KAPAN DOA QUNUT DIBACA?
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarkaatuh
Doa adalah otak sekalian ibadah yang berpotensi menguatkan seseorang dengan segala harapan-harapannya. Sehingga, jika seseorang meninggalkannya dicap sebagai orang yang sombong yang ingkar terhadap keterbatasannya dan tidak bersyukur dengan apa yang Allah anugerahkan kepadanya. Oleh sebab itu, salah satu untuk mengekspresikannya dalam bentuk doa qunut yang bertujuan memohonkan kecelakaan kepada Allah untuk orang yang telah membangkang kepada kebenaran dan aturan-aturan Allah dan rasul-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗفَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ. (قرآن سورة النمر/٣٩: ٢٢)
Maka, apakah orang yang Allah bukakan hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka, celakalah mereka yang hatinya membatu dari mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(QS. Az-Zumar/39: 22)
Imam Al Bukhari meriwayatkan,
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
كَانَ الْقُنُوتُ فِي الْمَغْرِبِ وَالْفَجْرِ. (رواه البخاري: ٧٥٦)
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Abu Al Aswad berkata, telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Khalid Al Hadzdza' dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu berkata, "Doa qunut itu ada dalam salat Magrib dan Subuh." (HR. Al Bukhari: 756 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Demikian juga lafazh hadits riwayat imam Al Bukhari: 949 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H, hadits ahlul Bashrah.
Selanjutnya bagaimana doa qunut dibaca?
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
سَأَلْتُهُ عَنْ الْقُنُوتِ قَبْلَ الرُّكُوعِ أَوْ بَعْدَ الرُّكُوعِ فَقَالَ قَبْلَ الرُّكُوعِ قَالَ قُلْتُ فَإِنَّ نَاسًا يَزْعُمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ بَعْدَ الرُّكُوعِ فَقَالَ إِنَّمَا قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أُنَاسٍ قَتَلُوا أُنَاسًا مِنْ أَصْحَابِهِ يُقَالُ لَهُمْ الْقُرَّاءُ. (رواه مسلم: ١٠٨٩)
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari 'Ashim dari Anas, kata 'Ashim; Aku pernah bertanya kepada Anas tentang doa qunut, apakah sebelum ataukah setelah rukuk?, Anas menjawab, "Sebelum rukuk." Ashim mengatakan; Aku berkata, "Namun orang-orang beranggapan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan qunut setelah rukuk." Anas menjawab, "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ melakukan qunut selama sebulan, beliau mendoakan kebinasaan untuk orang-orang yang membantai sahabatnya yang dijuluki Al Qurra' (Para Ahlul Qur'an)." (HR. Muslim: 1089 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H, hadits 'aziz diakhir sanad)
Lebih rincinya diceritakan dalam riwayat imam Al Bukhari: 2934, bahwa beliau berkata:
حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ الْقُنُوتِ قَالَ قَبْلَ الرُّكُوعِ فَقُلْتُ إِنَّ فُلَانًا يَزْعُمُ أَنَّكَ قُلْتَ بَعْدَ الرُّكُوعِ فَقَالَ كَذَبَ ثُمَّ حَدَّثَنَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَنَتَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ قَالَ بَعَثَ أَرْبَعِينَ أَوْ سَبْعِينَ يَشُكُّ فِيهِ مِنْ الْقُرَّاءِ إِلَى أُنَاسٍ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَعَرَضَ لَهُمْ هَؤُلَاءِ فَقَتَلُوهُمْ وَكَانَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهْدٌ فَمَا رَأَيْتُهُ وَجَدَ عَلَى أَحَدٍ مَا وَجَدَ عَلَيْهِمْ. (رواه البخاري: ٢٩٣٤)
Telah bercerita kepada kami Abu an-Nu'man, telah bercerita kepada kami Tsabit bin Azid, telah bercerita kepada kami 'Ashim berkata aku bertanya kepada Anas radhiallahu'anhu tentang (membaca doa) qunut sebelum rukuk. Aku katakan, "Seseorang berpendapat bahwa Anda mengatakan qunut setelah rukuk?" Maka dia menjawab, "Orang itu berdusta." Kemudian dia bercerita kepada kami dari Nabi ﷺ bahwa beliau pernah membaca doa qunut setelah rukuk untuk memohon kebinasaan orang-orang yang masih hidup dari Bani Sulaim." Dia berkata, "Beliau mengutus empat puluh atau tujuh puluh, (dia ragu jumlah pastinya), para penghafal Al-Qur'an kepada beberapa orang musyrikin lalu beliau menawarkan para penghafal Al-Qur'an itu kepada mereka namun mereka membantainya. Saat itu antara mereka dan Nabi ﷺ sudah ada perjanjian. Aku belum pernah melihat Beliau marah seperti marahnya beliau terhadap para pembantai itu". (HR. Al Bukhari: 2934 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H, hadits ahlul Bashrah)
Tujuannya mendoakan kebinasaan untuk suku tertentu yang memusuhi Islam. Imam Al Bukhari meriwayatkan,
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَنَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ. (رواه البخاري: ٩٤٨)
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Za'idah dari At Taimi dari Abu Mijlaz dari Anas bin Malik ia berkata, "Nabi ﷺ pernah melaksanakan qunut selama satu bulan untuk mendoakan (kebinasaan) atas suku Ri'la dan Dzakwan." (HR. Al Bukhari: 948 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Sebab didoakan celaka adalah sebagaimana alasan yang direkam dalam riwayat berikut:
و حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى وَاللَّفْظُ لِابْنِ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ يَدْعُو عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَيَقُولُ عُصَيَّةُ عَصَتْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ. (رواه مسلم: ١٠٨٧)
Dan telah menceritakan kepadaku 'Ubaidullah bin Mu'adz Al 'Anbari dan Abu Kuraib dan Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Abdul A'la sedangkan lafadznya milik Muadz, telah menceritakan kepada kami Mu'tamir bin Sulaiman dari Ayahnya dari Abu Mijlaz dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah ﷺ melakukan qunut selama sebulan setelah rukuk dalam salat Subuh, beliau mendoakan kebinasaan untuk kabilah Ri'il, Dzakwan, beliau bersabda, "Kabilah Ushayyah benar-benar telah membangkang kepada Allah dan rasul-Nya (makna 'asha secara harfiah adalah membangkang -pent)." (HR. Muslim: 1087 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Demikian juga HR. Muslim: 1088 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H.
Secara umum disebutkan bahwa penduduk sekitar Arab.
حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ الْعَرَبِ. (رواه البخاري: ٣٧٨٠)
Telah menceritakan kepada kami Muslim, telah menceritakan kepada kami Hisyam, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas dia berkata, "Rasulullah ﷺ pernah qunut selama sebulan setelah rukuk, beliau mendoakan (kecelakaan atas) penduduk sekitar Arab." (HR. Al Bukhari: 3780 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah)
Selanjutnya, Rasulullah berhenti melaksanakan qunut. Sebagaimana diinformasikan oleh imam Al Bukhari dalam riwayatnya:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ. (رواه مسلم: ١٠٩٢)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Qatadah dari Anas bahwa Rasulullah ﷺ melakukan doa "Qunut" selama sebulan, beliau mendoakan kebinasaan terhadap sejumlah penduduk dusun Arab, setelah itu beliau meninggalkannya." (HR. Muslim: 1092 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah)
RASULULLAH tidak belaksanakan qunut, sebagaimana hadits riwayat imam an Nasa'i. Beliau berkata,
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ خَلَفٍ وَهُوَ ابْنُ خَلِيفَةَ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
صَلَّيْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَقْنُتْ
وَصَلَّيْتُ خَلْفَ أَبِي بَكْرٍ فَلَمْ يَقْنُتْ وَصَلَّيْتُ خَلْفَ عُمَرَ فَلَمْ يَقْنُتْ وَصَلَّيْتُ خَلْفَ عُثْمَانَ فَلَمْ يَقْنُتْ وَصَلَّيْتُ خَلْفَ عَلِيٍّ فَلَمْ يَقْنُتْ ثُمَّ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنَّهَا بِدْعَةٌ. (رواه النسائي: ١٠٧٠)
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Khalaf bin Khalifah dari Abu Malik Al Asyja'i dari bapaknya dia berkata, "Aku pernah salat di belakang Rasulullah ﷺ, dan beliau tidak qunut. Aku juga pernah salat di belakang Abu Bakar, dan ia tidak qunut. Aku pernah salat di belakang Umar, dan beliau tidak qunut. Aku pernah salat di belakang Utsman, dan beliau tidak qunut. Aku juga pernah salat di belakang Ali, dan beliau juga tidak qunut. Kemudian ia berkata, 'Wahai anakku, itu adalah bid'ah." (HR. An Nasa'i: 1070 - shahih dari Thariq bin Asyyam bin Mas'ud, ia adalah shahabat)
Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa hadits yang terakhir, riwayat imam an Nasa'i menjadi syadz. Karena bertentangan dengan hadits orang yang lebih tsiqah dari beliau, yaitu imam Al Bukhari dan Muslim. Hal ini terlihat dari kalimat terakhir bapak Abu Malik dengan ungkapan, 'Wahai anakku, itu adalah bid'ah."
Oleh karena hal tersebut di atas, dapat dimengerti bahwa doa qunut tersebut dapat dibaca pada waktu waghrib dan subuh pada waktu rakaat terakhir setelah rukuk. Rasulullah pernah melakukannya berturut-turut selama sebulan, dan setelah itu tidak melakukan lagi. Ini mengindikasikan bahwa kejahatan yang dilakukan telah hilang atau sudah dikabulkan oleh Allah. Begitu juga, jika kondisi tersebut muncul lagi, kapan pun maka dapat dilakukan lagi sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para shahabat beliau.
Doa yang dilantunkan adalah sesuai kepada siapa dan kemana akan ditujukan doa tersebut. Sehingga lafazh doa yang dibaca bisa berbeda-beda, sesuai dengan hal dimaksud.
Wallaahu aclam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏