GAMBARAN AZAB DI NERAKA
Oleh: Samsurizal, MA, C.I.P
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Allah melalui lidah Rasulullah ﷺ memberikan informasi sebagai peringatan dan pengajaran yang benar, arif lagi bijaksana dalam menyampaikan pesan-pesan hikmah untuk kebaikan manusia agar baik paket jadi maupun kemampuan untuk memilih dalam hidup dapat difungsikan secara maksimal agar cahaya ilahiyah tetap terpancar dalam kehidupan mereka. Sehingga tetap dalam fitrah dan terpelihara dari kekotoran dunia.
Selanjutnya, mari kita cek kekotoran jiwa kita dengan lima kriteria berikut:
1. Kesulitan melaksanakan fungsi ilmu, hikmah, dan ma`rifah.
2. Kesulitan beribadah kepada Allah, dan sulit merasa lezat dengan menyebut-Nya.
3. Sibuk dengan hal-hal yang tidak bermakna.
4. Ada sesuatu yang dicintainya melebihi Allah SWT.
5. Perilaku yang berlebihan dalam apapun.
Oleh sebab itu sebagai insan beriman sangat pantas merenungi, mentadabburi ayat-ayat Allah agar kita tafakkuri dengan penuh hikmah dan kebahagiaan. Berikut penulis paparkan firman-firman Allah dan hadits Rasulullah ﷺ terkait dengan gambaran siksaan di neraka.
Allah berfirman,
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ. (قرآن سورة آل عمران/٣: ١١٦)
Sesungguhnya orang-orang yang kufur, baik harta maupun anak-anaknya, sedikit pun tidak dapat menolak (azab) Allah. Mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Āli ‘Imrān/3: 116)
Dan,
مَثَلُ مَا يُنْفِقُوْنَ فِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيْحٍ فِيْهَا صِرٌّ اَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فَاَهْلَكَتْهُ ۗ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللّٰهُ وَلٰكِنْ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ. (قرآن سورة آل عمران/٣: ١١٧)
Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini adalah ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu (angin itu) merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri. (QS. Āli ‘Imrān/3: 117)
Lebih tegas lagi difirmankan oleh Allah,
لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔاۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ. (قرآن سورة المجادلة/٥٨: ١٧)
Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong mereka) dari (azab) Allah. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Mujādalah/58: 17)
Di neraka tersebut ada juga digambarkan oleh Allah, sebagaimana firman-Nya:
اِنَّهٗ مَنْ يَّأْتِ رَبَّهٗ مُجْرِمًا فَاِنَّ لَهٗ جَهَنَّمَ ۗ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰى. (قرآن سورة طاه/٢٠: ٧٤)
Sesungguhnya siapa yang datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, (disediakan) baginya (neraka) Jahanam. Dia tidak mati (sehingga terhindar dari azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (dengan layak dan nyaman). (QS. Ṭāhā/20: 74)
Demikian juga diinformasikan oleh Allah dalam Al-Qur'an bahwa penduduk neraka yang terjerumus ke dalam dosa karena ajakan orang yang menyesatkan mereka memohon kepada Allah,
قَالُوْا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هٰذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِى النَّارِ. (قرآن سورة ص/٣٨: ٦١)
Mereka berkata (lagi), “Wahai Tuhan kami, siapa yang menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, tambahkanlah kepadanya azab yang berlipat ganda di dalam neraka.” (QS. Ṣād/38: 61)
Imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا حَسَنٌ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْوَنُ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا رَجُلٌ فِي رِجْلَيْهِ نَعْلَانِ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ وَمِنْهُمْ فِي النَّارِ إِلَى كَعْبَيْهِ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ وَمِنْهُمْ مَنْ فِي النَّارِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ وَمِنْهُمْ مَنْ اغْتُمِرَ فِي النَّارِ إِلَى أَرْنَبَتِهِ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ وَمِنْهُمْ مَنْ هُوَ فِي النَّارِ إِلَى صَدْرِهِ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ وَمِنْهُمْ مَنْ قَدْ اغْتُمِرَ فِي النَّارِ قَالَ عَفَّانُ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ قَدْ اغْتُمِرَ. (رواه أحمد: ١٠٦٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Hasan dan 'Affan mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Sa'id Al Jurairi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa'id Al Khudri berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang yang paling ringan azabnya di neraka adalah seseorang yang di kakinya memakai sandal lalu otaknya mendidih karenanya, dan di antara mereka ada yang disiksa dengan api yang mencapai kedua mata kakinya, di antara mereka ada yang disiksa dengan api yang mencapai lutut, di antara mereka ada juga yang disiksa dengan api yang mencapai perutnya, di antara mereka ada yang disiksa dengan api yang mencapai sebatas dada, dan di antara mereka ada yang disiksa dengan api yang mencapai seluruh badannya, 'Affan menyebutkan, "Selain disiksa ada juga yang dimasukkan ke dalam api." (HR. Ahmad: 10677 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Hadits `aziz diakhir sanad)
Demikian juga hadits semakna riwayat imam Ahmad: 19244 dan 19342 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Samurah bin Jundab bin Hilal, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 58 H, hadits ini 'aziz diakhir sanad nya. Sedangkan riwayat imam Ahmad: 11315 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H.
Selanjutnya dijelaskan juga dalam hadits riwayat imam ad-Darimi, beliau berkata:
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَزِيدَ أَبِي مَسْلَمَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا أَهْلُ النَّارِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُ النَّارِ فَإِنَّهُمْ لَا يَمُوتُونَ فِي النَّارِ وَأَمَّا نَاسٌ مِنْ النَّاسِ فَإِنَّ النَّارَ تُصِيبُهُمْ عَلَى قَدْرِ ذُنُوبِهِمْ فَيُحْرَقُونَ فِيهَا حَتَّى إِذَا صَارُوا فَحْمًا أُذِنَ فِي الشَّفَاعَةِ فَيَخْرُجُونَ مِنْ النَّارِ ضَبَائِرَ ضَبَائِرَ فَيُنْثَرُونَ عَلَى أَنْهَارِ الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ يُفِيضُوا عَلَيْهِمْ مِنْ الْمَاءِ قَالَ فَيُفِيضُونَ عَلَيْهِمْ فَتَنْبُتُ لُحُومُهُمْ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ. (رواه الدارمي: ٢٦٩٦)
Telah mengabarkan kepada kami Amru bin 'Aun dari Khalid bin Abdullah dari Sa'id bin Yazid Abu Maslamah dari Abu Nadlrah dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Adapun penghuni neraka, yakni mereka yang menghuni neraka, sesungguhnya mereka tidak mati di dalam neraka. Ada juga sebagian manusia yang disiksa dalam api neraka sesuai dengan kadar dosa-dosanya, lalu mereka dibakar di dalam neraka hingga ketika telah menjadi arang, mereka diberi izin mendapat syafaat. Kemudian mereka keluar dari neraka secara berkelompok lalu ditaburkan ke sungai-sungai surga. Dikatakan kepada penghuni surga; Siramkanlah air kepada mereka." Beliau melanjutkan, "Maka para penghuni surga menyiramkan air kepada mereka sehingga tumbuhlah daging-daging mereka sebagaimana tumbuhnya benih yang terbawa banjir." (HR. Ad-Darimi: 2696 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam Muslim: 271 (masyhur diakhir sanad nya), Ibnu Majah: 4299 (hadits 'aziz diakhir sanad), Ahmad: 10593, 10655, dan 11322 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H.
Begitu juga penduduk surga, mereka juga tidak akan pernah mati kecuali waktu di dunia. Sebagaimana Allah kabarkan dalam firman-Nya:
لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا الْمَوْتَ اِلَّا الْمَوْتَةَ الْاُوْلٰىۚ وَوَقٰىهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِۙ. (قرآن سورة الدخان/٤٤: ٥٦)
Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya selain kematian pertama (di dunia). Allah melindungi mereka dari azab (neraka) Jahim. (QS. Ad-Dukhān/44: 56)
Rasulullah ﷺ sendiri tidak dapat merubah nasip penghuni neraka, jika memang hal tersebut telah ditetapkan oleh Allah. Sebagaimana firman Allah,
اَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِۗ اَفَاَنْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِى النَّارِ ۚ. (قرآن سورة الزمر/٣٩: ١٩)
Maka, apakah (engkau, Nabi Muhammad, hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau akan menyelamatkan orang yang berada di dalam neraka?. (QS. Az-Zumar/39: 19)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ. (قرآن سورة غافر/٤٠: ٤٦)
Neraka diperlihatkan kepada mereka (di alam barzakh) pada pagi dan petang. Pada hari terjadinya kiamat, (dikatakan,) “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam sekeras-keras azab!”. (QS. Gāfir/40: 46)
Pada akhirnya, apa pun yang telah dilakukan akan berakhir pada keputusan Allah terhadap apa yang kita lakukan ketika hidup di dunia. Rasulullah ﷺ hanya sebagai pemberi peringatan dan pemberi pelajaran terbaik buat manusia seluruh alam agar diikuti dan ditaati secara menyeluruh dan semaksimal mungkin untuk melakukan kebaikan-kebaikan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اِلَّا بَلٰغًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِسٰلٰتِهٖۗ وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ لَهٗ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ. (قرآن سورة الجن/٧٢: ٢٣)
(Yang aku mampu lakukan) hanyalah menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya akan mendapat (azab) neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. Al-Jinn/72: 23)
Oleh karena itu, senantiasalah berusaha membersihkan dan menyucikan jasad (jasmani), hayat (nafs, 'akal, dan hati), dan ruh agar cahaya Allah selalu tanpak dalam kehidupan dunia dan akhirat. Wallahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏