MELACAK HADITS PALSU TENTANG MEMBACA DAN MENGHAFAL AL QUR'AN
(DIRIWAYATKAN OLEH PEMBOHONG)
Oleh: Samsurizal, MA
HADITS yang ingin dilacak dengan lafazh "man qara'al qur'aan wa hafizhahu" (Barang siapa membaca Al-Qur'an dan menghafalkannya...). Hadits ini matannya gharib (asing) dan melampaui akal sehat. Hadits dimaksud diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah dan imam Ahmad.
Imam Ibnu Majah meriwayatkan,
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ كَثِيرِ بْنِ دِينَارٍ الْحِمْصِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ عَنْ أَبِي عُمَرَ عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَاذَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ ضَمْرَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَحَفِظَهُ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَشَفَّعَهُ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ اسْتَوْجَبُوا النَّارَ. (رواه إبن ماجه: ٢١٢)
Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Utsman bin Sa'id bin Katsir bin Dinar Al Himshi berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Harb dari Abu Umar dari Katsir bin Zadzan dari 'Ashim bin Dlamrah dari Ali bin Abi Thalib ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa membaca Al-Qur'an dan menghafalkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga serta akan memberi syafaat kepada sepuluh dari keluarganya yang seharusnya masuk neraka." (HR. Ibnu Majah: 212 - dha'if jiddan menurut Muhammad Nashiruddin Al Albani dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu Al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)
Para periwayat:
1. 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu Al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H.
2. 'Ashim bin Dhamra, ia tabi'in kalangan pertengahan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 174 H. Penilaian ulama: Al 'Ajli dan Ibnul Madini menilainya tsiqah. An Nasa'i menilainya laisa bihi ba'sa. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya shaduuq.
3. Katsir bin Zadzan, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua dan negeri hidup Kufah. Penilaian ulama: Al Azdi menilainya fiihi nazhar, Ibnu Hajar menilainya majhul. Sedangkan adz Dzahabi menilainya laa yatsbut haditsuhu.
4. Hafsh bin Sulaiman, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Umar negeri hidup Kufah 180 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hambal menilainya matrukul hadits dan Yahya bin Ma'in menilainya kadzdzab. Sedangkan Ibnul Madini menilainya dha'iful hadits. Al Bukhari berkomentar, "mereka meninggalkannya".
5. Muhammad bin Harb, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 194 H. Penilaian ulama: Abu Hatim menilainya shalihul hadits. Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam Ats tsiqat. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya tsiqah.
6. 'Amru bin 'Utsman bin Sa'id, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Hafsh negeri hidup Syam dan wafat tahun 250 H. Penilaian ulama: Abu Hatim dan Ibnu Hajar menilainya shaduq. Sedangkan adz Dzahabi menilainya shaaduq hafizh. Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam Ats tsiqat".
Lafazh semakna juga diriwayatkan oleh imam Ahmad, dengan jalur sanad yang sama dengan hadits riwayat Ibnu Majah: 212. Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ سُلَيْمَانَ يَعْنِي أَبَا عُمَرَ الْقَارِئَ عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَاذَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ ضَمْرَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ فَاسْتَظْهَرَهُ وَحَفِظَهُ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَشَفَّعَهُ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ وَجَبَتْ لَهُمْ النَّارُ. (رواه أحمد: ١٢١٣)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Bukair, telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Sulaiman yaitu Abu Umar Al Qari', dari Katsir bin Zadan dari 'Ashim bin Dhamrah dari Ali bin Abu Thalib berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa membaca Al-Qur'an kemudian dia menguasai dan menghafalnya, niscaya Allah akan memasukkan ke surga dan menjadikannya dapat memberikan syafaat kepada sepuluh orang dari keluarganya yang sudah ditetapkan masuk Neraka." (HR. Ahmad: 1213 - isnadnya dha'if jiddan menurut Syu'aib Al Arna'uth dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu Al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)
Muhammad bin Bakkar bin Ar Rayyan meriwayatkan dari Hafsh bin Sulaiman. Sedangkan ia periwayat yang dinilai jarah oleh ulama kritikus hadits sampai pada penilaian matruk dan kadzdzab.
Muhammad bin Bakkar, ia tabi'ul atba'kalangan tua kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 238 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in menilainya Syaikh la ba'sa bih dan disebutkan dalam Ats tsiqat. Ibnu Hajar menilainya tsiqah dan adz Dzahabi menilainya mereka men-tsiqah-kannya. Imam Ahmad meriwayatkan dari beliau.
Hadits yang shahih terkait dengan makna hadits di atas dintaranya hadits riwayat oleh imam Abu Daud, beliau berkata:
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُثْمَانَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ. (رواه أبوداود: ١٢٤٠)
Telah menceritakan kepada Kami Hafsh bin Umar, telah menceritakan kepada Kami Syu'bah dari 'Alqamah bin Martsad dari Sa'd bin 'Ubaidah dari Abu Abdurrahman dari Utsman dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Abu Daud: 1240 - shahih dari 'Utsman bin 'Affan bin Abi Al 'Ash bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru negeri hidup Madinah dan wafat tahun 35 H)
Hadits ini ditemukan dalam ensiklopedi hadits 9 imam sebanyak 16 hadits. Diantaranya HR. Al Bukhari: 4639 dan 4640, at Tirmidzi: 2832 dan 2833 (hadits masyhur dengan empat jalur sanad) - shahih dari 'Utsman bin 'Affan bin Abi Al 'Ash bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru negeri hidup Madinah dan wafat tahun 35 H. Sedangkan dari Jalur 'Ali bin Abi Thalib, sebagaimana hadits riwayat imam at Tirmidzi, beliau berkata:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ عَلِيٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَقَ. (رواه الترمذي: ٢٨٣٤)
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad dari Abdurrahman bin Ishaq dari An Nu'man bin Sa'd dari Ali bin Abu Thalib ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." Abu Isa berkata, Hadits ini tidak kami ketahui dari hadits Ali dari Nabi ﷺ kecuali dari hadits Abdurrahman bin Ishaq. (HR. At Tirmidzi: 2834 - shahih bimaa qablahu menurut Al Albani dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu Al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)
Hadits yang dilacak (palsu), jika dibandingkan sanad dan matannya dengan hadits yang diriwayatkan oleh periwayat yang tsiqah (adil lagi terpercaya) dan matannya yang shahih, maka dapat memberikan faidah; yang pertama ditolak dengan tidak dipercayai sebagai sabda Rasulullah ﷺ secara total dan yang shahih dapat diamalkan. Sehingga memberikan keyakinan bahwa mengetahui keshahihan sanad dan matan hadits sekaligus adalah suatu pilihan yang tepat daripada memercayai yang palsu atau tidak kuat dari Rasulullah ﷺ. Wallaahu a'lam bish shawaab.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏