“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


PROPAGANDA "PROPAGARE" SETAN
Oleh: Samsurizal


Propaganda "propagare" diartikan "mengembangkan" atau "memekarkan". Menyebarkan serangkaian pesan dengan tujuan agar dapat memengaruhi pendapat seseorang, tindakan masyarakat, atau sekelompok orang. Efeknya memengaruhi persepsi, memanipulasi alam bawah sadar atau koqnisi sehingga berpengaruh langsung kepada perilaku mereka. Kemudian respon yang ditimbulkan sesuai dengan kehendak pelaku propaganda secara disengaja dan sistematis.

Setan dengan cara ini telah berhasil menggelincirkan Nabi Adam dan Hawa. Begitu juga menyesatkan begitu banyak manusia dengan bentuk-bentuk pesan propaganda.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطٰنُ كَمَآ اَخْرَجَ اَبَوَيْكُمْ مِّنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءٰتِهِمَا ۗاِنَّهٗ يَرٰىكُمْ هُوَ وَقَبِيْلُهٗ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْۗ اِنَّا جَعَلْنَا الشَّيٰطِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ لِلَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ. (قرآن سورة ألأعراف/٧: ٢٧)

Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu tertipu oleh setan sebagaimana ia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua. Sesungguhnya ia (setan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak (bisa) melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu (sebagai) penolong bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al-A‘rāf/7: 27)

وَاِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً قَالُوْا وَجَدْنَا عَلَيْهَآ اٰبَاۤءَنَا وَاللّٰهُ اَمَرَنَا بِهَاۗ قُلْ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاۤءِۗ اَتَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ. (قرآن سورة ألأعراف/٧: ٢٨)

Apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, “Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kekejian. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?”. (QS. Al-A‘rāf/7: 28)

Setelah Rasulullah ﷺ di utus hal tersebut mestinya dapat ditangkal sampai sekarang. Tetapi, sebagian besar mereka tetap mengikuti para propagandis. Program mereka jelas saling bekerja sama untuk mengaburkan bahkan menawan kebenaran dan kejujuran dengan berbagai cara.

Sebuah ilustrasi yang disampaikan oleh Rasulullah melalui hadis-nya yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah,

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ بَعْجَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ أَفْضَلُ النَّاسِ فِيهِ بِمَنْزِلَةِ رَجُلٍ أَخَذَ بِعِنَانِ فَرَسِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كُلَّمَا سَمِعَ بِهَيْعَةٍ اسْتَوَى عَلَى مَتْنِهِ ثُمَّ طَلَبَ الْمَوْتَ مَظَانَّهُ وَرَجُلٌ فِي شِعْبٍ مِنْ هَذِهِ الشِّعَابِ يُقِيمُ الصَّلَاةَ وَيُؤْتِي الزَّكَاةَ وَيَدَعُ النَّاسَ إِلَّا مِنْ خَيْرٍ. (رواه إبن ماجه: ٩٣٤٦)

Telah menceritakan kepada kami Waki' berkata, telah menceritakan kepada kami Usamah bin Zaid dari Ba'jah bin Abdullah Al Juhani dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, akan datang suatu zaman kepada manusia, sebaik-baik manusia pada masa itu sejajar dengan seorang laki-laki yang mengambil tali kekang kudanya di jalan Allah, setiap kali mendengar musuh ia duduk dengan gagah di atas kudanya seraya menghadang mengharap kematian. Dan seorang laki-laki yang berada pada salah satu lembah ini, ia menegakkan salat dan menunaikan zakat dan meninggalkan manusia kecuali dari kebaikan." (HR. Ibnu Majah: 9346 - sahih dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Semoga kita dapat mengatasi dan mampu meningkatkan kewaspadaan diri, memperkokoh pengetahuan atas kebenaran ajaran Islam. Sehingga ajaran Nabi Muhammad ﷺ dapat diikuti secara bersih dan istiqamah, serta tetap dalam kebajikan.

Wallaahu muwaafiq, wallaahu a'lam bish-shawaab.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]