Pages - Menu

Minggu, 26 Maret 2023

MENGUCAPKAN SALAM KEPADA NON-MUSLIM


MENGUCAPKAN SALAM KEPADA NON-MUSLIM

SALAM KEPADA AHLUL KITAB

Imam Mislim meriwayatkan,

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ لَهُمَا قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يُسَلِّمُونَ عَلَيْنَا فَكَيْفَ نَرُدُّ عَلَيْهِمْ قَالَ قُولُوا وَعَلَيْكُمْ. (رواه مسلم: ٤٠٢٥)

Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Mu'adz, telah menceritakan kepada kami Bapakku, demikian juga diriwayatkan dari jalur yang lain; Dan telah menceritakan kepadaku Yahya bin Habib, telah menceritakan kepada kami Khalid yaitu Ibnu Al Harits ia berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, demikian juga diriwayatkan dari jalur yang lain; Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad Al Mutsanna dan Ibnu Basysyar lafazh ini milik mereka berdua, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata, 'Aku mendengar Qatadah bercerita; dari Anas bahwa Para sahabat Nabi ﷺ bertanya kepada beliau: 'Sesungguhnya Ahli Kitab memberi salam kepada kami, bagaimana kami menjawabnya?' Jawab beliau: 'Ucapkan: Wa'alaikum'. (HR. Muslim: 4025 - shahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)

Keempat jalur sanad hadits riwayat Muslim: 4025 dari kalangan diceritakan dari Anas bin Malik. Kemudian pada tabaqath (tingkatan) tabi'ut tabi'in diriwayatkan dari Syu'bah bin al-Hajjaj bin al-Warad, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Bistham negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 160 H. Begitu juga dari sisi wilayah asal para periwayat semuanya dari Bashrah/Bashriy.

Demikian juga hadit senada diriwayatkan oleh imam Abu Daud: 4531 - shahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah. Diakhir riwayat terdapat komentar dari Abu Daud, beliau berkata:

" ...  قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَذَلِكَ رِوَايَةُ عَائِشَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجُهَنِيِّ وَأَبِي بَصْرَةَ يَعْنِي الْغِفَارِيَّ".

"Abu Daud berkata, "Seperti itu pula riwayat 'Aisyah, Abu 'Abdurrahman Al Juhanni dan Abu Bashrah -maksudnya Abu Bashrah Al Ghifari-."

Selanjutnya Hadits dari jalur sanad `Aisyah diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah, beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاسٌ مِنْ الْيَهُودِ فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكَ يَا أَبَا الْقَاسِمِ فَقَالَ وَعَلَيْكُمْ. (رواه إبن ماجه: ٣٦٨٨)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Muslim dari Masruq dari Aisyah, bahwa sekelompok orang Yahudi datang kepada Nabi ﷺ, lalu mereka berkata, "AS SAAMU ALAIKA YAA ABAL QASIM (Kematian atasmu wahai Abu Qasim)." Maka beliau menjawab, "Wa 'alaikum." (HR. Ibnu Majah: 3688 - shahih dari `Aisyah binti Abi Bakar ash-Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu `Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam al-Bukhari: 2718, 5788, dan 6414,

Hanya saja, hadits dari jalur sanad Anas bin Malik riwayat imam Ahmad berbeda dengan riwayat yang lainnya. Beliau berkata,

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ زَاذَوَيْهِ قَالَ قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ نُهِينَا أَوْ قَالَ أُمِرْنَا أَنْ لَا نَزِيدَ أَهْلَ الْكِتَابِ عَلَى وَعَلَيْكُمْ. (رواه أحمد: ١١٦٧٢)

Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ulaiyyah berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Aun dari Humaid bin Zadzawaih ia berkata, Anas bin Malik berkata, "Kami dilarang, -atau dia mengatakan, - "Kami diperintahkan agar tidak menambah ucapan WA 'ALAIKUM (dan atas kalian) ketika menjawab salam orang-orang ahlu kitab." (HR. Ahmad: 11672 - shahih, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al-Arna'uth dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)

Humid bin Zaadzawaih, ia tabi'in kalangan biasa. Ibnu Hajar menilainya majhul (tidak dikenal), sedangkan Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats-tsiqat. Hanya periwayat dalam sanad imam Ahmad, dan hanya meriwayatkan satu hadits.

SALAM KEPADA YAHUDI DAN NASRANI

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ وَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدَهُمْ فِي الطَّرِيقِ فَاضْطَرُّوهُمْ إِلَى أَضْيَقِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. (رواه الترمذي: ٢٦٢٤)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Suhail bin Abu Shalih dari Ayahnya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian memulai salam terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani, apabila kalian menamui salah seorang dari mereka di jalan, maka paksalah mereka ke (jalan) yang paling sempit." Abu Isa berkata, Hadits ini hasan shahih. (HR. At-Tirmidzi: 2624 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikian juga diriwayatkan oleh imam Muslim: 4030 (masyhur) dan at-Tirmidzi: 1528 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Sedangkan dalam redaksi lain diriwayat oleh imam Ahmad,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ مَرْثَدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي رَاكِبٌ غَدًا إِلَى الْيَهُودِ فَلَا تَبْدَءُوهُمْ بِالسَّلَامِ فَإِذَا سَلَّمُوا عَلَيْكُمْ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ. (رواه إبن ماجه: ٣٦٨٩)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dari Muhammad bin Ishaq dari Yazid bin Abu Habib dari Martsad bin Abdullah Al Yazani dari Abu Abdurrahman Al Juhani dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya besok aku akan datang menemui orang-orang Yahudi, maka janganlah kalian mendahului mereka dengan salam, dan apabila mereka mengucapkan salam kepada kalian, maka ucapkanlah, 'Wa 'alaikum.'" (HR. Ibnu Majah: 3689 - shahih dari Zaid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman dan negeri hidup Maru)

Demikian juga diriwayatkan diriwayat oleh imam Ahmad: 12716, 16657, 25976, dan 25977 - secara berturut-turut diriwayatkan dari:
HR. Ahmad: 12716 - shahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H (Hadits ahlul Bashrah).

HR. Ahmad: 16657 - shahih, isnadnya dha'if dari Zaid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman dan negeri hidup Maru.

HR. Ahmad: 25976 dan 25977 (isnad fihi wahm) - shahih dari Humail bin Bashrah bin Waqash, shahabat kuniyahnya Abu Bashrah dan negeri hidup Maru.

Senin, 13 Maret 2023

GAMBARAN AZAB DI NERAKA


GAMBARAN AZAB DI NERAKA
Oleh: Samsurizal, MA, C.I.P

Bismillaahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Allah melalui lidah Rasulullah ﷺ memberikan informasi sebagai peringatan dan pengajaran yang benar, arif lagi bijaksana dalam menyampaikan pesan-pesan hikmah untuk kebaikan manusia agar baik paket jadi maupun kemampuan untuk memilih dalam hidup dapat difungsikan secara maksimal agar cahaya ilahiyah tetap terpancar dalam kehidupan mereka. Sehingga tetap dalam fitrah dan terpelihara dari kekotoran dunia. 

Selanjutnya, mari kita cek kekotoran jiwa kita dengan lima kriteria berikut:

1. Kesulitan melaksanakan fungsi ilmu, hikmah, dan ma`rifah.
2. Kesulitan beribadah kepada Allah, dan sulit merasa lezat dengan menyebut-Nya.
3. Sibuk dengan hal-hal yang tidak bermakna.
4. Ada sesuatu yang dicintainya melebihi Allah SWT.
5. Perilaku yang berlebihan dalam apapun.

Oleh sebab itu sebagai insan beriman sangat pantas merenungi, mentadabburi ayat-ayat Allah agar kita tafakkuri dengan penuh hikmah dan kebahagiaan. Berikut penulis paparkan firman-firman Allah dan hadits Rasulullah ﷺ terkait dengan gambaran siksaan di neraka.

Allah berfirman,

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ. (قرآن سورة آل عمران/٣: ١١٦)

Sesungguhnya orang-orang yang kufur, baik harta maupun anak-anaknya, sedikit pun tidak dapat menolak (azab) Allah. Mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Āli ‘Imrān/3: 116)

Dan,

مَثَلُ مَا يُنْفِقُوْنَ فِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيْحٍ فِيْهَا صِرٌّ اَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فَاَهْلَكَتْهُ ۗ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللّٰهُ وَلٰكِنْ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ. (قرآن سورة آل عمران/٣: ١١٧)

Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini adalah ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, lalu (angin itu) merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri. (QS. Āli ‘Imrān/3: 117)

Lebih tegas lagi difirmankan oleh Allah,

لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔاۗ  اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ. (قرآن سورة المجادلة/٥٨: ١٧)

Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong mereka) dari (azab) Allah. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Mujādalah/58: 17)

Di neraka tersebut ada juga digambarkan oleh Allah, sebagaimana firman-Nya:

اِنَّهٗ مَنْ يَّأْتِ رَبَّهٗ مُجْرِمًا فَاِنَّ لَهٗ جَهَنَّمَ ۗ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰى. (قرآن سورة طاه/٢٠: ٧٤)

Sesungguhnya siapa yang datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, (disediakan) baginya (neraka) Jahanam. Dia tidak mati (sehingga terhindar dari azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (dengan layak dan nyaman). (QS. Ṭāhā/20: 74)

Demikian juga diinformasikan oleh Allah dalam Al-Qur'an bahwa penduduk neraka yang terjerumus ke dalam dosa karena ajakan orang yang menyesatkan mereka memohon kepada Allah, 

قَالُوْا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هٰذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِى النَّارِ. (قرآن سورة ص/٣٨: ٦١)

Mereka berkata (lagi), “Wahai Tuhan kami, siapa yang menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, tambahkanlah kepadanya azab yang berlipat ganda di dalam neraka.” (QS. Ṣād/38: 61)

Imam Ahmad meriwayatkan,

حَدَّثَنَا حَسَنٌ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْوَنُ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا رَجُلٌ فِي رِجْلَيْهِ نَعْلَانِ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ وَمِنْهُمْ فِي النَّارِ إِلَى كَعْبَيْهِ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ وَمِنْهُمْ مَنْ فِي النَّارِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ وَمِنْهُمْ مَنْ اغْتُمِرَ فِي النَّارِ إِلَى أَرْنَبَتِهِ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ وَمِنْهُمْ مَنْ هُوَ فِي النَّارِ إِلَى صَدْرِهِ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ وَمِنْهُمْ مَنْ قَدْ اغْتُمِرَ فِي النَّارِ قَالَ عَفَّانُ مَعَ إِجْرَاءِ الْعَذَابِ قَدْ اغْتُمِرَ. (رواه أحمد: ١٠٦٧٧)

Telah menceritakan kepada kami Hasan dan 'Affan mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Sa'id Al Jurairi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa'id Al Khudri berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang yang paling ringan azabnya di neraka adalah seseorang yang di kakinya memakai sandal lalu otaknya mendidih karenanya, dan di antara mereka ada yang disiksa dengan api yang mencapai kedua mata kakinya, di antara mereka ada yang disiksa dengan api yang mencapai lutut, di antara mereka ada juga yang disiksa dengan api yang mencapai perutnya, di antara mereka ada yang disiksa dengan api yang mencapai sebatas dada, dan di antara mereka ada yang disiksa dengan api yang mencapai seluruh badannya, 'Affan menyebutkan, "Selain disiksa ada juga yang dimasukkan ke dalam api." (HR. Ahmad: 10677 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Hadits `aziz diakhir sanad)

Demikian juga hadits semakna riwayat imam Ahmad: 19244 dan 19342 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Samurah bin Jundab bin Hilal, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 58 H, hadits ini 'aziz diakhir sanad nya. Sedangkan riwayat imam Ahmad: 11315 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H.

Selanjutnya dijelaskan juga dalam hadits riwayat imam ad-Darimi, beliau berkata:

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَزِيدَ أَبِي مَسْلَمَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا أَهْلُ النَّارِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُ النَّارِ فَإِنَّهُمْ لَا يَمُوتُونَ فِي النَّارِ وَأَمَّا نَاسٌ مِنْ النَّاسِ فَإِنَّ النَّارَ تُصِيبُهُمْ عَلَى قَدْرِ ذُنُوبِهِمْ فَيُحْرَقُونَ فِيهَا حَتَّى إِذَا صَارُوا فَحْمًا أُذِنَ فِي الشَّفَاعَةِ فَيَخْرُجُونَ مِنْ النَّارِ ضَبَائِرَ ضَبَائِرَ فَيُنْثَرُونَ عَلَى أَنْهَارِ الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ يُفِيضُوا عَلَيْهِمْ مِنْ الْمَاءِ قَالَ فَيُفِيضُونَ عَلَيْهِمْ فَتَنْبُتُ لُحُومُهُمْ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ. (رواه الدارمي: ٢٦٩٦)


Telah mengabarkan kepada kami Amru bin 'Aun dari Khalid bin Abdullah dari Sa'id bin Yazid Abu Maslamah dari Abu Nadlrah dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Adapun penghuni neraka, yakni mereka yang menghuni neraka, sesungguhnya mereka tidak mati di dalam neraka. Ada juga sebagian manusia yang disiksa dalam api neraka sesuai dengan kadar dosa-dosanya, lalu mereka dibakar di dalam neraka hingga ketika telah menjadi arang, mereka diberi izin mendapat syafaat. Kemudian mereka keluar dari neraka secara berkelompok lalu ditaburkan ke sungai-sungai surga. Dikatakan kepada penghuni surga; Siramkanlah air kepada mereka." Beliau melanjutkan, "Maka para penghuni surga menyiramkan air kepada mereka sehingga tumbuhlah daging-daging mereka sebagaimana tumbuhnya benih yang terbawa banjir." (HR. Ad-Darimi: 2696 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam Muslim: 271 (masyhur diakhir sanad nya),  Ibnu Majah: 4299 (hadits 'aziz diakhir sanad), Ahmad: 10593, 10655, dan 11322 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H.

Begitu juga penduduk surga, mereka juga tidak akan pernah mati kecuali waktu di dunia. Sebagaimana Allah kabarkan dalam firman-Nya:

لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا الْمَوْتَ اِلَّا الْمَوْتَةَ الْاُوْلٰىۚ وَوَقٰىهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِۙ. (قرآن سورة الدخان/٤٤: ٥٦)

Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya selain kematian pertama (di dunia). Allah melindungi mereka dari azab (neraka) Jahim. (QS. Ad-Dukhān/44: 56)

Rasulullah ﷺ sendiri tidak dapat merubah nasip penghuni neraka, jika memang hal tersebut telah ditetapkan oleh Allah. Sebagaimana firman Allah,

اَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِۗ اَفَاَنْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِى النَّارِ ۚ. (قرآن سورة الزمر/٣٩: ١٩)

Maka, apakah (engkau, Nabi Muhammad, hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau akan menyelamatkan orang yang berada di dalam neraka?. (QS. Az-Zumar/39: 19)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ. (قرآن سورة غافر/٤٠: ٤٦)

Neraka diperlihatkan kepada mereka (di alam barzakh) pada pagi dan petang. Pada hari terjadinya kiamat, (dikatakan,) “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam sekeras-keras azab!”. (QS. Gāfir/40: 46)

Pada akhirnya, apa pun yang telah dilakukan akan berakhir pada keputusan Allah terhadap apa yang kita lakukan ketika hidup di dunia. Rasulullah ﷺ hanya sebagai pemberi peringatan dan pemberi pelajaran terbaik buat manusia seluruh alam agar diikuti dan ditaati secara menyeluruh dan semaksimal mungkin untuk melakukan kebaikan-kebaikan. 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

اِلَّا بَلٰغًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِسٰلٰتِهٖۗ وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَاِنَّ لَهٗ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ. (قرآن سورة الجن/٧٢: ٢٣)

(Yang aku mampu lakukan) hanyalah menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya akan mendapat (azab) neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. Al-Jinn/72: 23)

Oleh karena itu, senantiasalah berusaha membersihkan dan menyucikan jasad (jasmani), hayat (nafs, 'akal, dan hati), dan ruh agar cahaya Allah selalu tanpak dalam kehidupan dunia dan akhirat. Wallahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.