Oleh: Samsurizal, MA
Allah dan Rasul-Nya senantiasa mengingatkan bahwa kebaikan dan keburukan selalu akan ada dalam perjalanan hidup manusia. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim hendaknya mawasdiri. Kehidupan di dunia ini hanya sementara sementara kehidupan akhirat adalah kekal abadi.
Terkait dengan sikap mawasdiri agar selamat dan bahagia serta dapat memberi manfaat bagi sesama maka Rasul mengingatkan umatnya. Diantara peringatan tersebut adalah tentang memanfaatkan umur yang dianugerahkan oleh Allah dengan beramal baik dan menghindari amalan yang buruk. Hal itu dapat ditemukan sebagaimana terekam dalam beberapa hadits berikut:
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَجَابِرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. (رواه الترمذي: ٢٢٥١)
Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab dari Mu'awiyah bin Shalih dari 'Amru bin Qais dari 'Abdullah bin Busr, seorang Badui bertanya: Wahai Rasulullah, siapa orang terbaik itu? Rasulullah ﷺ menjawab, "Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya." Dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Hurairah dan Jabir. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib melalui jalur sanad ini. (HR. At Tirmidzi: 2251 - shahih dari 'Abdullah bin Busra bin Abi Busra, ia shahabat kuniyahnya Abu Shafwan negeri hidup Syam dan wafat tahun 88 H)
Begitu juga hadits riwayat at Tirmidzi: 2252 - shahih dari Nufai' bin al Harits bin Kildah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H. Hadits ahlul Bashrah. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa,
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ نُوحٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْرَابِيَّانِ فَقَالَ أَحَدُهُمَا مَنْ خَيْرُ الرِّجَالِ يَا مُحَمَّدُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ وَقَالَ الْآخَرُ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيْنَا فَبَابٌ نَتَمَسَّكُ بِهِ جَامِعٌ قَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. (رواه أحمد: ١٧٠٢٠)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ayyasy Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Nuh dari Amru bin Qais dari Abdullah bin Busr ia berkata, "Dua orang Arab dusun datang menemui Nabi ﷺ. Lalu salah seorang dari mereka bertanya, "Siapakah laki-laki yang paling baik wahai Muhammad?" Nabi ﷺ menjawab, "Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya." Kemudian laki-laki yang satunya lagi berkata, "Kami telah banyak mendapatkan banyak pengajaran tentang syariat Islam, maka ajarkanlah kepada kami satu pintu yang menghimpun seluruh kebaikan yang bisa kami jadikan pedoman." Beliau bersabda, "Hendaknya lisanmu selalu basah dengan zikir kepada Allah." (HR. Ahmad: 17020 - shahih dari 'Abdullah bin Busra bin Abi Busra, ia shahabat kuniyahnya Abu Shafwan negeri hidup Syam dan wafat tahun 88 H. Hadits ahlul Syam)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 17037 - shahih dari 'Abdullah bin Busra bin Abi Busra, ia shahabat kuniyahnya Abu Shafwan negeri hidup Syam dan wafat tahun 88 H. Sedangkan hadits riwayat Ahmad: 19019 menjelaskan,
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ. (رواه أحمد: ١٩٥١٩)
Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari Ayahnya, bahwa seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling utama?" Beliau bersabda, "Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya." Tanyanya lagi, "Siapakah manusia yang paling buruk?" Jawab beliau, "Orang yang panjang umurnya dan buruk amalannya." (HR. Ahmad: 19519 - hasan, isnad-nya dha'if menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Nufai' bin al Harits bin Kildah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 19519 terdapat periwayat bernama Ali bin Zaid bin 'Abdullah bin Jud'an, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 131 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal, al 'Ajli dan Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi. Sedangkan Yahya bin Ma'in, an Nasa'i dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 19599 dan ad Darimi: 2625 - dha'if dari Nufai' bin al Harits bin Kildah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H. Dalam kedua sanad hadits ini juga terdapat periwayat bernama Ali bin Zaid.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏