Pages - Menu

Selasa, 27 Februari 2024

PANJANG UMUR BAIK AMALANNYA

PANJANG UMUR BAIK AMALANNYA

Oleh: Samsurizal, MA

Allah dan Rasul-Nya senantiasa mengingatkan bahwa kebaikan dan keburukan selalu akan ada dalam perjalanan hidup manusia. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim hendaknya mawasdiri. Kehidupan di dunia ini hanya sementara sementara kehidupan akhirat adalah kekal abadi.

Terkait dengan sikap mawasdiri agar selamat dan bahagia serta dapat memberi manfaat bagi sesama maka Rasul mengingatkan umatnya. Diantara peringatan tersebut adalah tentang memanfaatkan umur yang dianugerahkan oleh Allah dengan beramal baik dan menghindari amalan yang buruk. Hal itu dapat ditemukan sebagaimana terekam dalam beberapa hadits berikut:

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَجَابِرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. (رواه الترمذي: ٢٢٥١)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab dari Mu'awiyah bin Shalih dari 'Amru bin Qais dari 'Abdullah bin Busr, seorang Badui bertanya: Wahai Rasulullah, siapa orang terbaik itu? Rasulullah ﷺ menjawab, "Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya." Dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Hurairah dan Jabir. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib melalui jalur sanad ini. (HR. At Tirmidzi: 2251 - shahih dari 'Abdullah bin Busra bin Abi Busra, ia shahabat kuniyahnya Abu Shafwan negeri hidup Syam dan wafat tahun 88 H)

Begitu juga hadits riwayat at Tirmidzi: 2252 - shahih dari Nufai' bin al Harits bin Kildah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H. Hadits ahlul Bashrah. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ نُوحٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْرَابِيَّانِ فَقَالَ أَحَدُهُمَا مَنْ خَيْرُ الرِّجَالِ يَا مُحَمَّدُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ وَقَالَ الْآخَرُ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيْنَا فَبَابٌ نَتَمَسَّكُ بِهِ جَامِعٌ قَالَ لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. (رواه أحمد: ١٧٠٢٠)

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Ayyasy Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Nuh dari Amru bin Qais dari Abdullah bin Busr ia berkata, "Dua orang Arab dusun datang menemui Nabi ﷺ. Lalu salah seorang dari mereka bertanya, "Siapakah laki-laki yang paling baik wahai Muhammad?" Nabi ﷺ menjawab, "Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya." Kemudian laki-laki yang satunya lagi berkata, "Kami telah banyak mendapatkan banyak pengajaran tentang syariat Islam, maka ajarkanlah kepada kami satu pintu yang menghimpun seluruh kebaikan yang bisa kami jadikan pedoman." Beliau bersabda, "Hendaknya lisanmu selalu basah dengan zikir kepada Allah." (HR. Ahmad: 17020 - shahih dari 'Abdullah bin Busra bin Abi Busra, ia shahabat kuniyahnya Abu Shafwan negeri hidup Syam dan wafat tahun 88 H. Hadits ahlul Syam)

Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 17037 - shahih dari 'Abdullah bin Busra bin Abi Busra, ia shahabat kuniyahnya Abu Shafwan negeri hidup Syam dan wafat tahun 88 H. Sedangkan hadits riwayat Ahmad: 19019 menjelaskan,

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ. (رواه أحمد: ١٩٥١٩)

Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dari Abdurrahman bin Abu Bakrah dari Ayahnya, bahwa seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling utama?" Beliau bersabda, "Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya." Tanyanya lagi, "Siapakah manusia yang paling buruk?" Jawab beliau, "Orang yang panjang umurnya dan buruk amalannya." (HR. Ahmad: 19519 - hasan, isnad-nya dha'if menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Nufai' bin al Harits bin Kildah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H)

Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 19519 terdapat periwayat bernama Ali bin Zaid bin 'Abdullah bin Jud'an, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 131 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal, al 'Ajli dan Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi. Sedangkan Yahya bin Ma'in, an Nasa'i dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Selebihnya adalah periwayat maqbul.

Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 19599 dan ad Darimi: 2625 - dha'if dari Nufai' bin al Harits bin Kildah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H. Dalam kedua sanad hadits ini juga terdapat periwayat bernama Ali bin Zaid. 

MENJADI TUA ITU KENISCAYAAN


MENJADI TUA ITU KENISCAYAAN
(Angan-angan dan Cita-cita)

IMAM AHMAD meriwayatkan,

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ ابْنُ جَعْفَرٍ فِي حَدِيثِهِ سَمِعْتُ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَيَبْقَى مِنْهُ اثْنَتَانِ الْحِرْصُ وَالْأَمَلُ. (رواه أحمد: ١١٧٥٧)

Telah menceritakan kepada kami Waki' dan Muhammad bin Ja'far mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, Ibnu Ja'far menyebutkan dalam haditsnya; aku mendengar Qotadah dari Anas ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Anak Adam akan menjadi tua, dan akan tetap muda dalam dua hal; ketamakan dan angan-angan." (HR. Ahmad: 11757 - isnad-nya sahih menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia sahabat kuniyah-nya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Aziz diakhir sanad-nya, imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurunya yaitu Waki' bin al-Jarrah [196 H] dan Muhammad bin Ja'far [193 H])

Demikian juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 12260 dengan sanad yang sama dari jalur Muhammad bin Ja'far w. 193 H, 11699 dari jalur Yahya bin Sa'id al-Farrukh w. 198 H, sementara hadis nomor 13408 beliau riwayatkan dari tiga orang gurunya yaitu: Muhammad bin Ja'far, Hajjaj bin Muhammad w. 206 H, dan Yahya bin Sa'id. Mereka meriwayatkan dari Syu'bah bin al-Hajjaj w. 160 H.

Sementara itu dijelaskan lebih lanjut bahwa imam al-Bukhari meriwayatkan,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو صَفْوَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَزَالُ قَلْبُ الْكَبِيرِ شَابًّا فِي اثْنَتَيْنِ فِي حُبِّ الدُّنْيَا وَطُولِ الْأَمَلِ قَالَ اللَّيْثُ حَدَّثَنِي يُونُسُ وَابْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدٌ وَأَبُو سَلَمَةَ. (رواه البخاري: ٥٩٤١)

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abu Shufwan Abdullah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Sa'id bin Al Musayyab bahwa Abu Hurairah radhiallahu'anhu berkata, saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Hati orang tua masih tetap berjiwa muda dalam dua perkara, yaitu: mencintai dunia dan panjang angan-angan."

Al Laits mengatakan; telah menceritakan kepadaku Yunus dan Ibnu Wahb dari Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Sa'id dan Abu Salamah. (HR. Al-Bukhari: 5941 - sahih dari Abu Hurairah, ia sahabat nama aslinya Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadis ini masyhur dengan lima jalur sanad dari Abu Hurairah, imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ali bin Abdullah w. 234 H negeri hidup Bashrah, Laits bin Sa'ad w. 175 H, dan Abdullah bin Wahab w. 197 H. Dua terakhir hidup di Maru)

Kehati-hatian dalam hidup mesti dicermati dengan khikmat, sebagaimana Rasulullah mengingatkan dalam hadis riwayat imam at-Tirmidzi, beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي يَعْلَى عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا مُرَبَّعًا وَخَطَّ فِي وَسَطِ الْخَطِّ خَطًّا وَخَطَّ خَارِجًا مِنْ الْخَطِّ خَطًّا وَحَوْلَ الَّذِي فِي الْوَسَطِ خُطُوطًا فَقَالَ هَذَا ابْنُ آدَمَ وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ وَهَذَا الَّذِي فِي الْوَسَطِ الْإِنْسَانُ وَهَذِهِ الْخُطُوطُ عُرُوضُهُ إِنْ نَجَا مِنْ هَذَا يَنْهَشُهُ هَذَا وَالْخَطُّ الْخَارِجُ الْأَمَلُ هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ. (رواه الترمذي: ٢٣٧٨)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ayahnya dari Abu Ya'la dari Ar Rabi' bin Khutsaim dari Abdullah bin Mas'ud berkata, Rasulullah ﷺ membuat garis kotak, ditengah-tengahnya beliau membuat satu garis, satu garis diluarnya dan beberapa garis disekitar tengahnya lalu beliau bersabda, "Ini adalah anak cucu Adam, ini ajalnya mengitarinya, yang ada ditengah ini manusia dan garis-garis ini halangan-halangannya, bila ia selamat dari yang ini ia digigit oleh yang ini (maksudnya kematian), sementara garis yang di luar adalah angan-angan."

Hadits ini shahih. (HR. At-Tirmidzi: 2378 - sahih dari Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Hadis semakna diriwayatkan oleh imam al-Bukhari,

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ مُنْذِرٍ عَنْ رَبِيعِ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ خَطَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا مُرَبَّعًا وَخَطَّ خَطًّا فِي الْوَسَطِ خَارِجًا مِنْهُ وَخَطَّ خُطَطًا صِغَارًا إِلَى هَذَا الَّذِي فِي الْوَسَطِ مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي فِي الْوَسَطِ وَقَالَ هَذَا الْإِنْسَانُ وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ أَوْ قَدْ أَحَاطَ بِهِ وَهَذَا الَّذِي هُوَ خَارِجٌ أَمَلُهُ وَهَذِهِ الْخُطَطُ الصِّغَارُ الْأَعْرَاضُ فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا. (رواه البخاري: ٥٩٣٨)

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al Fadll, telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Sufyan dia berkata, telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Mundzir dari Rabi' bin Khutsaim dari Abdullah radhiallahu'anhu dia berkata, "Nabi ﷺ pernah membuat suatu garis persegi empat, dan menggaris tengah dipersegi empat tersebut, dan satu garis di luar garis segi empat tersebut, serta membuat beberapa garis kecil pada sisi garis tengah dari tengah garis tersebut.

Lalu beliau bersabda, 'Ini adalah manusia dan ini adalah ajalnya yang telah mengitarinya atau yang mengelilinginya dan yang di luar ini adalah cita-citanya, sementara garis-garis kecil ini adalah rintangan-rintangannya, jika ia berbuat salah, maka ia akan terkena garis ini, jika berbuat salah lagi maka garis ini akan mengenainya.'" (HR. Al-Bukhari: 5938 - sahih dari Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia sahabat kuniyah-nya Abu Abdurrahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Semakna dengan hadis di atas juga diriwayatkan oleh imam ad-Darimi: 2613 - isnad-nya sahih dari Abdullah bin Mas'ud. Sementara Anas bin Malik meriwayatkan bagian dari kandungan hadis tersebut di atas sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad,

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ فَذَكَرَ حَدِيثًا قَالَ وَأَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَذَا ابْنُ آدَمَ وَهَذَا أَجَلُهُ وَثَمَّ أَمَلُهُ. (رواه أحمد: ١٣٢٠١)

Telah menceritakan kepada kami 'Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah lalu dia menyebutkan suatu hadits berkata, dan telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Abu Bakar dari Anas dari Nabi ﷺ bersabda, "Ini adalah anak Adam, ini adalah ajalnya dan di sanalah cita-citanya". (HR. Ahmad: 13201 - isnad-nya sahih menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Anas bin Malik)

Demikian nasehat Rasulullah ﷺ terkait dengan panjangnya usia dan konsekwensi hidup manusia sebagai insan yang berfikir untuk lebih baik.


Baca juga:

https://www.ibnusyamsir.com/2020/02/umur-empat-puluh-tahun.html?m=1

https://www.ibnusyamsir.com/2021/09/umur-pendek-tetapi-nilainya-lebih.html?m=1

https://www.ibnusyamsir.com/2021/08/mencintai-hidup-dan-harta-benda.html?m=1

https://www.ibnusyamsir.com/2020/06/panjang-umur-baik-amalannya.html?m=1


Kamis, 15 Februari 2024

PERNIKAHAN YANG DILAKUKAN BERULANG

PERNIKAHAN YANG SAH

Imam Ahmad meriwayatkan,‎

حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ سَلْمٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا مُسَاعَاةَ فِي ‏الْإِسْلَامِ مَنْ سَاعَى فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَدْ أَلْحَقْتُهُ بِعَصَبَتِهِ وَمَنْ ادَّعَى وَلَدَهُ مِنْ غَيْرِ رِشْدَةٍ فَلَا يَرِثُ وَلَا يُورَثُ. (رواه أحمد: ٣٢٤١)‏

Telah menceritakan kepada kami Mu'tamir dari Salm dari sebagian sahabatnya dari Sa'id bin Jubair dari ‎Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah ‎ﷺ‎ bersabda, "Tidak ada pelacuran dalam Islam, barang siapa yang telah ‎berzina pada masa jahiliah maka ia telah mendapatkan bagiannya. Barang siapa yang mengklaim seorang ‎anak bukan dari pernikahan yang sah maka ia tidak mewarisi dan tidak diwarisi." (HR. Ahmad: 3241 - ‎hasan lighairihi dan isnad-nya dha'if menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul ‎Muthalib, ia sahabat kuniyah-nya Abu al-'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H. ‎Periwayat yang menerima langsung dari Sa'id bin Jubair bin Hisyam tidak diketahui namanya atau ‎periwayat mubham)‎

Demikian juga hadis semakna diriwayatkan oleh imam Abu Daud,‎

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ سَلْمٍ يَعْنِي ابْنَ أَبِي الزَّيَّادِ حَدَّثَنِي بَعْضُ أَصْحَابِنَا عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ ‏قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا مُسَاعَاةَ فِي الْإِسْلَامِ مَنْ سَاعَى فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَدْ لَحِقَ بِعَصَبَتِهِ وَمَنْ ادَّعَى وَلَدًا مِنْ غَيْرِ رِشْدَةٍ فَلَا ‏يَرِثُ وَلَا يُورَثُ. (رواه أبو داود: ١٩٢٩)‏

Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Mu'tamir dari Salm ‎bin Abu Az Zinad, telah menceritakan kepadaku sebagian sahabat kami, dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu ‎Abbas, bahwa ia berkata, Rasulullah ‎ﷺ‎ bersabda, "Tidak ada perzinaan dalam Islam, barang siapa yang ‎melakukan zina pada masa jahiliah maka sungguh ia telah menisbatkan anak yang terlahir kepada walinya, ‎dan barang siapa yang mengklaim seorang anak tanpa pernikahan yang benar, maka ia tidak mewarisi dan ‎tidak diwarisi." (HR. Abu Daud: 1929 - dha'if dari Abdullah bin 'Abbas. Sanadnya juga mubhamat pada ‎periwayat yang sama)‎

Kemudian jika terjadi pengulangan pernikahan maka yang sah adalah yang pertama, sebagaimana hadis ‎riwayat imam Ahmad, beliau berkata:‎

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ عَمْرٍو الْكَلْبِيُّ وَيُونُسُ قَالَا حَدَّثَنَا أَبَانُ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ‏إِذَا أَنْكَحَ الْوَلِيَّانِ فَهُوَ لِلْأَوَّلِ مِنْهُمَا وَإِذَا بَاعَ مِنْ رَجُلَيْنِ فَهُوَ لِلْأَوَّلِ مِنْهُمَا قَالَ أَبِي وَقَالَ يُونُسُ وَإِذَا بَاعَ الرَّجُلُ بَيْعًا مِنْ رَجُلَيْنِ. (رواه ‏أحمد: ١٦٧٠)‏
Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Amru Al Kalbi dan Yunus keduanya berkata, telah ‎menceritakan kepada kami Aban ia berkata, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Hasan dari ‎Uqbah bin Amir bahwasanya, Nabi ‎ﷺ‎ bersabda, "Jika dua orang wali menikahkan, maka yang sah adalah ‎yang pertama kali menikahkan. Dan jika seorang menjual sesuatu kepada dua orang, maka yang sah adalah ‎orang yang pertama dari keduanya." Bapakku berkata, Yunus menyebutkan, "Dan jika seorang laki-laki ‎menjual sesuatu dari dua orang laki-laki." (HR. Ahmad: 16710 - isnad-nya dha'if menurut Syu'aib al-‎Arna'uth dari 'Uqbah bin 'Amir bin 'Absi, ia sahabat kuniyah-nya Abu Hammad negeri hidup Maru dan ‎wafat tahun 68 H. Periwayat yang menerima langsung dari 'Uqbah terputus)‎

Hadits semakna diriwayatkan oleh imam Ahmad: 19282 - isnad-nya dha'if menurut Syu'aib al-Arna'uth ‎dari Samrah bin Jundab bin Hilal, ia sahabat kuniyah-nya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun ‎‎58 H. Hadis yang sama diulang dengan nomor hadis 19341. Al-Hasan bin Abi al-Hasan Yasar dinilai oleh ‎Ibnu Hibban sebagai yudallis (menyembunyikan cacat).‎

Nikah Sirri, Abu Az-Zubair al-Maki melalui riwayat imam Malik beliau berkata:‎

حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ الْمَكِّيِّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أُتِيَ بِنِكَاحٍ لَمْ يَشْهَدْ عَلَيْهِ إِلَّا رَجُلٌ وَامْرَأَةٌ فَقَالَ هَذَا نِكَاحُ السِّرِّ وَلَا أُجِيزُهُ ‏وَلَوْ كُنْتُ تَقَدَّمْتُ فِيهِ لَرَجَمْتُ. (رواه مالك: ٩٨٢)‏

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zubair Al Maki berkata, "Pernah dihadapkan ‎kepada Umar Ibnul Khattab suatu pernikahan yang hanya disaksikan oleh seorang laki-laki dan seorang ‎wanita, maka Umar berkata, "Ini adalah nikah sirri, saya tidak membolehkannya. Sekiranya saya ‎menemukannya, niscaya saya akan merajamnya." (HR. Malik: 982 - mauquf menurut Salim bin 'Ied al-‎Hilaly dari Umar bin al-Khaththab bin Nufail, ia sahabat kuniyah-nya Abu Hafshah negeri hidup Madinah ‎dan wafat tahun 23 H. Periwayat yang menerima langsung dari Umar bin al-Khaththab terputus)‎

Wallaahu muwaafiq, wallaahu a'lam bish-shawaab.