“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6869635/?view=googlescholar#

KEKUFURAN TIDAK MENGAKUI NASAB

Imam ad-Darimi meriwayatkan,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ قَالَ كُفْرٌ بِاللَّهِ ادِّعَاءٌ إِلَى نَسَبٍ لَا يُعْرَفُ وَكُفْرٌ بِاللَّهِ تَبَرُّؤٌ مِنْ نَسَبٍ وَإِنْ دَقَّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زَكَرِيَّا أَبِي يَحْيَى قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ يُحَدِّثُ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ نَحْوًا مِنْهُ. (رواه الدارمي: ٢٧٣٧)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Abdullah bin Murrah dari Abu Ma'mar dari Abu Bakr Ash Shiddiq ia berkata, Termasuk perbuatan kufur kepada Allah adalah orang yang mengakui keturunan orang lain yang tidak dikenal dan berlepas diri dari nasabnya, sekali pun itu hal yang sepele.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf dari Zakariya Abu Yahya ia berkata, aku mendengar Abu Wa`il menceritakan dari Ibnu Mas'ud seperti riwayat itu. (HR. Ad-Darimi: 2737 - isnad-nya sahih menurut Husain Salim Asad ad-Darani dari Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia sahabat kuniyah-nya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H dan Abdullah bin 'Usman bin 'Amir bin 'Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taymi bin Murrah, ia sahabat kuniyah-nya Abu Bakar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 13 H. Dalam dua jalur yang berbeda dengan hadis yang sama)

Demikian juga hadis riwayat imam ad-Darimi: 2738 dan Ahmad: 6723. Pertama isnad-nya rusak menurut Husain Salim Asad ad-Darani dan yang kedua hasan, isnad-nya dha'if menurut Syu'aib al-Arna'uth. Sementara imam Ibnu Majah meriwayatkan hadis senada dengan riwayat imam Malik di atas, beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُفْرٌ بِامْرِئٍ ادِّعَاءُ نَسَبٍ لَا يَعْرِفُهُ أَوْ جَحْدُهُ وَإِنْ دَقَّ. (رواه إبن ماجه: ٢٧٣٤)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Yahya bin Sa'id dari Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Seseorang menjadi kufur, lantaran mengaku bernasab pada seseorang yang tidak ia kenal, atau mengingkari nasab yang sebenarnya, sekalipun ia telah menelitinya." (HR. Ibnu Majah: 2734 - hasan sahih menurut Muhammad Nashiruddin Al Albani dari Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia sahabat kuniyah-nya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Hadis-hadis di atas menunjukkan bahwa nasab seseorang adalah sesuatu yang sangat perlu dipelihara dan dijunjung tinggi. Karena hal tersebut harus disyukuri sebagaimana nikmat atau anugerah Allah, baik maupun buruk. Sehingga menjadikan manusia mulia disisi Allah. Jika sikap ini dilakukan maka hal ini salah satu bentuk kekufuran kepada Allah.


Wallaahu muwaafiq, wallaahu a'lam bish-shawaab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]