata,

حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ قَالَ
دَخَلْتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ دَارًا بِالْمَدِينَةِ فَرَأَى أَعْلَاهَا مُصَوِّرًا يُصَوِّرُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا حَبَّةً وَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً ثُمَّ دَعَا بِتَوْرٍ مِنْ مَاءٍ فَغَسَلَ يَدَيْهِ حَتَّى بَلَغَ إِبْطَهُ فَقُلْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَشَيْءٌ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مُنْتَهَى الْحِلْيَةِ. (رواه البخاري: ٥٤٩٧)

Telah menceritakan kepada kami Musa, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami 'Umarah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Zur'ah, ia berkata: "Aku pernah memasuki rumah (milik salah seorang) penduduk Madinah bersama Abu Hurairah, lalu ia melihat seseorang tengah melukis sesuatu di atap rumahnya, lantas ia katakan, 'Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang membuat ciptaan seperti halnya ciptaan-Ku. Maka hendaklah mereka menciptakan biji-bijian dan ciptakanlah seekor semut!' Kemudian Abu Hurairah meminta bejana air untuk berwudu, ia pun mencuci kedua tangannya hingga ketiaknya." Lantas aku bertanya: "Wahai Abu Hurairah, apakah engkau mendengar dari Rasulullah ﷺ (tentang hal ini)?" Ia menjawab: "Inilah yang akan menjadi cahaya di hari Kiamat kelak." (HR. Al Bukhari: 5497 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Dan, redaksi semakna:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً أَوْ لِيَخْلُقُوا حَبَّةً أَوْ شَعِيرَةً. (رواه البخاري: ٧٠٠٤)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al 'Ala', telah menceritakan kepada kami Ibn Fudlail dari 'Umarah dari Abu Zur'ah ia mendengar Abu Hurairah radhiallahu'anhu berkata, "Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Siapa yang lebih zalim daripada orang yang mencipta seperti ciptaan-Ku, hendaklah ia cipta biji sawi, atau biji tepung, atau biji gandum!". (HR. Al Bukhari: 7004 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Sedangkan imam Muslim meriwayatkan,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَأَلْفَاظُهُمْ مُتَقَارِبَةٌ قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ فِي دَارِ مَرْوَانَ فَرَأَى فِيهَا تَصَاوِيرَ فَقَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ خَلْقًا كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً أَوْ لِيَخْلُقُوا حَبَّةً أَوْ لِيَخْلُقُوا شَعِيرَةً
و حَدَّثَنِيهِ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَأَبُو هُرَيْرَةَ دَارًا تُبْنَى بِالْمَدِينَةِ لِسَعِيدٍ أَوْ لِمَرْوَانَ قَالَ فَرَأَى مُصَوِّرًا يُصَوِّرُ فِي الدَّارِ فَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ وَلَمْ يَذْكُرْ أَوْ لِيَخْلُقُوا شَعِيرَةً. (رواه مسلم: ٣٩٤٧)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin 'Abdillah bin Numair serta Abu Kuraib lafazh yang berbeda-beda, mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail dari 'Umarah dari Abu Zur'ah ia berkata, "Saya dan Abu Hurairah pernah masuk ke rumah Marwan. Abu Hurairah melihat beberapa gambar di dalam rumah tersebut dan berkata, 'Saya pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 'Siapa lagi orang yang lebih zalim daripada orang yang mencoba membuat ciptaan seperti makhluk-Ku? Cobalah jika bisa mereka membuat atom, atau menciptakan biji-bijian, ataupun menciptakan jelai." Dan telah menceritakannya kepada ku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Jarir dari 'Umarah dari Abu Zur'ah ia berkata, Aku dan Abu Hurairah pernah masuk ke sebuah rumah di kota Madinah milik Sa'id atau Marwan. Abu Zur'ah berkata, kemudian Abu Hurairah melihat beberapa gambar di dalam rumah tersebut. Lalu dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda -dengan Hadits yang serupa- namun tidak menyebutkan lafazh 'atau menciptakan jelai.' (HR. Muslim: 3947 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits 'aziz diakhir sanadnya dengan empat jalur sanad)

Hadits pendukung ditemukan dalam ensiklopedi hadis 9 imam sebanyak 8 buah dengan redaksi dan makna yang sama yaitu terkait dengan tantangan Allah untuk menandingi ciptaan-Nya. Hadits dimaksud adalah HR. Al Bukhari: 5497 dan 7004, Ahmad: 6869, 7209, 8716, 8721, 9448, dan 10399. Semua hadits dimaksud telah dituliskan di atas dan sumber riwayatkanya dari Abu Hurairah. Dengan demikian dipahami bahwa hadits-hadits tersebut diriwayatkan secara makna dan dengan redaksi tafshil (merinci) contoh tantang Allah. Dan, pada akhirnya berujung kepada pelemahan kemampuan manusia untuk mencipta seperti ciptaan Allah adalam wujud yang sama. Wallaahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]