“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


MANFAAT MEMADUKAN DUA MAKANAN YANG BERBEDA KARAKTER SEKALIGUS
(KURMA MUDA DENGAN SEMANGKA)

Makanan yang sehat dan berkualitas bukan hanya ditentukan oleh jenisnya tetapi juga bagaimana makanan yang dikonsumsi tersebut mampu saling menetralisir efek buruknya, sehingga lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Nabi Muhammad mencontohkan melalui tindakan beliau. Sebagaimana terekam dalam hadis riwayat imam Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad berikut.

Riwayat imam Ibnu Majah: 3317 dari Sahal bin Sa'id bin Malik (w. 88 H) bahwa,

"كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأكل الرطب بالبطيخ" 

(Rasullullah SAW pernah makan kurma basah dengan semangka). 

Hadis senada dengan sanad berbeda, yaitu dari Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh imam Ahmad: 11996 dan diulang penulisannya pada hadis ke-12005.

Sementara, imam Abu Daud: 3339 meriwayatkan ... 'Aisyah berkata, "Dahulu Rasulullah SAW pernah memakan buah semangka dengan ruthab (kurma muda). Beliau lalu bersabda, "Kita redakan unsur panas ini (dari ruthab) dengan unsur dingin (semangka) ini, sehingga terpadulah unsur dinginnya dengan unsur panas ini." Lafazh hadis dimaksud,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأكل البطيخ بالرط فيقول نكسر حر هذا ببرد هذا وبرد هذا بحر هذا. (رواه أبوداد: ٣٣٣٩- حسن)

Hadis ini mengajarkan bahwa menggabungkan dua makanan yang berbeda karakter dapat saling menetralisir dan sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

By. Samsurizal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]