PENTINGNYA MEMPELAJARI BAHASA ASING
حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَ قَالَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ
قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُحْسِنُ السُّرْيَانِيَّةَ إِنَّهَا تَأْتِينِي كُتُبٌ قَالَ قُلْتُ لَا قَالَ فَتَعَلَّمْهَا فَتَعَلَّمْتُهَا فِي سَبْعَةَ عَشَرَ يَوْمًا. (رواه أحمد: ٢٠٦٠٥ - صحيح)
Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Tsabit bin Ubaid berkata, Zaid bin Tsabit berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya padaku: Apakah engkau bisa Bahasa Suryani? Aku menjawab, tidak bisa. Beliau bersabda: Belajarlah! Maka aku mempelajarinya hanya dalam tujuh belas hari." (HR. Ahmad: 20605 - shahih dari Zaid bin Tsabit)
Para periwayat:
1. Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia sahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat 45 H.
2. Tsabit bin 'Ubaid, ia tabi'in kalangan pertengahan negeri hidup Kufah. Penilaian ulama: Ibnu Hajar dan adz Dzahabi menilainya tsiqah, serta Ibnu Hibban disebutkan dalam ats tsiqat.
3. Sulaiman bin Mihran, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Kufah dan wafat tahun 147 H. Penilaian ulama: al 'Ajli dan an Nasa'i menilainya tsiqah tsabat, Yahya bin Ma'in menilainya tsiqah, Ibnu Hibban disebutkan dalam ats tsiqat, Ibnu Hajar menilainya tsiqah hafizh, Ibnu Hajar menilainya Yidallis dan Abu Hatim ar Raziy menilainya tsiqah haditsnya dijadikan hujjah.
4. Jarir bin 'Abdul Hamid bin Qart, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 188 H. Penilaian ulama: Abu Hatim ar Raziy, an Nasa'i dan Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah.
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ
أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ لَهُ كَلِمَاتٍ مِنْ كِتَابِ يَهُودَ قَالَ إِنِّي وَاللَّهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابِي قَالَ فَمَا مَرَّ بِي نِصْفُ شَهْرٍ حَتَّى تَعَلَّمْتُهُ لَهُ قَالَ فَلَمَّا تَعَلَّمْتُهُ كَانَ إِذَا كَتَبَ إِلَى يَهُودَ كَتَبْتُ إِلَيْهِمْ وَإِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ قَرَأْتُ لَهُ كِتَابَهُمْ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَوَاهُ الْأَعْمَشُ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ السُّرْيَانِيَّةَ. (رواه الترمذي: ٢٦٣٩)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami Abdurrahman bin Abu Az Zinad dari Ayahnya dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit dari ayahnya yaitu Zaid bin Tsabit ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku mempelajari bahasa orang-orang Yahudi untuk beliau, beliau bersabda: "Demi Allah, aku tidak percaya Yahudi atas suratku." Zaid berkata; "Setengah bulan berlalu hingga aku dapat menguasainya untuk beliau." Saat aku menguasainya, apabila beliau hendak mengirim surat kepada orang-orang Yahudi, aku menulisnya kepada mereka dan apabila mereka mengirim surat kepada beliau, maka aku membacakan surat mereka untuk beliau." Abu Isa berkata; Hadits ini shahih. Diriwayatkan melalui sanad lain dari Zaid bin Tsabit. Diriwayatkan oleh Al A'masy dari Tsabit bin Ubaid Al Anshari dari Zaid bin Tsabit ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mempelajari bahasa Suryani." (HR. At Tirmidzi: 2639 - hasan dari Zaid bin Tsabit).
Yang dipelajari Zaid adalah kitab orang Yahudi dalam 15 hari,
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ أَبَاهُ زَيْدًا أَخْبَرَهُ أَنَّهُ
لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ زَيْدٌ ذُهِبَ بِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُعْجِبَ بِي فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا غُلَامٌ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ مَعَهُ مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ بِضْعَ عَشْرَةَ سُورَةً فَأَعْجَبَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا زَيْدُ تَعَلَّمْ لِي كِتَابَ يَهُودَ فَإِنِّي وَاللَّهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابِي قَالَ زَيْدٌ فَتَعَلَّمْتُ كِتَابَهُمْ مَا مَرَّتْ بِي خَمْسَ عَشْرَةَ لَيْلَةً حَتَّى حَذَقْتُهُ وَكُنْتُ أَقْرَأُ لَهُ كُتُبَهُمْ إِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ وَأُجِيبُ عَنْهُ إِذَا كَتَبَ
حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَتَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقْدَمَهُ الْمَدِينَةَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ. (رواه أحمد: ٢٠٦٣٩)
Telah menceritakan kepadaku Sulaiman bin Dawud telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Abu Zinad dari Ayahnya dari Kharijah bin Zaid bahwa ayahnya Zaid mengabarkan kepadanya, bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sampai di Madinah." Zaid berkata, "Aku lalu diajak ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau lalu merasa takjub dengan kedatanganku. Orang-orang pun berkata, "Wahai Rasulullah, anak ini dari Bani Najjar, ia telah menghafal apa yang telah diturunkan Allah kepadamu lebih dari sepuluh surat." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun takjub, beliau lalu bersabda: "Wahai Zaid, pelajarilah kitab Yahudi untukku! Demi Allah, sungguh aku tidak yakin orang-orang Yahudi akan beriman dengan kitabku." Zaid berkata, "Lalu aku pelajari dan kuasai kitab mereka kurang dari lima belas hari, maka aku membacakan kitab mereka kepada beliau jika mereka menulis untuk beliau, dan aku yang mewakili beliau menjawab jika beliau menulis." Telah menceritakan kepada kita Suraij bin Nu'man telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Zinad dari Ayahnya dari Kharijah bin Zaid dari Zaid bin Tsabit ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sampai di gerbang Madinah…lalu ia menyebutkan hadits tersebut." (HR. Ahmad: 20639 - hasan dari Zaid bin Tsabit)
Riwayat Ahmad: 20632 - hasan dari Zaid bin Tsabit perintah Nabi untuk mempelajari kitabYahudi, kurang dari 15 hari ia mampu menguasainya.
حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ قَالَ قَالَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ
قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُحْسِنُ السُّرْيَانِيَّةَ إِنَّهَا تَأْتِينِي كُتُبٌ قَالَ قُلْتُ لَا قَالَ فَتَعَلَّمْهَا فَتَعَلَّمْتُهَا فِي سَبْعَةَ عَشَرَ يَوْمًا. (رواه أحمد: ٢٠٦٠٥ - صحيح)
Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Tsabit bin Ubaid berkata, Zaid bin Tsabit berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya padaku: Apakah engkau bisa Bahasa Suryani? Aku menjawab, tidak bisa. Beliau bersabda: Belajarlah! Maka aku mempelajarinya hanya dalam tujuh belas hari." (HR. Ahmad: 20605 - shahih dari Zaid bin Tsabit)
Para periwayat:
1. Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia sahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat 45 H.
2. Tsabit bin 'Ubaid, ia tabi'in kalangan pertengahan negeri hidup Kufah. Penilaian ulama: Ibnu Hajar dan adz Dzahabi menilainya tsiqah, serta Ibnu Hibban disebutkan dalam ats tsiqat.
3. Sulaiman bin Mihran, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Kufah dan wafat tahun 147 H. Penilaian ulama: al 'Ajli dan an Nasa'i menilainya tsiqah tsabat, Yahya bin Ma'in menilainya tsiqah, Ibnu Hibban disebutkan dalam ats tsiqat, Ibnu Hajar menilainya tsiqah hafizh, Ibnu Hajar menilainya Yidallis dan Abu Hatim ar Raziy menilainya tsiqah haditsnya dijadikan hujjah.
4. Jarir bin 'Abdul Hamid bin Qart, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 188 H. Penilaian ulama: Abu Hatim ar Raziy, an Nasa'i dan Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah.
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ
أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ لَهُ كَلِمَاتٍ مِنْ كِتَابِ يَهُودَ قَالَ إِنِّي وَاللَّهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابِي قَالَ فَمَا مَرَّ بِي نِصْفُ شَهْرٍ حَتَّى تَعَلَّمْتُهُ لَهُ قَالَ فَلَمَّا تَعَلَّمْتُهُ كَانَ إِذَا كَتَبَ إِلَى يَهُودَ كَتَبْتُ إِلَيْهِمْ وَإِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ قَرَأْتُ لَهُ كِتَابَهُمْ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَوَاهُ الْأَعْمَشُ عَنْ ثَابِتِ بْنِ عُبَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ السُّرْيَانِيَّةَ. (رواه الترمذي: ٢٦٣٩)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami Abdurrahman bin Abu Az Zinad dari Ayahnya dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit dari ayahnya yaitu Zaid bin Tsabit ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku mempelajari bahasa orang-orang Yahudi untuk beliau, beliau bersabda: "Demi Allah, aku tidak percaya Yahudi atas suratku." Zaid berkata; "Setengah bulan berlalu hingga aku dapat menguasainya untuk beliau." Saat aku menguasainya, apabila beliau hendak mengirim surat kepada orang-orang Yahudi, aku menulisnya kepada mereka dan apabila mereka mengirim surat kepada beliau, maka aku membacakan surat mereka untuk beliau." Abu Isa berkata; Hadits ini shahih. Diriwayatkan melalui sanad lain dari Zaid bin Tsabit. Diriwayatkan oleh Al A'masy dari Tsabit bin Ubaid Al Anshari dari Zaid bin Tsabit ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mempelajari bahasa Suryani." (HR. At Tirmidzi: 2639 - hasan dari Zaid bin Tsabit).
Yang dipelajari Zaid adalah kitab orang Yahudi dalam 15 hari,
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ أَبَاهُ زَيْدًا أَخْبَرَهُ أَنَّهُ
لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ زَيْدٌ ذُهِبَ بِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُعْجِبَ بِي فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا غُلَامٌ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ مَعَهُ مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ بِضْعَ عَشْرَةَ سُورَةً فَأَعْجَبَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا زَيْدُ تَعَلَّمْ لِي كِتَابَ يَهُودَ فَإِنِّي وَاللَّهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابِي قَالَ زَيْدٌ فَتَعَلَّمْتُ كِتَابَهُمْ مَا مَرَّتْ بِي خَمْسَ عَشْرَةَ لَيْلَةً حَتَّى حَذَقْتُهُ وَكُنْتُ أَقْرَأُ لَهُ كُتُبَهُمْ إِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ وَأُجِيبُ عَنْهُ إِذَا كَتَبَ
حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَتَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقْدَمَهُ الْمَدِينَةَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ. (رواه أحمد: ٢٠٦٣٩)
Telah menceritakan kepadaku Sulaiman bin Dawud telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Abu Zinad dari Ayahnya dari Kharijah bin Zaid bahwa ayahnya Zaid mengabarkan kepadanya, bahwa ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sampai di Madinah." Zaid berkata, "Aku lalu diajak ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau lalu merasa takjub dengan kedatanganku. Orang-orang pun berkata, "Wahai Rasulullah, anak ini dari Bani Najjar, ia telah menghafal apa yang telah diturunkan Allah kepadamu lebih dari sepuluh surat." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun takjub, beliau lalu bersabda: "Wahai Zaid, pelajarilah kitab Yahudi untukku! Demi Allah, sungguh aku tidak yakin orang-orang Yahudi akan beriman dengan kitabku." Zaid berkata, "Lalu aku pelajari dan kuasai kitab mereka kurang dari lima belas hari, maka aku membacakan kitab mereka kepada beliau jika mereka menulis untuk beliau, dan aku yang mewakili beliau menjawab jika beliau menulis." Telah menceritakan kepada kita Suraij bin Nu'man telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Zinad dari Ayahnya dari Kharijah bin Zaid dari Zaid bin Tsabit ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sampai di gerbang Madinah…lalu ia menyebutkan hadits tersebut." (HR. Ahmad: 20639 - hasan dari Zaid bin Tsabit)
Riwayat Ahmad: 20632 - hasan dari Zaid bin Tsabit perintah Nabi untuk mempelajari kitabYahudi, kurang dari 15 hari ia mampu menguasainya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏