“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


SUARA YANG TIDAK DISUKAI RASULULLAH DAN KEBURUKANNYA

Imam Ahmad meriwayatkan,

حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى ابْنِ عُمَرَ
أَنَّ ابْنَ عُمَرَ سَمِعَ صَوْتَ زَمَّارَةِ رَاعٍ فَوَضَعَ أُصْبُعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ وَعَدَلَ رَاحِلَتَهُ عَنْ الطَّرِيقِ وَهُوَ يَقُولُ يَا نَافِعُ أَتَسْمَعُ فَأَقُولُ نَعَمْ فَيَمْضِي حَتَّى قُلْتُ لَا فَوَضَعَ يَدَيْهِ وَأَعَادَ رَاحِلَتَهُ إِلَى الطَّرِيقِ وَقَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعَ صَوْتَ زَمَّارَةِ رَاعٍ فَصَنَعَ مِثْلَ هَذَا. (رواه أحمد: ٤٣٠٧)

Telah menceritakan kepada kami Al Walid telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abdul Aziz dari Sulaiman bin Musa dari Nafi' mantan budak Ibnu Umar, bahwa Ibnu Umar pernah mendengar suara seruling penggembala, ia pun menutup telinganya dengan jarinya dan membelokkan arah kendaraannya dari jalan. Ia lalu bertanya, "Wahai Nafi', apakah engkau masih mendengarnya?" Aku pun menjawab, "Masih." Ibnu Umar pun berjalan lagi hingga aku mengatakan, "Tidak dengar." Maka ia pun melepas kedua tangannya dan mengembalikan kendaraannya pada jalan semula. Kemudian ia mengatakan, "Aku pernah melihat Rasulullah ﷺ ketika mendengar suara seruling penggembala, beliau berbuat seperti ini." (HR. Ahmad: 4307 - Hasan menurut Syu'aib Al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Umar bin Al Kaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad: 4725 - isnadnya hasan menurut Syu'aib Al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Umar bin Al Kaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H. Hadits 'aziz, karena imam Ahmad menerima dari dua orang gurunya, yaitu Al Walid bin Muslim, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Al 'Abbas negeri hidup Syam dan wafat tahun 195 H; Abu Hatim menilainya shalihul hadits dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah, dan Makhlad bin Yazid, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Yahya negeri hidup Jazirah dan wafat tahun 193 H; Yahya bin Ma'in, Abu Daud, Ya'qub bin Sufyan, dan adz Dzahabi menilainya tsiqah. Sedangkan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam Ats tsiqat". Lain halnya Ibnu Hajar, beliau menilainya shaduq tapi punya keragu-raguan. Terakhir, Ahmad bin Hambal menilainya la ba'sa bih.

Dilain waktu dan kondisi Rasulullah mempersingkat bacaan shalatnya, sebagaimana imam Ahmad meriwayatkan:

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَوْتَ صَبِيٍّ فِي الصَّلَاةِ فَخَفَّفَ الصَّلَاةَ. (رواه أحمد: ٩٢١١)

Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu 'Ajlan aku mendengar bapakku dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi ﷺ mendengar suara tangis bayi ketika shalat, lalu beliau mempersingkat shalatnya." (HR. Ahmad: 9211 - isnadnya jayyid menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Begitu juga suara kentut, sehingga menyebabkan seseorang yang dalam keadaan berwudhuk mesti memperbaharui wudhuknya kembali. Hal ini diriwayatkan oleh imam Ahmad sebagai berikut:

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنِ أَبِيهِ عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا وُضُوءَ إِلَّا مِنْ صَوْتٍ أَوْ رِيحٍ. (رواه أحمد: ٩٧١٢)

Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Syu'bah dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak ada wudhu kecuali karena suara atau bau." (HR. Ahmad: 9712 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Selanjutnya, dijelaskan bahwa jenazah tidak boleh diiringi dengan suara-suara. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh imam Ahmad berikut:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ يَحْيَى عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُتْبَعُ الْجِنَازَةُ بِنَارٍ وَلَا صَوْتٍ. (رواه أحمد: ٩١٥٠)

Telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Hisyam Ad Dastuwa`i dari Yahya dari seorang laki-laki dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah jenazah diiringi dengan api atau suara." (HR. Ahmad: 9150 - Hasan lighairihi, isnadnya dha'if (periwayat yang menerima langsung dari Abu Hurairah tidak diketahui) menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Selanjutnya, ringkikan himar (keledai) sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَسَلُوا اللَّهَ تَعَالَى مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا. (رواه أبوداود: ٤٤٣٨)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ja'far bin Rabi'ah dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Jika kalian mendengar kokok ayam maka mintalah karunia Allah, sebab ia melihat malaikat. Dan jika kalian mendengar ringkikan himar maka berlindunglah kepada Allah dari setan, sebab ia tengah melihat setan." (HR. Abu Daud: 4438 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikian juga hadits riwayat imam Al Bukhari: 3058, Muslim: 4908, at Tirmidzi: 3381, dan Ahmad: 7719 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

Dalam redaksi lain, Rasulullah menyebutkan ringkikan keledai dan lolongan anjing. Sebagaimana hadits riwayat imam Abu Daud,

حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ عَبْدَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلَابِ وَنَهِيقَ الْحُمُرِ بِاللَّيْلِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لَا تَرَوْنَ. (رواه أبوداود: ٤٤٣٩)

Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sari dari Abdah dari Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin Ibrahim dari Atha bin Yasar dari Jabir bin Abdullah ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika kalian mendengar lolongan anjing dan ringkikan himar pada waktu malam maka mintalah perlindungan kepada Allah, sebab mereka melihat sesuatu yang kalian tidak melihatnya." (HR. Abu Daud: 4439 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)

Redaksi semakna,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ ح وَيَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الْمَعْنَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَزِيدُ فِي حَدِيثِهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلَابِ وَنُهَاقَ الْحَمِيرِ مِنْ اللَّيْلِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّهَا تَرَى مَا لَا تَرَوْنَ وَأَقِلُّوا الْخُرُوجَ إِذَا هَدَأَتْ الرِّجْلُ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبُثُّ فِي لَيْلِهِ مِنْ خَلْقِهِ مَا شَاءَ وَأَجِيفُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا أُجِيفَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَأَوْكِئُوا الْأَسْقِيَةَ وَغَطُّوا الْجِرَارَ وَأَكْفِئُوا الْآنِيَةَ قَالَ يَزِيدُ وَأَوْكِئُوا الْقِرَبَ. (رواه أحمد: ١٣٧٦٥)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu 'Adi dari Muhammad bin Ishaq -lewat jalur periwayatan lain--dan telah menceritakan kepada kami Yazid berkata; telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq adapun maknanya dari Muhammad bin Ibrahim dari 'Atha' bin Yasar dari Jabir bin Abdullah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda. Yazid berkata dalam haditsnya, saya telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika kalian mendengar gonggongan anjing dan ringkikan keledai pada malam hari, berlindunglah kepada Allah karena hewan tersebut bisa melihat apa yang tidak kalian lihat, dan kurangilah keluar jika kaki-kaki telah istirahat karena Allah 'Azza wa Jalla pada malam hari menyebarkan mahluk-Nya sesuai kehendak-Nya. Tutuplah pintu-pintu kalian, sebutlah nama Allah atasnya karena setan tidak bisa masuk pintu yang ditutup dan disebutkan nama Allah atasnya. Tutuplah bejana-bejana kalian, bereskanlah guci-guci kalian dan baliklah tempat minum kalian". Yazid berkata, "Tutuplah geriba-geriba kalian". (HR. Ahmad: 13765 - isnadnya hasan menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H. Hadits 'aziz karena imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurunya yaitu Muhammad bin Ibrahim bin Abi 'Adiy w. 194 H dan Yazid bin Harun w. 206)

Lebih lanjut, hal yang sama yaitu lonceng. Diriwayatkan oleh imam Ahmad,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي جَرَّاحٍ مَوْلَى أُمِّ حَبِيبَةَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعِيرَ الَّتِي فِيهَا جَرَسٌ لَا تَصْحَبُهَا الْمَلَائِكَةُ. (رواه أحمد: ٢٥٥٥٥)

Telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman dari Malik dari Nafi' dari Salim bin Abdullah dari Abu Jarrah budak Ummu Habibah, dari Ummu Habibah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Sesungguhnya Malaikat tidak akan menyertai kafilah yang terdapat padanya lonceng." (HR. Ahmad: 25555 - shahih lighairihi, namun isnadnya dha'if dari Ramlah binti Abi Sufyan Shakhar bin Harbi bin Umayyah, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu Habibah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 49 H)

Catatan: setelah ditelusuri hadits riwayat imam Ahmad: 25555, ternyata semua periwayatnya berkualitas Maqbul. Demikian juga dari jalur sanad berbeda diriwayatkan oleh imam Ahmad: 25545 dan 26141 - shahih lighairihi, namun isnadnya dha'if dari Ramlah binti Abi Sufyan Shakhar bin Harbi bin Umayyah, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu Habibah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 49 H.

Hadits di atas semakna dengan hadits riwayat imam ad Darimi: 2559. Beliau berkata,

أَخْبَرَنَا الْحَكَمُ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِي الْجَرَّاحِ مَوْلَى أَمِّ حَبِيبَةَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعِيرُ الَّتِي فِيهَا الْجَرَسُ لَا تَصْحَبُهَا الْمَلَائِكَةُ. (رواه الدارمي: ٢٥٥٩)

Telah mengabarkan kepada kami Al Hakam bin Al Mubarak telah menceritakan kepada kami Malik dari Nafi' dari Salim dari Abu Al Jarrah mantan budak Ummu Habibah, dari Ummu Habibah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Kafilah (rombongan) yang membawa lonceng itu tidak akan ditemani oleh para malaikat." (HR. Ad Darimi: 2559 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Ramlah binti Abi Sufyan Shakhar bin Harbi bin Umayyah, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu Habibah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 49 H)

Suara-suara yang dimaksud dalam beberapa hadits di atas dianjurkan untuk dihindari dan cepat mencari solusinya agar memberikan barakah dan ketenangan. Seperti suara seruling gembala, suara keledai, suara anjing, dan lonceng. Sehingga terhindar dari keburukannya. Wallaahu a'lam bish shawaab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]