DOA YANG SERING DIUCAPKAN RASULULLAH ﷺ DALAM BERBAGAI KESEMPATAN
(Menelusuri hadits munkar)
Bismillahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Pada kesempatan kali ini penulis ingin memaparkan hadits-hadits terkait dengan doa-doa yang sering atau senantiasa dibaca oleh Rasulullah dan atau yang sering diajarkan kepada para shahabat beliau bahkan kepada anak-anak mereka. Semoga hal dimaksud juga dapat kita hafal dan amalkan pada setiap kesempatan dalam lafal atau hembusan nafas kita. Berikut penulis awali sedikit tentang ilmu penelusuran hadits yang mesti diikuti dan ditinggalkan karena pertentangan yang menjadikannya lemah dan tidak perlu diamalkan. Dalam hal ini penulis maksud adalah hadits munkar (dha'if) karena riwayatnya dan matannya bertentangan sebagaimana lazimnya hadits shahih atau hasan (maqbul).
IMAM at Tirmidzi meriwayatkan,
حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ عَنْ أَبِي كَعْبٍ صَاحِبِ الْحَرِيرِ حَدَّثَنِي شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ قَالَ قُلْتُ لِأُمِّ سَلَمَةَ
يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ مَا كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ عِنْدَكِ قَالَتْ كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَكْثَرَ دُعَاءَكَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ قَالَ يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِيٌّ إِلَّا وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ فَتَلَا مُعَاذٌ
{ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا }
وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَالنَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ وَأَنَسٍ وَجَابِرٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَنُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ. (رواه الترمذي: ٣٤٤٤)
Telah menceritakan kepada kami Abu Musa Al Anshari, telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Mu'adz dari Abu Ka'b pemilik sutra, ia telah menceritakan kepadaku Syahr bin Hausyab ia berkata, aku katakan kepada Ummu Salamah, wahai Ummul mukminin, apakah doa Rasulullah ﷺ yang paling sering, apabila ada padamu? Ia berkata, doa beliau yang paling sering adalah, "YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIKA" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu). Ummu Salamah berkata, wahai Rasulullah, betapa sering Anda berdoa, "YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIKA" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu). Beliau berkata, "Wahai Ummu Salamah, sesungguhnya tidak ada seorang manusia pun melainkan hatinya berada diantara dua jari diantara jari-jari Allah, barang siapa yang Allah kehendaki maka Dia akan meluruskannya dan barang siapa yang Allah kehendaki maka Dia akan membelokkannya." Kemudian Mu'adz membaca ayat, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami." Dan dalam bab tersebut terdapat riwayat dari Aisyah serta An Nawwas bin Sam'an serta Anas, Jabir, Abdullah bin 'Amr dan Nu'aim bin Hammam. Abu Isa berkata, hadits ini adalah hadits hasan. (HR. At Tirmidzi: 3444 - shahih dari Hind binti Abi Umayyah bin Al Mughira, ia shahabiyah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 62 H)
Demikian juga hadits melalui jalur Anas bin Malik, dimana dialog beliau dengan Rasul tentang doa ini. Imam Ahmad meriwayatkan:
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ قَالَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آمَنَّا بِكَ وَبِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا قَالَ فَقَالَ نَعَمْ إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُقَلِّبُهَا. (رواه أحمد: ١١٦٦٤)
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Anas ia berkata, Bahwasanya Nabi ﷺ banyak mengucapkan doa, "YA MUQALLIBAL QULUUBI TSABBIT QALBI 'ALA DINIKA (ya Allah Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu)." Anas berkata, Maka kami berkata, "Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan kepada wahyu yang engkau bawa, maka apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?" beliau menjawab, "Ya, sesungguhnya hati itu berada di antara jari-jari Allah 'Azza wa Jalla, Dialah yang membolak-balikkannya." (HR. Ahmad: 11664 - isnadnya qawi menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Begitu juga lafazh yang sama pada jalur sanad yang berbeda bahwa Telah menceritakan kepada kami 'Affan, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Mihran, dari Abu Sufyan, dari Anas bin Malik, ia berkata: "....". Hadits dimaksud diriwayatkan oleh imam Ahmad: 13200 - isnadnya qawi menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Pada tempat lain 'Aisyah meriwayatkan bahwa Rasul menengadahkan wajahnya ke langit. Sebagaimana hadits riwayat imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ عَنْ صَالِحِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ زَائِدَةَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ
مَا رَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ إِلَّا قَالَ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى طَاعَتِكَ. (رواه أحمد: ٩٠٥٢)
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma'il dari Shalih bin Muhammad bin Za`idah dari Abu Salamah dari 'Aisyah ia berkata, Rasulullah ﷺ tidak pernah mengangkat kepalanya ke langit kecuali beliau berdoa, "Wahai Dzat yang mengubah hati tetapkanlah hatiku untuk menaati-Mu." (HR. Ahmad: 9052 - shahih lighairihi, isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] negeri negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Terdapat hadits munkar terkait dengan doa Rasul ini, yang menyatakan bahwa beliau membaca doa tersebut saat tasyahud akhir. Sebagaimana hadits riwayat imam at Tirmidzi beliau berkata:
حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سُفْيَانَ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَعْدَانَ قَالَ أَخْبَرَنِي عَاصِمُ بْنُ كُلَيْبٍ الْجَرْمِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُصَلِّي وَقَدْ وَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى وَقَبَضَ أَصَابِعَهُ وَبَسَطَ السَّبَّابَةَ وَهُوَ يَقُولُ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ.
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. (رواه الترمذي: ٣٥١١)
Telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Mukram, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Sufyan Al Jahdari, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ma'dan dia berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Ashim bin Kulaib Al Jarmi dari ayahnya dari kakeknya dia berkata, "Aku menemui Rasulullah ﷺ ketika beliau sedang mengerjakan salat. (saat itu) beliau meletakkan tangan kirinya di atas paha kirinya dan meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya seraya menggenggam jari jemarinya dan membentangkan jari telunjuknya sambil mengucapkan, "YAA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIK (Wahai DZAT yang membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)."
Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya gharib melalui jalur ini." (HR. At Tirmidzi: 3511 - hadits munkar dengan bentuk seperti ini menurut Al Albani dari Syihab bin Al Majnun, ia shahabat hanya dia meriwayatkan hadits ini)
Catatan: Hadits riwayat imam at Tirmidzi: 3511, matannya bertentangan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah, Anas bin Malik dan 'Aisyah. Mereka adalah Periwayat yang tsiqah dari kalangan shahabat/shahabiyah, atau lebih berkualitas daripada Syihab bin Al Majnun. Begitu juga matan yang diriwayatkan berbeda dengan apa yang diriwayatkan oleh periwayat yang banyak tersebut. Inilah sebagian alasan kenapa dinilai hadits munkar. Disamping itu juga hadits dimaksud gharib melalui jalur sanad ini menurut imam at Tirmidzi.
Alasan, bahwa yang sering bahkan senantiasa diingatkan oleh Rasul adalah berlindung dari siksa kubur. Hal inilah yang dibaca oleh Rasullullah ketika selesai membaca shawat pada tasyahud akhir dalam shalat. Imam Al Bukhari berkata:
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنَا عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو فِي الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنْ الْمَغْرَمِ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
وَعَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَعِيذُ فِي صَلَاتِهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ. (رواه البخاري: ١٢٨٧)
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Urwah bin Az Zubair dari 'Aisyah istri Nabi ﷺ, dia telah mengabarkan kepadanya, bahwa Rasulullah ﷺ di dalam salat membaca doa: 'ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI, WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL, WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WA FITNATIL MAMAAT. ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL MA'TSAMI WAL MAGHRAM (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masihid Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan utang).' Tiba-tiba ada seseorang berkata kepada beliau, "Kenapa tuan banyak meminta perlindungan dari utang?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya seseorang apabila berutang dia akan cenderung berkata dusta dan berjanji lalu mengingkarinya." Dan dari Az Zuhri ia berkata, 'Urwah bin Az Zubair telah mengabarkan kepadaku, bahwa 'Aisyah radhiallahu'anha berkata, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ dalam salatnya meminta perlindungan dari fitnah Dajjal." (HR. Al Bukhari: 1287 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian juga hadits riwayat imam Al Bukhari: 789, 2222 (hadits 'aziz diakhir sanadnya) - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Lihat juga Abu Daud: 746 - shahih dari 'Aisyah. Dari jalur 'Abdullah bin 'Abbas hadits semakna juga diriwayat oleh imam Abu Daud, beliau berkata:
حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ يُونُسَ الْيَمَامِيُّ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ بَعْدَ التَّشَهُّدِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. (رواه أبو داود: ٨٣٤)
Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyah, telah mengabarkan kepada kami Umar bin Yunus Al Yamami, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdullah bin Thawus dari ayahnya dari Thawus dari Ibnu Abbas dari Nabi ﷺ bahwa setelah tasyahud beliau sering membaca doa, "Allahumma inni a'uudzu bika min 'adzaabi jahanam wa a'uudzu bika min 'adzzabil qabri wa a'uudzu bika min fitnatid Dajjal wa a'uudzu bika min fitnatil mahyaa wal mamaati (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahanam, dari siksa kubur, dan dari fitnah Dajjal fitnah serta fitnah kehidupan dan kematian." (HR. Abu Daud: 834 - hasan shahih menurut Al Albani dari 'Abdullah bin 'Abbas bin'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu Al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Begitu juga Sa'ad bin Abi Waqas mengajarkan doa-doa kepada anak-anaknya sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam Al Bukhari, beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ مَيْمُونٍ الْأَوْدِيَّ قَالَ كَانَ سَعْدٌ
يُعَلِّمُ بَنِيهِ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ كَمَا يُعَلِّمُ الْمُعَلِّمُ الْغِلْمَانَ الْكِتَابَةَ وَيَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْهُنَّ دُبُرَ الصَّلَاةِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
فَحَدَّثْتُ بِهِ مُصْعَبًا فَصَدَّقَهُ. (رواه البخاري: ٢٦١٠)
Telah bercerita kepada kami Musa bin Isma'il, telah bercerita kepada kami Abu 'Awanah, telah bercerita kepada kami 'Abdul Malik bin 'Umair aku mendengar 'Amru bin Maimun Al Audiy berkata, adalah Sa'ad biasa mengajarkan anak-anaknya kalimat-kalimat (bacaan doa) sebagaimana seorang guru mengajarkan anak-anak kecil menulis dan berkata, "Sesungghnya Rasulullah ﷺ berlindung dengan membaca kalimat-kalimat tersebut pada akhir salat (yaitu): "ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL JUBNI WA A'UUDZU BIKA AN URADDA ILAA ARDZALIL 'UMURI WA A'UDZU BIKA MIN FITNATID DUNYA WA A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI" ("Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada serendah-rendahnya usia (pikun) dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa qubur") Lalu aku ceritakan hal ini kepada Mush'ab dan dia membenarkannya. (HR. Al Bukhari: 2610 - shahih dari Sa'ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin 'Abdu Manaf bin Zuhra, ia shahabat kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Kufah dan wafat tahun 55 H. Hadits 'aziz dipertengahan sanadnya yaitu 'Amru bin Maimun w. 74 H dan Mus'ab bin Sa'ad w. 103 H keduanya hidup di Kufah)
Hadits terkait dengan konteks di atas ditemukan dalam ensiklopedi hadits kitab 9 imam sebanyak 88 buah dengan redaksi beragam.
Lihat juga bahasanya di link berikut:
https://ibnusyamsir.blogspot.com/2020/02/pertanyaan-dan-siksa-kubur.html?m=1
https://ibnusyamsir.blogspot.com/2021/03/macam-macam-tasyahud-dalam-shalat-wajib.html?m=1
Pada konteks lain, Rasulullah juga membaca doa-doa berikut:
Imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ حُمَيْدٍ قَالَ
سُئِلَ أَنَسٌ عَنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَقَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَفِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ. (رواه أحمد: ١٢٦٥٨)
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Adi dari Humaid, pernah Anas ditanya tentang siksa kubur maka dia menjawab, Nabi ﷺ senantiasa memohon perlindungan dengan memanjatkan doa, "Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung dari kemalasan, kelemahan, ketakutan, kebakhilan, fitnah Dajjal dan siksa kubur". (HR. Ahmad: 12658 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah)
Doa lain,
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنِي سَعْدُ بْنُ أَوْسٍ عَنْ بِلَالِ بْنِ يَحْيَى شَيْخٌ لَهُمْ عَنْ شُتَيْرِ بْنِ شَكَلٍ عَنْ أَبِيهِ
قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي دُعَاءً أَنْتَفِعُ بِهِ قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَبَصَرِي وَقَلْبِي وَمَنِيِّي
حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ أَوْسٍ عَنْ بِلَالٍ الْعَبْسِيِّ عَنْ شُتَيْرِ بْنِ شَكَلٍ عَنْ أَبِيهِ شَكَلِ بْنِ حُمَيْدٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ. (رواه أحمد: ١٤٩٩٢)
Telah menceritakan kepada kami Waki' berkata; telah menceritakan kepadaku Sa'd bin Aus dari Bilal bin Yahya guru mereka, dari Syutair bin Syakal dari Bapaknya berkata; saya berkata; Wahai Rasulullah! ajarikan kepadaku sebuah doa yang saya bisa mengambil manfaat darinya. Beliau bersabda, "Bacalah: ALLAHUMMA INNII A'UDZU BIKA MIN SYARRI SAM'I WA BASHARI WA QALBI WA MANIYYI (Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaranku, penglihatanku dan hatiku serta angan-anganku)." Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad telah menceritakan kepada kami Sa'd bin Aus dari Bilal Al Absi dari Syutair bin Syakal dari Bapaknya, Syakal bin Humaid berkata; saya datang kepada Nabi ﷺ. Lalu menyebutkan hadits seperti yang di atas. (HR. Ahmad: 14992 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Syakal bin Humaid, ia shahabat. Hadits 'aziz dan ahlul Kufah)
Imam an Nasa'i meriwayatkan,
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حُصَيْنٍ سَمِعْتُ هِلَالَ بْنَ يَسَافٍ عَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ
أَخْبِرِينِي بِدُعَاءٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو بِهِ قَالَتْ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ. (رواه النسائي: ٥٤٣٣)
Telah mengabarkan kepada kami Mahmud bin Ghailan ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Daud ia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Hushain ia berkata; aku mendengar Hilal bin Yasaf dari Farwah bin Naufal ia berkata; aku berkata kepada 'Aisyah; "Kabarkanlah kepadaku doa apa yang biasa dibaca oleh Rasulullah ﷺ?" 'Aisyah berkata, "Beliau membaca: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA 'AMILTU WA MIN SYARRI MAA LAM A'MAL (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan sesuatu yang telah aku lakukan, dan dari keburukan sesuatu yang belum aku lakukan)." (HR. An Nasa'i: 5433 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Catatan: hadits riwayat an Nasa'i: 5433 di atas periwayatnya dari Madinah, 2 Kufah, 2 Bashrah dan Baghdad.
Demikian juga lafazh hadits yang sama riwayat imam Muslim: 4891, 4892, dan 4893; Abu Daud: 1326; Ibnu Majah: 3829, Ahmad: 22905, 23543, 23933, 24601, 25008, 25164, dan 25167 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Demikian yang dapat penulis paparkan, semoga bermanfaat dan dapat dipahami.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏