SYAHID MELEBUR DOSA
Imam Muslim meriwayatkan,
و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ حَدَّثَنِي عَيَّاشُ بْنُ عَبَّاسٍ الْقِتْبَانِيُّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُكَفِّرُ كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا الدَّيْنَ. (رواه مسلم: ٣٤٩٩)
Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin harb, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid Al Muqri`i, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku 'Ayyasy bin Abbas Al Qitbani dari Abu Abdurrahman Al Hubuli dari Abdullah bin 'Amru bin 'Ash, bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Syahid di jalan Allah akan melebur setiap dosa kecuali utang." (HR. Muslim: 3499 - sahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al-Ash bin Wa'il, ia sahabat kuniyah-nya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Demikian juga hadis riwayat Muslim hadis ke-3498, imam Muslim meriwayatkan dari Zakariya bin Yahya bin Shalih, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyah-nya Abu Yahya negeri hidup Maru dan wafat tahun 242. Sedangkan hadis di atas ia terima dari Zuhair bin Harb bin Syaddad, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyah-nya Abu Khaitsamah negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 234 H. Keduanya periwayat tsiqah.
Sababul wurud-nya diinformasikan dalam hadis riwayat imam at-Tirmidzi: 1564. Beliau berkata,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ طَلْحَةَ الْيَرْبُوعِيُّ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُكَفِّرُ كُلَّ خَطِيئَةٍ فَقَالَ جِبْرِيلُ إِلَّا الدَّيْنَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا الدَّيْنَ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ وَجَابِرٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي قَتَادَةَ وَهَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ هَذَا الشَّيْخِ قَالَ وَسَأَلْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَعِيلَ عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ فَلَمْ يَعْرِفْهُ و قَالَ أَرَى أَنَّهُ أَرَادَ حَدِيثَ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَيْسَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَسُرُّهُ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا إِلَّا الشَّهِيدُ. (رواه الترمذي: ١٥٦٤)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Thalhah Al Yarbu'I Al Kufi berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Ayyasy dari Humaid dari Anas ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Gugur di jalan Allah dapat menghapuskan setiap dosa." Jibril kemudian berkata, "Kecuali utang." Maka Nabi ﷺ lalu bersabda, "Kecuali utang." Abu Isa berkata, "Dalam bab ini juga ada hadits dari Ka'b bin Ujrah, Jabir, Abu Hurairah dan Qatadah. Ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahui hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr kecuali dari jalur syaikh ini. Ia berkata, "Aku bertanya kepada Muhammad bin Isma'il tentang hadits ini, tetapi ia tidak mengetahuinya. Ia (Muhammad bin Isma'il) berkata, "Menurutku yang ia (Yahya bin Thalhah) maksud adalah hadits Humaid, dari Anas, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Tidak seorang pun dari penduduk surga yang senang untuk kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid." (HR. At-Tirmidzi: 1564 - sahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia sahabat kuniyah-nya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Sementara imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو كَثِيرٍ مَوْلَى اللَّيْثِيِّينَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَحْشٍ أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَاذَا لِي إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ الْجَنَّةُ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ إِلَّا الدَّيْنُ سَارَّنِي بِهِ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام آنِفًا. (رواه أحمد: ١٦٦١٦)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr dia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Amru dia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Katsir mantan budak Al Laitsiyyin, dari Muhammad bin Abdullah bin Jahsy, bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata, "Wahai Rasulullah, apakah ganjaran untukku jika aku dibunuh di jalan Allah?" Beliau menjawab, "Surga." Kemudian ketika beliau berpaling, beliau bersabda, "Kecuali utang, tadi Jibril 'alaihissalam telah memberitahukannya kepadaku." (HR. Ahmad: 16616 - shahihlighairi, isnad-nya hasan dari Muhammad bin 'Abdullah bin Jahsyi, ia sahabat kuniyah-nya Abu 'Abdullah dan negeri hidup Madinah)
Hadis-hadis tersebut di atas diriwayatkan secara makna dari sahabat yang berbeda. Sehingga masing-masing hadis saling menguatkan dan melengkapi.
Syahid yang dimaksud oleh hadis-hadis di atas adalah dalam pengertian gugur di medan perang melawan musuh Islam. Sehingga perlu di pilah dan dibedakan, sebab meninggalnya seseorang dikatakan syahid apabila termasuk dalam hadis yang menginformasikan tentang hal dimaksud. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis berikut:
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ أَبِي عُمَيْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَبْرٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَادَ جَبْرًا فَلَمَّا دَخَلَ سَمِعَ النِّسَاءَ يَبْكِينَ وَيَقُلْنَ كُنَّا نَحْسَبُ وَفَاتَكَ قَتْلًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ وَمَا تَعُدُّونَ الشَّهَادَةَ إِلَّا مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ شُهَدَاءَكُمْ إِذًا لَقَلِيلٌ الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ شَهَادَةٌ وَالْبَطْنُ شَهَادَةٌ وَالْحَرَقُ شَهَادَةٌ وَالْغَرَقُ شَهَادَةٌ وَالْمَغْمُومُ يَعْنِي الْهَدِمَ شَهَادَةٌ وَالْمَجْنُونُ شَهَادَةٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدَةٌ قَالَ رَجُلٌ أَتَبْكِينَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ قَالَ دَعْهُنَّ فَإِذَا وَجَبَ فَلَا تَبْكِيَنَّ عَلَيْهِ بَاكِيَةٌ. (رواه النسائي: ٣١٤٣)
Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Sulaiman, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Ja'far bin 'Aun dari Abu 'Umais dari Abdullah bin Abdillah bin Jabar dari ayahnya bahwa Rasulullah ﷺ kembali, kemudian tatkala beliau masuk maka beliau mendengar para wanita menangis, dan mereka berkata, kami mengira Anda meninggal karena terbunuh di jalan Allah. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah kalian menganggap syahid kecuali orang yang terbunuh di jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang syahid kalian jika demikian sungguh sedikit. Terbunuh di jalan Allah adalah syahid, meniggal karena sakit perut adalah syahid, terbakar adalah syahid, tenggelam adalah syahid, orang yang tertimpa reruntuhan adalah syahid, orang yang mati karena gila adalah syahid, wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid." Seorang laki-laki berkata, apakah kalian menangis sedangkan Rasulullah ﷺ sedang duduk? Beliau bersabda, "Biarkan mereka, apabila telah meninggal maka tidak boleh ada seorang wanitapun yang menangisinya." (HR. An-Nasa'i: 3143 - sahih dari 'Abdullah bin Jabar bin 'Atik, ia tabi'in dan negeri hidup Madinah - maqbul)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏