MASJID QUBA DAN ARAH QIBLAT
Keutamaan Salat di Masjid Quba dan Awal Perubahan Arah Kiblat
Imam Ibnu Majah meriwayatkan,
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَبْرَدِ مَوْلَى بَنِي خَطْمَةَ أَنَّهُ سَمِعَ أُسَيْدَ بْنَ ظُهَيْرٍ الْأَنْصَارِيَّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِ قُبَاءَ كَعُمْرَة. (رواه إبن ماجه: ١٤٠١)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Abdul Hamid bin Ja'far berkata, telah menceritakan kepada kami Abul Abrad mantan budak bani Khathmah, ia mendengar Usaid bin Zhuhair Al Anshari -ia termasuk sahabat Nabi ﷺ- ia menceritakan dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Salat di masjid Quba seperti melakukan Umrah." (HR. Ibnu Majah: 1401 - sahih dari Usaid bin Zhahir bin Rafi')
Demikian juga hadis riwayat imam at-Tirmidzi: 298 - sahih dari Usaid bin Zhahir dari dua jalur sanad yang sama. Imam an-Nasa'i: 692 dan Ahmad: 15414, mereka meriwayatkan dari Sahal bin Hunaif.
Sementara itu imam Ibnu Majah meriwayatkan dari jalur Sahal bin Hunaif bin Wahib, ia berkata:
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ وَعِيسَى بْنُ يُونُسَ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْكَرْمَانِيُّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ بْنَ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ يَقُولَ قَالَ سَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ. (رواه إبن ماجه: ١٤٠٢)
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar berkata, telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma'il dan Isa bin Yunus keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman Al Karmani berkata, aku mendengar Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif berkata, Sahl bin Hunaif berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa bersuci di rumahnya kemudian mendatangi masjid Quba dan salat di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala umrah." (HR. Ibnu Majah: 1402 - sahih dari Sahal bin Hunaif bin Wahib, ia sahabat kuniyah-nya Abu Tsabit negeri hidup Madinah dan wafat tahun 38 H)
Di Masjid Quba juga merupakan awal turunnya perintah untuk merubah arah kiblat dari Baitulmaqdis ke Ka'bah. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat imam an-Nasa'i, beliau berkata:
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ بَيْنَمَا النَّاسُ بِقُبَاءَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ جَاءَهُمْ آتٍ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ اللَّيْلَةَ وَقَدْ أُمِرَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْكَعْبَةَ فَاسْتَقْبِلُوهَا وَكَانَتْ وُجُوهُهُمْ إِلَى الشَّامِ فَاسْتَدَارُوا إِلَى الْكَعْبَةِ. (رواه النسائي: ٤٨٩)
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar dia berkata, "Tatkala orang-orang berada di Quba saat salat Subuh, datanglah seseorang, lalu berkata, "Rasulullah ﷺ pada malam ini mendapat wahyu, dan beliau diperintahkan menghadap ke Ka'bah', maka beralihlah kalian menghadap ke Ka'bah. Sebelumnya wajah-wajah mereka menghadap ke Syam (Baitulmaqdis), lalu mereka berputar (menghadap) ke Ka'bah." (HR. An-Nasa'i: 489 - sahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Demikian juga hadis semakna diriwayatkan oleh imam al-Bukhari: 4134, an-Nasa'i: 737, dan Ahmad: 5564 - sahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H.
Kebiasaan Rasulullah ﷺ dan para sahabat mendatangi masjid Quba setiap hari Sabtu, namun tidak melarang datang sepanjang waktu kecuali waktu terbit dan terbenamnya matahari. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat imam al-Bukhari dan Muslim.
Imam al-Bukhari meriwayatkan,
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ هُوَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانَ لَا يُصَلِّي مِنْ الضُّحَى إِلَّا فِي يَوْمَيْنِ يَوْمَ يَقْدَمُ بِمَكَّةَ فَإِنَّهُ كَانَ يَقْدَمُهَا ضُحًى فَيَطُوفُ بِالْبَيْتِ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَلْفَ الْمَقَامِ وَيَوْمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَإِنَّهُ كَانَ يَأْتِيهِ كُلَّ سَبْتٍ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَرِهَ أَنْ يَخْرُجَ مِنْهُ حَتَّى يُصَلِّيَ فِيهِ قَالَ وَكَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَزُورُهُ رَاكِبًا وَمَاشِيًا قَالَ وَكَانَ يَقُولُ إِنَّمَا أَصْنَعُ كَمَا رَأَيْتُ أَصْحَابِي يَصْنَعُونَ وَلَا أَمْنَعُ أَحَدًا أَنْ يُصَلِّيَ فِي أَيِّ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ غَيْرَ أَنْ لَا تَتَحَرَّوْا طُلُوعَ الشَّمْسِ وَلَا غُرُوبَهَا. (رواه البخاري: ١١١٧)
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim dia adalah Ad-Dawraqiy telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Ulayyah, telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari Nafi' bahwa Ibnu 'Umar radhiallahu'anhuma tidak pernah mengerjakan salat Duha kecuali pada dua kali kesempatan (hari) yaitu hari ketika dia mengunjungi Makkah saat dia memasuki kota Makkah di waktu Dhuha lalu dia melakukan tawaf di Al Bait (Ka'bah) kemudian salat dua rakaat di belakang Maqam (Ibrahim) dan satunya lagi saat dia mengunjungi masjid Quba', yang dia mendatanginya pada hari Sabtu. Bila dia sudah memasukinya, maka dia enggan untuk keluar darinya hingga dia salat terlebih dahulu di dalamnya. Berkata, Nafi', "Dan Ibnu'Umar radhiallahu'anhuma menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengunjungi (masjid Quba') baik dengan berkendaraan ataupun berjalan kaki." Berkata, Nafi', "Dan Ibnu'Umar radhiallahu'anhuma berkata, "Sesungguhnya aku mengerjakan yang demikian seperti aku melihat para sahabatku melakukannya, namun aku tidak melarang seseorangpun untuk mengerjakan salat pada waktu kapanpun yang dia suka baik di waktu malam maupun siang hari, asalkan tidak bersamaan waktunya saat terbitnya matahari atau saat tenggelam". (HR. Al-Bukhari: 1117 - sahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Dan,
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَفْعَلُهُ. (رواه البخاري: ١١١٨)
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Muslim dari 'Abdullah bin Dinar dari Ibnu'Umar radhiallahu'anhuma berkata, "Rasulullah ﷺ pernah mengunjungi masjid Quba' pada setiap hari Sabtu, baik dengan berkendaraan ataupun berjalan kaki." Dan Ibnu'Umar radhiallahu'anhuma juga melakukannya seperti itu. (HR. Al-Bukhari: 1118 - sahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Lihat juga hadis riwayat imam al-Bukhari: 1118 dan Muslim: 2484 - sahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H.
Demikian juga diriwayatkan oleh imam al-Bukhari: 6781, Muslim: 2483, Ahmad: 4952, 5264, dan 6144 - dari 'Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H. Semua hadis ini menjelaskan sebagian matannya, yaitu bahwa Rasulullah ﷺ pergi ke Masjid Quba' dengan berjalan kaki dan terkadang berkendaraan. Sejalan dengan hadis-hadis tersebut juga diriwayatkan oleh imam an-Nasa'i: 691 dan imam Malik: 362.
Oleh: Samsurizal, MA



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏