GETIRNYA DUNIA DAN MAWASDIRI
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Ingatlah firman Allah terkait dengan keadaan Bani Israil dulu, mereka senantiasa memperturutkan hawa nafsu duniawi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَقَدْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَاَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمْ رُسُلًا ۗ كُلَّمَا جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌۢ بِمَا لَا تَهْوٰٓى اَنْفُسُهُمْۙ فَرِيْقًا كَذَّبُوْا وَفَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ. (قرآن سورة المائدة/٥: ٧٠)
Sungguh, Kami benar-benar telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah mengutus rasul-rasul kepada mereka. *) Setiap kali rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. (QS. Al-Mā'idah/5: 70)
* Yakni janji untuk beriman kepada Allah swt dan rasul-rasul-Nya.
وَحَسِبُوْٓا اَلَّا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ فَعَمُوْا وَصَمُّوْا ثُمَّ تَابَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوْا وَصَمُّوْا كَثِيْرٌ مِّنْهُمْۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ. (قرآن سورة المائدة/٥: ٧١)
Mereka mengira bahwa tidak akan terjadi fitnah (azab akibat dosa-dosa mereka). Oleh karena itu, mereka menjadi buta dan tuli. Setelah itu Allah menerima tobat mereka, kemudian banyak di antara mereka buta dan tuli (lagi). Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Mā'idah/5: 71)
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ عُبَيْدٍ الْحَضْرَمِيِّ
أَنَّ أَبَا مَالِكٍ الْأَشْعَرِيَّ لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ قَالَ يَا سَامِعَ الْأَشْعَرِيِّينَ لِيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِبَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حُلْوَةُ الدُّنْيَا مُرَّةُ الْآخِرَةِ وَمُرَّةُ الدُّنْيَا حُلْوَةُ الْآخِرَةِ. (رواه أحمد: ٢١٨٢٦)
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Mughirah, telah menceritakan kepada kami Shafwan dari Syuraih bin 'Ubaid Al Hadhrami bahwa Abu Malik Al Asy'ari saat sekarat berkata, Wahai kaum Asy'ari yang mendengar, hendaklah yang hadir diantara kalian menyampaikan pada yang tidak hadir, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Manisnya dunia adalah getirnya akhirat dan getirnya dunia adalah manisnya akhirat." (HR. Ahmad: 21826 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Malik, ia shahabat kuniyahnya Abu Malik negeri hidup Syam dan wafat tahun 18 H. Hadits ahlul Syam)
Catatan: HR. Ahmad: 21826 tidak terdapat periwayat yang dinilai lemah. Sementara itu dalam redaksi lain imam Ahmad meriwayatkan:
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ كَثِيرِ بْنِ أَفْلَحَ عَنْ عُبَيْدِ سَنُوطَا عَنْ خَوْلَةَ
أَنَّهَا سَمِعَتْ حَمْزَةَ يُذَاكِرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدُّنْيَا فَقَالَ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَرُبَّ مُتَخَوِّضٍ فِي مَالِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ لَهُ النَّارُ. (رواه أحمد: ٢٥٨٠٩)
Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Yahya bin Sa'id dari Umar bin Katsir bin Aflah dari Ubaid Sanutha dari Khaulah bahwa dirinya mendengar dari Hamzah menyebutkan kepada Nabi ﷺ tentang dunia, maka beliau bersabda, "Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan berapa banyak orang yang mengambil harta Allah dan harta rasul-Nya tanpa hak kemudian masuk neraka." (HR. Ahmad: 25809 - shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Khawla binti Qais bin Qahd, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu Muhammad dan negeri hidup Madinah)
Demikian juga redaksi semakna diriwayatkan oleh imam Ahmad berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ أَلَا فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءً وَإِنَّ أَكْثَرَ ذَاكُمْ غَدْرًا أَمِيرُ الْعَامَّةِ فَمَا نَسِيتُ رَفْعَهُ بِهَا صَوْتَهُ. (رواه أحمد: ١١٣٦٩)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Adi dari Ibnu 'Aun dari Al Hasan dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi ﷺ bersabda, "Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu hijau dan terasa manis, maka takutlah kalian dari dunia dan wanita, dan ketahuilah bahwa setiap pengkhianat akan dipasangkan padanya sebuah bendera, dan orang yang paling besar pengkhianatannya dari kalian adalah pemimpin umat, " dan aku masih ingat, bahwa beliau waktu itu mengeraskan suaranya pada kalimat tersebut." (HR. Ahmad: 11368 - shahih, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Catatan: Al Hasan bin Abi Al Hasan Yasar, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 110 H dinilai oleh Ibnu Hibban periwayat yang yudallis dan disebut dalam Ats tsiqat. Al 'Ajli menilainya tsiqah, Muhammad bin Sa'id menilainya tsiqah ma'mun.
Senada dengan hadits riwayat imam Ahmad: 11369, diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah, beliau berkata:
حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى اللَّيْثِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ خَطِيبًا فَكَانَ فِيمَا قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَنَاظِرٌ كَيْفَ تَعْمَلُونَ أَلَا فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ. (رواه إبن ماجه: ٣٩٩٠)
Telah menceritakan kepada kami 'Imran bin Musa Al Laitsi, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, telah menceritakan kepada kami Ali bin Zaid bin Jud'an dari Abu Nadlrah dari Abu Sa'id, bahwa Rasulullah ﷺ berkhotbah, dan di antara isi khotbahnya adalah: 'Sesungguhnya dunia adalah lahan yang hijau dan manis, dan Allah menyerahkannya kepada kalian, lalu Allah akan melihat apa yang kalian kerjakan. Ketahuilah, berhati-hatilah kalian dari (keindahan) dunia dan wanita." (HR. Ibnu Majah: 3990 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Imam Ahmad dalam riwayat yang cukup panjang menceritakan tentang fitnah (ujian/kekacauan dan keraguan/syirik/azab/zhalim) terbesar adalah wanita baik bagi Bani Israil maupun umat Muslim:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي مَسْلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا نَضْرَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا لِيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ.
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ بْنَ سَهْلٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ غُنْدَرٍ عَنْ شُعْبَةَ فِي حُكْمِ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ فَإِنِّي أَحْكُمُ أَنْ تُقْتَلَ مُقَاتِلَتُهُمْ وَتُسْبَى ذُرِّيَّتُهُمْ فَقَالَ لَقَدْ حَكَمْتَ فِيهِمْ بِحُكْمِ اللَّهِ وَقَالَ مَرَّةً لَقَدْ حَكَمْتَ فِيهِمْ بِحُكْمِ الْمَلِكِ أَوْ الْمَلَكِ شَكَّ عَبْدُ الرَّحْمَنِ.
وَحَدَّثَنَاهُ عَفَّانُ قَالَ الْمَلِكُ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ فَذَكَرَ مِثْلَ حَدِيثِ ابْنِ جَعْفَرٍ تُقْتَلُ مُقَاتِلَتُهُمْ وَتُسْبَى ذُرِّيَّتُهُمْ وَقَالَ قَضَيْتَ بِحُكْمِ الْمَلِكِ قَالَ أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ. (رواه أحمد: ١٠٧٤٣)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Maslamah berkata, aku mendengar Abu Nadhr menceritakan dari Abu Sa'id Al Khudri dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Sesungguhnya dunia itu hijau dan manis, dan sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, agar Dia bisa melihat apa yang kalian lakukan, maka takutlah kalian akan fitnah dunia dan fitnah wanita, karena fitnah pertama kali yang menimpa Bani Israil adalah fitnah wanita."
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sa'd bin Ibrahim ia berkata, aku mendengar Abu Umamah bin Sahal menceritakan dari Abu Sa'id, lalu ia menyebutkan makna hadits Ghundar dari Syu'bah tentang hukum Sa'ad bin Mu'adz, hanya saja ia berkata, "Aku putuskan bahwa orang yang membunuh mereka dihukum dengan balas bunuh, dan anak serta istri-istri mereka akan ditawan, " beliau bersabda, "Engkau telah menghukumi mereka dengan hukum Allah." Dan dalam riwayat lain beliau mengatakan, "Sungguh engkau telah menghukumi mereka dengan hukum raja atau kerajaan, " Abdurrahman (perawi) masih merasa ragu.
Dan telah menceritakannya kepada kami 'Affan ia berkata, yaitu raja. Telah menceritakan kepada kami Hajjaj berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'bah lalu menyebutkan sebagaimana hadits Ibnu Ja'far, "Orang-orang yang membunuh mereka akan dibalas bunuh, dan anak serta istri-istrinya akan ditawan, " beliau bersabda, "Engkau telah memutuskan dengan hukum raja, " demikian perkataan Abu Umamah bin Sahal dari Hunaif. (HR. Ahmad: 10743 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Selanjutnya lihat juga HR. Ahmad: 10716 (hadits 'aziz diakhir sanad) dan 11158, keduanya isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H.
Ingat pula firman Allah tentang tausiyah nabi Musa 'alaihi salaam kepada umatnya "yang muslim" sehingga mereka mengikutinya:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَقَالُوْا عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَا ۚرَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ. (قرآن سورة يومي/١٠: ٨٥)
Mereka pun berkata, “Kepada Allahlah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim. (QS. Yūnus/10: 85)
NASEHAT RASULULLAH YANG SERING DIBICARAKAN
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَنْبَأَنِي سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَعْبَدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ
كَانَ مُعَاوِيَةُ قَلَّمَا يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا وَيَقُولُ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ قَلَّمَا يَدَعُهُنَّ أَوْ يُحَدِّثُ بِهِنَّ فِي الْجُمَعِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهُّ فِي الدِّينِ وَإِنَّ هَذَا الْمَالَ حُلْوٌ خَضِرٌ فَمَنْ يَأْخُذْهُ بِحَقِّهِ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّمَادُحَ فَإِنَّهُ الذَّبْحُ. (رواه أحمد: ١٦٢٣٤)
Telah menceritakan kepada kami 'Affan, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah memberitakan kepadaku Sa'ad bin Ibrahim dari Ma'bad Al Juhani berkata, Mu'awiyah jarang menceritakan sesuatu dari Rasulullah ﷺ. Dan hanya beberapa kalimat berikut ini yang jarang ditinggalkannya atau kerap diceritakannya dalam perkumpulan orang, yaitu dari Nabi ﷺ bersabda, "Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan, niscaya Allah akan pahamkan dalam masalah agama. Harta ini sangat manis dan hijau (menyenangkan) siapa yang mengambilnya sesuai dengan haknya maka ia dapatkan berkah darinya. Janganlah kalian saling memuji karena hal itu sama halnya penyembelihan." (HR. Ahmad: 16234 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Mu'awwiyah bin Sufyan Shakhar bin Harbi bin Umayyah, ia shahabat negeri hidup Syam dan wafat tahun 60 H)
Atau riwayat semakna diriwayatkan oleh imam Ahmad tentang kalimat-kalimat yang jarang ditinggalkan oleh Mu'awwiyah dari Rasulullah ﷺ di hari Jum'at:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَعْبَدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ
كَانَ مُعَاوِيَةُ قَلَّمَا يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَكَانَ قَلَّمَا يَكَادُ أَنْ يَدَعَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ أَنْ يُحَدِّثَ بِهِنَّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهُّ فِي الدِّينِ وَإِنَّ هَذَا الْمَالَ حُلْوٌ خَضِرٌ فَمَنْ يَأْخُذْهُ بِحَقِّهِ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ وَإِيَّاكُمْ وَالتَّمَادُحَ فَإِنَّهُ الذَّبْحُ. (رواه أحمد: ١٦٢٤٣)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dan Hajjaj berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Sa'd bin Ibrahim dari Ma'bad Al Juhani berkata, Mu'awiyah jarang menceritakan dari Nabi ﷺ. (Ma'bad Al Juhani radhiallahu'anhu) berkata, pada Hari Jumat bisa dikatakan sangat jarang dia meninggalkan kalimat-kalimat yang didengarnya dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan pahamkan urusan agamanya. Sesungguhnya harta ini sangat manis dan hijau (menyenangkan) siapa yang mengambilnya sesuai dengan haknya maka akan mendapatkan berkah. Janganlah kalian saling memuji karena hal itu ibarat penyembelihan." (HR. Ahmad: 16243 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Mu'awwiyah bin Sufyan Shakhar bin Harbi bin Umayyah, ia shahabat negeri hidup Syam dan wafat tahun 60 H. Hadits 'aziz diakhir sanadnya)
Demikianlah Allah dan Rasul-Nya mengajarkan agar umatnya senantiasa ingat baik peristiwa masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Sehingga sebagai seorang muslim sejati dapat mawasdiri dan selalu ingat dan bertawakkal kepada Allah dengan rasa syukur dan menjaga diri. Walaupun semua yang dialami mempunyai hikmah disetiap peristiwa.
Wallaahu a'lam bish shawaab,
Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏