Pages - Menu

Minggu, 25 Januari 2026

Amulets in human civilization: a cross-civilizational study of socio-cultural, religious, and spiritual dimensions

Amulets in human civilization: a cross-civilizational study of socio-cultural, religious, and spiritual dimensions

By. Samsurizal

Amulets serve as cross-cultural, timeless objects of protection, identity, and spiritual power in human civilization, functioning as conduits for supernatural aid across Asia, Africa, Europe, and the Middle East. They embody deep socio-cultural meanings, ranging from religious artifacts (e.g., in Hinduism, Buddhism, Islam) to personal luck charms. These items, including images of statues, coins, or symbols, are used to ward off evil and foster spiritual security. 

Key dimensions of amulets in human civilization include:

Socio-Cultural Role: Amulets function as identity markers and tools for social continuity, reinforcing cultural belief systems and communal memory across generations.

Religious and Spiritual Dimensions: Amulets are integrated into spiritual practices to mediate supernatural power, protection, and grace, often serving as devotional items within diverse faiths.

Symbolism and Function: Ranging from talismans to phylacteries, these objects, which include items such as plant or animal parts and written text, are used for protection against harm or to bring good fortune.

Global Trajectory: A comparative, interdisciplinary study, such as the one by Samsurizal (2025), explores how these objects transcend geographical and cultural boundaries, maintaining a consistent role in human history, as discussed on the Eliva Books! website.

Rabu, 07 Januari 2026

RATA-RATA IQ INDONESIA TAHUN 2025


RATA-RATA IQ INDONESIA TAHUN 2025


Tahun 2025 memberikan gambaran signifikan mengenai peta kecerdasan global berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh International IQ Test. Laporan tersebut menunjukkan bahwa negara-negara di kawasan Asia Timur, seperti Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan, bersama dengan Singapura, terus mendominasi peringkat atas dengan rata-rata skor IQ yang melampaui angka 105. Keunggulan kolektif di kawasan ini sering kali dikaitkan dengan tradisi pendidikan yang kuat serta investasi besar pada pengembangan sumber daya manusia (World Population Review, 2025).

Di sisi lain, posisi Indonesia dalam peta kognitif global masih menghadapi tantangan besar. Berdasarkan data dari World Population Review (2025) yang merujuk pada hasil International IQ Test, skor rata-rata IQ Indonesia tercatat berada di angka 93,2. Sementara, di tahun 2026 berada pada urutan ke-126 dari 137 negara dunia yaitu 89.96 turun 3.22 dari tahun 2025 yaitu 93.18.

Meskipun angka ini menunjukkan posisi yang lebih baik dibandingkan beberapa negara berkembang di Afrika, Indonesia masih tertinggal jauh di bawah Singapura yang memimpin ASEAN dengan skor sekitar 105,9. Variasi data lain, seperti studi dari Lynn dan Becker (2019) yang mencatat skor lebih rendah sebesar 78,5, menegaskan bahwa faktor nutrisi dan akses pendidikan yang belum merata masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan kemampuan kognitif nasional secara konsisten. Walaupun skor IQ tidak merangkum seluruh dimensi kecerdasan manusia secara utuh, data ini tetap menjadi indikator penting bagi evaluasi kualitas pembangunan manusia di masa depan.

By. Samsurizal


Daftar Pustaka: 

Lynn, R., & Becker, D. (2019). The Intelligence of Nations. Ulster Institute.

World Population Review. (2025). Average IQ by Country 2025. worldpopulationreview.com

Erşahin, S., Tohumcu, F., & Çallı, R. (2025). Exploring geospatial link between soils and national intelligence quotient. Scientific Reports, 15(1), 38657. https://doi.org/10.1038/s41598-025-22539-5

Rata-rata IQ menurut negara tahun 2026 (peta dan peringkat dunia) https://share.google/y4nVkyrw5JHUgR7jA