“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]



KIBLAT KE BAITUL MAQDIS DAN SHALAT PERTAMA YANG BERKIBLAT KE BAITULLAH

Imam al-Bukhari meriwayatkan,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ أَنْ يُوَجَّهَ إِلَى الْكَعْبَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ } فَتَوَجَّهَ نَحْوَ الْكَعْبَةِ وَقَالَ السُّفَهَاءُ مِنْ النَّاسِ وَهُمْ الْيَهُودُ { مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمْ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ } فَصَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ ثُمَّ خَرَجَ بَعْدَ مَا صَلَّى فَمَرَّ عَلَى قَوْمٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ هُوَ يَشْهَدُ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَّهُ تَوَجَّهَ نَحْوَ الْكَعْبَةِ فَتَحَرَّفَ الْقَوْمُ حَتَّى تَوَجَّهُوا نَحْوَ الْكَعْبَةِ. (رواه البخاري: ٣٨٤)

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Raja' berkata, telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Bara' bin 'Azib radhiallahu'anhuma berkata, "Rasulullah ﷺ salat menghadap Baitulmaqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, dan Rasulullah ﷺ menginginkan kiblat tersebut dialihkan ke arah Ka'bah. Maka Allah menurunkan ayat: ("Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit) ' (QS. Al-Baqarah: 144). Maka kemudian Nabi ﷺ menghadap ke Ka'bah. Lalu berkatalah orang-orang yang kurang akal, yaitu orang-orang Yahudi: '(Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitulmaqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus) ' (QS. Al-Baqarah: 144). Kemudian ada seseorang yang ikut salat bersama Nabi ﷺ, orang itu kemudian keluar setelah menyelesikan salatnya. Kemudian orang itu melewati Kaum Anshar yang sedang melaksanakan salat Asar dengan menghadap Baitulmaqdis. Lalu orang itu bersaksi bahwa dia telah salat bersama Rasulullah ﷺ dengan menghadap Ka'bah. Maka orang-orang itu pun berputar dan menghadap Ka'bah." (HR. Al-Bukhari: 384 - sahih dari al-Barra' bin 'Azib bin al-Harits, ia sahabat kuniyah-nya Abu Imarah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Demikian juga hadis riwayat imam al-Bukhari: 4132, 6711 (hadis ahlul Kufah); Muslim: 819 - sahih dari al-Barra' bin 'Azib bin al-Harits, ia sahabat kuniyah-nya Abu Imarah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H. Lafazh berbeda diriwayatkan oleh imam Muslim,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ { وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ } فَنَزَلَتْ بَعْدَمَا صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَمَرَّ بِنَاسٍ مِنْ الْأَنْصَارِ وَهُمْ يُصَلُّونَ فَحَدَّثَهُمْ فَوَلَّوْا وُجُوهَهُمْ قِبَلَ الْبَيْتِ. (رواه مسلم: ٣١٨)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwash, dari Abu Ishaq, dari al-Bara' bin 'Azib, ia berkata, "Aku pernah salat bersama Nabi ﷺ menghadap Baitulmaqdis selama enam belas bulan hingga turun ayat yang ada di dalam surah Al-Baqarah, 'Di mana pun engkau sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.' QS. Al-Baqarah 124 Ayat tersebut turun usai Nabi ﷺ salat, kemudian salah seorang dari suatu kaum bertolak pergi, lalu ia menjumpai beberapa orang dari kalangan Anshar yang tengah salat, lantas ia memberikan informasi kepada mereka akan hal itu, sehingga mereka pun segera berpaling menghadap Masjidilharam." (HR. Muslim: 318 - sahih dari al-Barra' bin 'Azib. Hadis ahlul Kufah)

Shalat pertama kali menghadap Ka'bah adalah shalat Asar. Sebagaimana hadis diriwayatkan oleh imam Muslim,

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَوَّلَ مَا قَدِمَ الْمَدِينَةَ نَزَلَ عَلَى أَجْدَادِهِ أَوْ قَالَ أَخْوَالِهِ مِنْ الْأَنْصَارِ وَأَنَّهُ صَلَّى قِبَلَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا وَكَانَ يُعْجِبُهُ أَنْ تَكُونَ قِبْلَتُهُ قِبَلَ الْبَيْتِ وَأَنَّهُ صَلَّى أَوَّلَ صَلَاةٍ صَلَّاهَا صَلَاةَ الْعَصْرِ وَصَلَّى مَعَهُ قَوْمٌ فَخَرَجَ رَجُلٌ مِمَّنْ صَلَّى مَعَهُ فَمَرَّ عَلَى أَهْلِ مَسْجِدٍ وَهُمْ رَاكِعُونَ فَقَالَ أَشْهَدُ بِاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِبَلَ مَكَّةَ فَدَارُوا كَمَا هُمْ قِبَلَ الْبَيْتِ وَكَانَتْ الْيَهُودُ قَدْ أَعْجَبَهُمْ إِذْ كَانَ يُصَلِّي قِبَلَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ وَأَهْلُ الْكِتَابِ فَلَمَّا وَلَّى وَجْهَهُ قِبَلَ الْبَيْتِ أَنْكَرُوا ذَلِكَ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ فِي حَدِيثِهِ هَذَا أَنَّهُ مَاتَ عَلَى الْقِبْلَةِ قَبْلَ أَنْ تُحَوَّلَ رِجَالٌ وَقُتِلُوا فَلَمْ نَدْرِ مَا نَقُولُ فِيهِمْ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ }. (رواه البخاري: ٣٩)

Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Khalid, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Zuhair, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, dari al Barra` bin 'Azib, bahwa Nabi ﷺ saat pertama kali datang di Madinah, beliau singgah di rumah kakek-kakeknya atau paman-pamannya dari Kaum Anshar, dan saat itu beliau ﷺ salat menghadap Baitulmaqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan. Beliau sangat senang sekali bilamana kiblatnya menghadap Baitullah (Ka'bah). Salat pertama kali yang dilakukan beliau ﷺ (menghadap Ka'bah) adalah salat Asar, sementara orang-orang pun ikut salat bersama beliau. Pada suatu hari sahabat yang ikut salat bersama Nabi ﷺ pergi melewati orang-orang di Masjid lain saat mereka sedang rukuk, maka ia serukan: "Aku bersaksi kepada Allah bahwa aku telah ikut salat bersama Rasulullah ﷺ menghadap Baitullah, lantas orang-orang yang tengah rukuk itu berputar menghadap Baitullah, hanya saja orang-orang Yahudi dan Ahlul Kitab menjadi heran, sebab sebelumnya Nabi ﷺ salat menghadap Baitulmaqdis. Ketika melihat Nabi ﷺ menghadapkan wajahnya ke Baitullah, mereka mengingkari hal itu. Zuhair berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, dari al-Barra`, pada hadisnya ini menerangkan tentang (hukum) seseorang yang meninggal dunia pada saat arah kiblat belum dialihkan dan juga banyak orang-orang yang terbunuh pada masa itu, kami tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan mengenai mereka, sehingga akhirnya Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya, "Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian." (QS. Al-Baqarah: 143). (HR. Al-Bukhari: 39 - sahih dari al-Barra' bin 'Azib)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]