PANDANGAN TENTANG HASIL TULIS
Menulis merupakan sunnatullah agar kebaikan-kebaikan dari nikmat Tuhan terpelihara dengan baik. Tuhan mahapencipta telah menulis semuanya di lauhmahfuzh semuanya tentang nikmat-Nya itu. Oleh karenanya, tanda menyukuri nikmat tersebut bagi manusia adalah dengan menulis agar semakin dekat dengan-Nya seperti dekatnya Tuhan dengan ciptaan-Nya. Saya masih ingat ketika menghakhiri kuliah terakhir dari guru kami, "tulislah apa yang saudara ingat dan amalkanlah apa yang telah saudara tulis."
Setiap manusia punya potensi kemampuan menginterpretasikan hasil tulis. Interpretasi masing-masing jelas berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut akan menyebabkan amalan (عمل) seseorang memperoleh hasil berbeda pula. Nah, hasil tertinggi tentu diperoleh dari sejauhmana kemampuannya mengamalkan tulisan. Oleh sebab itulah hasil tulis siapa pun bergantung kepada kemampuan menggunakan daya cipta yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya berupa akal. Selanjutnya, akal tersebut wajib dijaga dan diawasi penggunaannya oleh wahyu sebagai konsep akal paripurna sepenuhnya disimpan oleh Allah di lauhmahfuzh sebagai acuan utama mengukur tingkat kepadanan balasan kelak akan diterima oleh ciptaan-Nya.
Menulis merupakan sunnatullah agar kebaikan-kebaikan dari nikmat Tuhan terpelihara dengan baik. Tuhan mahapencipta telah menulis semuanya di lauhmahfuzh semuanya tentang nikmat-Nya itu. Oleh karenanya, tanda menyukuri nikmat tersebut bagi manusia adalah dengan menulis agar semakin dekat dengan-Nya seperti dekatnya Tuhan dengan ciptaan-Nya. Saya masih ingat ketika menghakhiri kuliah terakhir dari guru kami, "tulislah apa yang saudara ingat dan amalkanlah apa yang telah saudara tulis."
Setiap manusia punya potensi kemampuan menginterpretasikan hasil tulis. Interpretasi masing-masing jelas berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut akan menyebabkan amalan (عمل) seseorang memperoleh hasil berbeda pula. Nah, hasil tertinggi tentu diperoleh dari sejauhmana kemampuannya mengamalkan tulisan. Oleh sebab itulah hasil tulis siapa pun bergantung kepada kemampuan menggunakan daya cipta yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya berupa akal. Selanjutnya, akal tersebut wajib dijaga dan diawasi penggunaannya oleh wahyu sebagai konsep akal paripurna sepenuhnya disimpan oleh Allah di lauhmahfuzh sebagai acuan utama mengukur tingkat kepadanan balasan kelak akan diterima oleh ciptaan-Nya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏