MASJID AGUNG DHARMASRAYA
Jl. Raya Lintas Utama Sumatera, Gn. Medan, Kec. Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.
SALAT GHAIB: HADIS SALAT JENAZAH EMPAT TAKBIR ATAU LIMA TAKBIR
Imam Muslim meriwayatkan,
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ سَلِيمِ بْنِ حَيَّانَ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى أَصْحَمَةَ النَّجَاشِيِّ فَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا. (رواه مسلم: ١٥٨٢)
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Salim bin Hayyan ia berkata, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina` dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah ﷺ salat (ghaib) atas kematian raja An Najasyi, maka beliau pun bertakbir atasnya sebanyak empat kali takbir. (HR. Muslim: 1582 - sahih dari Jabir bin Abdullah bin Amru bin Haram, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)
Dan,
و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاتَ الْيَوْمَ عَبْدٌ لِلَّهِ صَالِحٌ أَصْحَمَةُ فَقَامَ فَأَمَّنَا وَصَلَّى عَلَيْهِ. (رواه مسلم: ١٥٨٣)
Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Ibnu Juraij dari Atha` dari Jabir bin Abdullah ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Pada hari ini, seorang hamba Allah yang shalih Ashmahah meninggal dunia." Akhirnya beliau berdiri dan mengimami kami dan salat (ghaib) atasnya. (HR. Muslim: 1583 - sahih dari Jabir bin Abdullah bin Amru bin Haram, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)
Diriwayatkan juga oleh imam Ahmad: 13911 - sahih dari Jabir bin Abdullah bin Amru bin Haram, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H.
Ketika Raja Najasyi raja negeri Habsyah meninggal dunia, maka Rasulullah memerintahkan kepada para sahabat untuk melaksanakan salat ghaib. Sebagaimana hadis diriwayatkan oleh imam Muslim,
و حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُمَا حَدَّثَاهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ نَعَى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّجَاشِيَ صَاحِبَ الْحَبَشَةِ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَحَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَفَّ بِهِمْ بِالْمُصَلَّى فَصَلَّى فَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ و حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَحَسَنٌ الْحُلْوَانِيُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ كَرِوَايَةِ عُقَيْلٍ بِالْإِسْنَادَيْنِ جَمِيعًا. (رواه مسلم: ١٥٨١)
Dan telah menceritakan kepadaku Abdul Malik bin Syu'aib bin Laits, telah menceritakan kepadaku bapakku dari kakekku ia berkata, telah menceritakan kepadaku Uqail bin Khalid dari Ibnu Syihab dari Sa'id bin Al Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa keduanya telah menceritakan kepadanya dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, Rasulullah ﷺ mengajak kami untuk menunaikan salat (ghaib) untuk kematian An Najasyi, raja negeri Habasyah. Beliau bersabda, "Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian (An Najasyi)." Ibnu Syihab berkata, Dan telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Al Musayyab, bahwa Abu Hurairah telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ mengatur shaf mereka di Mushalla (tanah lapang), lalu beliau salat (ghaib) dan bertakbir atasnya sebanyak empat kali takbir. Dan telah menceritakan kepadaku Amru An Naqid dan Hasan Al Hulwani dan Abdu Humaid mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'd, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab sebagaimana riwayat Uqail dengan kedua isnad itu. (HR. Muslim: 1581 - sahih dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhtar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H, hadis ini masyhur)
Demikian juga diriwayatkan oleh imam al-Bukhari: 1241 - sahih dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhtar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Hadis terkait, juga diriwayatkan oleh imam Bukhari: 1248, 3589, dan 3540; Muslim: 1586; At-Tirmidzi: 943; An-Nasa'i: 1948; Ibnu Majah: 1527; Ahmad: 6850, 7546, 14360, dan 14361 - sahih.
Sementara dari jalur sanad yang lain, juga diriwayatkan oleh imam Ahmad,
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ زَمْعَةَ يَعْنِي ابْنَ صَالِحٍ الْمَكِّيَّ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِأَصْحَابِهِ عَلَى النَّجَاشِيِّ فَكَبَّرَ أَرْبَعًا. (رواه أحمد: ٩٨١٩)
Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Zam'ah -yaitu Ibnu Shalih Al Makki- dari Az Zuhri dari Sa'id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah, dia berkata, "Bahwasanya Nabi ﷺ mensalati raja Najasyi bersama para sahabatnya, dan beliau bertakbir empat kali." (HR. Ahmad: 9819 - sahih, isnad-nya dha'if dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhtar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga dalam konteks lain tentang salat jenazah dengan lima kali takbir. Imam Ibnu Majah meriwayatkan,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ وَأَبُو دَاوُدَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ كَانَ زَيْدُ بْنُ أَرْقَمَ يُكَبِّرُ عَلَى جَنَائِزِنَا أَرْبَعًا وَأَنَّهُ كَبَّرَ عَلَى جِنَازَةٍ خَمْسًا فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُهَا. (رواه إبن ماجه: ١٤٩٤)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hakim berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Adiy dan Abu Daud dari Amru bin Murrah dari 'Abdurrahman bin Abu Laila ia berkata, "Ketika mensalati jenazah Zaid bin Arqam takbir sebanyak empat kali, dan suatu ketika ia pernah mensalati jenazah lalu bertakbir lima kali, maka aku pun menanyakan hal itu kepadanya, ia menjawab, "Rasulullah ﷺ pernah melakukan itu (takbir lima kali)." (HR. Ibnu Majah: 1494 - sahih dari Zaid bin Arqam bin Zaid, ia sahabat kuniyah-nya Abu Amru negeri hidup Kufah dan wafat tahun 68 H. Masyhur dikalangan sahabat)
Dan,
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ الْحِزَامِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَلِيٍّ الرَّافِعِيُّ عَنْ كَثِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ خَمْسًا. (رواه إبن ماجه: ١٤٩٥)
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir Al Hizami berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ali Ar Rafi'I dari Katsir bin Abdullah dari Bapaknya dari Kakeknya berkata, "Rasulullah ﷺ bertakbir sebanyak lima kali." (HR. Ibnu Majah: 1495 - sahih dari Amru bin 'Auf bin Amru, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdullah negeri dan hidup Madinah, hadis ahlul Madinah)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏