Pages - Menu

Senin, 24 April 2023

MENATA KEINDAHAN HIDUP DENGAN GAYA HIDUP MINIMALIS

MENATA KEINDAHAN HIDUP DENGAN GAYA HIDUP MINIMALIS
Disarikan oleh: Samsurizal, S.IQ, S.ThI, MA., C.I.P


Kesalahpahaman tentang pandangan hidup minimalis adalah membuang barang-barang sekaligus ‎tanpa pertimbangan. Menganggap gaya hidup minimalis hanya sebagai trend "aesthetic". Mengikuti ‎standar jumlah barang orang lain. Tidak meyimpan barang kenangan atau hadiah. Sehingga hanya ‎terfokus pada barang.‎

Gaya hidup Minimalis tidak identik dengan prilaku pelit

Hidup minimalis bukan berarti pelit, bukan bearti tidak bisa membeli apa yang disukai. Simpan apa ‎yang kita yakini penting dan buang apa yang tidak dibutuhkan. Hidup menimalis bearti dengan sadar ‎menjaga hanya apa yang penting, apa yang membuat kita bahagia, dan apa yang berharga buat kita. Jika ‎engkau merasa ada sesuatu yang tidak penting atau bahkan merugikan, hapus dan ganti dengan yang ‎lebih bermanfaat. ‎

Minimalis bukan bearti anti-Konsumsi

Seorang minimalis bukanlah anti-konsumsi melainkan anti-prilaku konsumeris yang berlebihan karena ‎manusia tidak bisa hidup tanpa mengonsumsi atau membeli. Yang dilakukan oleh pelaku hidup ‎minimalis ialah memilah kualitas dan kuantitas sesuai kebutuhan hidupnya. Manusia bisa hidup bahagia ‎dan tetap menjadi manusia yang utuh tanpa harus mengikuti perkembangan gaya (fashion), upgrade ‎telepon genggam, atau memiliki furnitur yang artistic dan mathching satu sama lain, dan lain-lain.‎

PENGHALANG UNTUK HIDUP MINIMALIS

A.‎ FOMO (Feer of Missing Out) 

FOMO yaitu Gangguan Kecemasan, sebuah keinginan untuk ‎terus terkoneksi atau mengikuti apa yang orang lain lakukan_tergolong pada anxiety disorder. Acap ‎kali produsen membuat jenis produk baru yang tidak memiliki perbedaan fungsional dari produk ‎keluaran sebelumnya _ baik itu perusahaan yang sama maupun tidak. Produk-produk baru tersebut ‎hanya berbeda dari segi tampilan dan fitur-fitur tambahan yang juga tidak terlalu fungsional. ‎Kemudian mereka merayu konsumen agar merasa harus memiliki barang tersebut sehingga tidak ‎tertinggal dari yang lainnya. Oleh karena itu, hati-hati dengan ketakutan ketinggalan zaman, ‎sehingga tidak rasional.‎

B.‎ KONSUMERISM

Kapitalis modern membutuhkan orang-orang yang bekerja sama dengan mudah, dalam jumlah ‎besar; yang ingin mengonsumsi lebih dan lebih; dan yang seleranya dibakukan dan dapat dengan ‎mudah dipengaruhi dan dikendalikan. (Erich Fromm). Kapitalis dan Konsumerisme adalah dua sisi ‎mata uang yang sama, gabungan dari dua perintah. Perintah tertinggi orang kaya adalah 'Investasilah'. ‎Perintah tertinggi untuk kita semua adalah 'Beli' (Yuval Noah Harari). Untuk hidup sepenuhnya, kita ‎harus belajar bagaimana memanfaat barang dan mencintai orang, bukan mencintai barang dan ‎memanfaatkan orang. (John Powell). ‎

FILSAFAT MINIMALISME

‎“Rahasia kebahagiaan, Anda lihat, tidak ditemukan dalam mencari lebih banyak, tetapi dalam ‎mengembangkan kapasitas untuk menikmati lebih sedikit”. "Dia yang tidak puas dengan apa yang dia ‎miliki, tidak akan puas dengan apa yang dia ingin miliki." (Socrates). "Orang yang merasa cukup dengan ‎yang ia miliki adalah orang kaya." (Lao Tzu). "Hiduplah dengan sederhana agar orang lain dapat ‎hidup". (Gandhi). Hakekat hidup minimalis adalah merasa cukup.‎

Mengendalikan keinginan adalah sifat dewa-dewa yang tidak membutuhkan apapun, dan manusia yang ‎seperti dewa hanya menginginan sedikit hal. (Diogenes). Akan lebih baik jika tidak memiliki apa-apa. ‎Karena ada lebih banyak rasa sakit daripada kesenangan di bumi, setiap kepuasan hanyalah sementara, ‎menciptakan keinginan baru dan kesusahan baru, dan penderitaan hewan yang dimakan selalu jauh ‎lebih besar daripada kesenangan yang melahapnya”. Kita harus membatasi keinginan kita, mengekang ‎keinginan kita, merendahkan amarah kita, selalu mengingat bahwa seorang individu hanya dapat ‎memeroleh bagian yang sangat kecil dalam segala hal yang berharga; dan bahwa disisi lain, setiap orang ‎harus menanggung banyak penyakit dalam hidup. (Arthur Schopenhauer). Hal ini dikenal dengan ‎filsafat kehendak atau filsafat keinginan dari Arthur. Ia memahami hidup pada hidup pada hakekatnya ‎adalah penderitaan, karena kita menjalani hidup dengan keinginan. Ketika keinginan tercapai, tidak ‎berhenti sampai disana tetapi muncul keinginan baru. Dibalik kesuksesan ada sisi penderitaan, baik ‎dalam proses maupun dalam kesuksesan tersebut.‎

Mengendalikan Keinginan

Kekayaan tidak terdiri dari memiliki banyak harta, tetapi memiliki sedikit keinginan (Epictetus). Bukan ‎orang yang memiliki terlalu sedikit, tetapi orang yang memiliki lebih, itulah yang miskin (Seneca). Energi ‎dan waktumu sama-sama terbatas, jadi jangan sia-siakan mereka pada apa yang dilakukan, dipikirkan, ‎dan dikatakan oleh orang-orang yang tidak penting dalam hidupmu. Dengan memperioritaskan hal ‎yang tepat; keluarga, teman, usaha dan kesejahteraan, engkau akan menemukan kepuasan dan harmoni ‎‎(Marcus Aurelius).‎

Menemukan yang lebih hakiki dan berguna

‎"Jangan memiliki barang yang tidak kau ketahui gunanya atau tidak kau yakini keindahannya" (William ‎Moris). "Apakah kamu tidak malu untuk begitu peduli pada perolehan uang dan ketenaran dan prestise, ‎ketika kamu tidak berpikir dan peduli tentang kebijaksanaan dan kebenaran dan peningkatan jiwamu?". ‎‎"Isi hidupmu dengan pengalaman, bukan barang. Miliki banyak cerita untuk dikisahkan, bukan barang ‎untuk ditampilkan" (Socrates).‎

Jangan Memperumit Hidup

‎"Hidup ini sangat sederhana, tetapi kita bersikeras untuk membuatnya rumit” (Confucius). "Saya tidak ‎mengatakan 'tidak' karena saya sangat sibuk. Saya mengatakan 'tidal' karena saya tidak ingin terlalu ‎sibuk" (Courtney Varver). ‎

Filsafat minimalis dalam perspektif agama-agama: Dihampir semua agama dan sekaligus diteladankan ‎oleh banyak agama: - Kesederhanaan dan kebersahajaan adalah menuju kehidupan yang lebih dalam ‎secara spritual. Hal-hal duniawi: benda yang dimiki, ambisi, dan emosi negatif adalah sumber ‎penderitaan. Kekayaan dan kebahagiaan dari rasa syukur. 

Lihat: https://www.youtube.com/watch?v=Oph5zIx-Og8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏